Beranda / Peristiwa / Kebakaran Lawata: 3 Fakta Mencekam Bikin Geger Kendari

Kebakaran Lawata: 3 Fakta Mencekam Bikin Geger Kendari

Kebakaran Lawata Kendari menghanguskan dua kios dan satu rumah
0 0
Read Time:3 Minute, 51 Second

Beritakotakendari.comKebakaran Lawata Kendari bikin geger satu Kota Lulo, Bosku! Api mengamuk ganas sampai dua kios dan satu rumah ludes terbakar, kerugian ditaksir tembus sekitar Rp100 juta. Astaga, suasananya tadi sore di Lawata itu benar-benar senam jantung, ngeri mi lihat kobaran api menjilat atap di tengah pemukiman padat!

Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara langsung terjun di lokasi, di kawasan Lawata, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Warga masih ramai berkerumun, sebagian wajahnya pucat, sebagian lagi sibuk menyelamatkan barang-barang yang tersisa. Sirene mobil pemadam kebakaran bersahut-sahutan, seolah alarm bahaya berbunyi nyaring menggetarkan seisi kampung.

Kebakaran Lawata Kendari Hanguskan Dua Kios dan Satu Rumah

Berdasarkan keterangan warga yang dihimpun di lokasi, api pertama kali terlihat dari salah satu kios sekitar sore hari. “Tiba-tiba ada asap tebal naik, tidak lama api langsung besar ji,” kata salah satu warga yang masih gemetar menceritakan kejadian itu. Dalam hitungan menit, api merembet ke kios sebelah dan rumah yang berdempetan. Aih, nda ada obatnya memang kalau api sudah kena bangunan kayu, menyala abangku!

Dua unit kios yang terbakar diduga berjualan kebutuhan sehari-hari dan barang campuran. Di belakangnya terdapat satu rumah warga yang juga ikut dilalap si jago merah. Warga berusaha memadamkan api secara manual menggunakan ember dan selang air seadanya, tapi kobaran api terlalu cepat. “Kami sudah siram-siram, tapi angin kencang sekali, susah padam toh,” ujar warga lain dengan napas masih tersengal.

Tak lama kemudian, beberapa unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Kendari datang dan langsung melakukan penyemprotan dari berbagai sisi. Petugas berjibaku di tengah kepulan asap pekat, sementara warga diminta menjauh demi keselamatan. Situasi sempat mencekam karena dikhawatirkan api akan merembet ke bangunan lain yang berdempetan rapat.

Baca Juga: Kondisi Terkini Pemkot Kendari Tangani Bencana

Kronologi Kebakaran Lawata Kendari dan Respons Petugas

Dari penelusuran di lokasi, api diduga mulai berkobar menjelang petang ketika sebagian pedagang kios masih beraktivitas. Beberapa saksi menyebut sempat mendengar bunyi letupan kecil sebelum api membesar. Namun, soal penyebab pastinya, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan. “Tunggu pi hasil olah TKP dari kepolisian dan damkar, supaya jelas apa pemicu kebakaran ini,” kata salah satu aparat di lapangan.

Petugas pemadam kebakaran butuh waktu cukup lama untuk benar-benar menjinakkan api karena material bangunan yang mudah terbakar dan akses jalan yang sempit. “Kami kerahkan beberapa unit armada, fokus mencegah perambatan dulu ji, baru kemudian pendinginan,” tutur seorang petugas damkar yang ditemui di sela-sela penyemprotan.

Setelah api padam, tampak jelas puing-puing hangus yang menghitam. Rangka kios roboh, atap seng meleleh, dan isi bangunan nyaris tidak bisa diselamatkan. Warga pemilik kios dan rumah hanya bisa menatap kosong, beberapa tak kuasa menahan air mata. Kassian, usaha yang dibangun bertahun-tahun hangus dalam hitungan jam.

Baca Juga: Info Terbaru Penataan Pasar Baru Kendari

Kerugian Kebakaran Lawata Kendari Capai Rp100 Juta

Dari data awal yang dihimpun di lokasi, total kerugian akibat Kebakaran Lawata Kendari ini ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Angka ini masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah setelah pendataan detail selesai dilakukan. “Kerugian kurang lebih seratus juta, itu baru perkiraan awal ji, nanti kami data ulang pi bersama pemilik kios dan rumah,” ujar seorang petugas yang bertugas mencatat kerusakan.

Kerugian tersebut meliputi bangunan fisik kios, rumah, serta barang dagangan yang tidak sempat diselamatkan. Situasi seperti ini menjadi pukulan berat bagi para pemilik yang menggantungkan hidup dari usaha kecil di kawasan Lawata. Warga sekitar juga mengaku khawatir, karena kebakaran di kawasan padat penduduk seperti ini bisa saja terulang jika kewaspadaan tidak ditingkatkan.

Warga Lawata Kendari Diimbau Waspada Kebakaran

Pasca kebakaran, aparat kelurahan dan pihak terkait mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama soal instalasi listrik dan penggunaan kompor. “Jangan abaikan kabel yang sudah tua, segera ganti, dan kalau mau keluar rumah pastikan kompor dan listrik dalam kondisi aman toh,” pesan salah satu tokoh masyarakat yang ikut menenangkan warga.

Di tengah duka ini, solidaritas warga Lawata terlihat begitu kuat. Tetangga saling membantu mengumpulkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Ada yang menyumbang makanan, ada yang menyiapkan tempat tinggal sementara. Mantap djiwa, semangat gotong royong masih hidup di Kota Lulo ini, Bosku!

Pemerintah kota diharapkan segera turun tangan memberikan bantuan darurat dan solusi jangka panjang bagi para korban. Bukan cuma bantuan sembako, tapi juga pendampingan untuk memulai usaha lagi. “Jangan dibiarkan mereka berjuang sendiri ji, perlu ada program pemulihan ekonomi untuk korban kebakaran seperti di Lawata ini,” ungkap salah satu pengamat kebijakan kota yang dihubungi terpisah.

Baca Juga: Agenda MTQ dan Kegiatan Keagamaan di Kendari

Warga Kota Lulo, kejadian Kebakaran Lawata Kendari ini jadi alarm keras buat kita semua. Aih, jangan tunggu ada api besar mi baru panik. Cek instalasi listrik, tata ulang kompor, dan siapkan alat pemadam sederhana di rumah dan kios. Daripada menyesal belakangan, lebih baik waspada sekarang, toh?

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan