Beritakotakendari.com – Kadin Sultra bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Rakor persiapan Musyawarah Provinsi (Musprov) digelar resmi, suasananya bagai "rapat akbar" pengusaha se-Sulawesi Tenggara. Warga Kota Lulo, sejak pagi suasana di salah satu hotel di pusat Kota Kendari ini sudah hiruk-pikuk, parkiran penuh, jas necis bertebaran, dan obrolan ekonomi menggema di setiap sudut ruangan. Aih, ngeri, serasa ruang komando ekonomi Sultra lagi dikunci di satu tempat mi!
Rakor Kadin Sultra Jelang Musprov: Suasana Panas tapi Elegan
Sobat Kendari, dari pantauan langsung reporter lapangan paling heboh se-Sultra ini, rakor Kadin Sultra jelang Musprov digelar dengan format resmi dan tertib, tapi hawa persaingannya berasa juga ji, toh. Para pengurus Kadin kabupaten/kota se-Sultra duduk berjejer rapi, ada yang sibuk mencatat, ada yang berbisik-bisik taktis, ada pula yang bolak-balik cek handphone, mungkin koordinasi dengan tim di daerahnya.
Di bagian depan, jajaran pengurus Kadin Sultra memaparkan agenda utama: finalisasi tata tertib Musprov, penetapan jadwal teknis, hingga mekanisme pencalonan ketua. Alarm bahaya politik dagang kepentingan mungkin terdengar di kepala para peserta, tapi di ruangan ini semua dibungkus kalimat manis: "demi kemajuan dunia usaha Sulawesi Tenggara". Mantap djiwa!
Sekilas dari podium, beberapa perwakilan daerah seperti dari Kolaka, Konawe, dan Baubau, tampak bergantian angkat tangan, mengajukan usulan yang cukup tajam. Namun suasana tetap adem, moderator gesit menjaga ritme, jadi tidak sampai ricuh ji. Tenang mi, aman ji itu barang, belum ada lempar kursi, cuma lempar argumen saja.
Baca Juga: Update Panas dari Pemkot Kendari Soal Investasi Baru
5 Poin Kunci Rakor Kadin Sultra yang Bikin Musprov Makin Sengit
Warga Kota Lulo, biar kamu tidak ketinggalan info dan cuma jadi penonton di pinggir lapangan, ini lima poin kunci rakor Kadin Sultra yang berhasil kami rangkum langsung dari TKP:
- Penegasan Jadwal Musprov
Dalam rakor, pengurus menegaskan kembali target pelaksanaan Musprov dalam waktu dekat. Tanggal pastinya disepakati untuk memudahkan persiapan akomodasi dan kehadiran pengurus dari seluruh kabupaten/kota. "Jangan molor-molor lagi, nanti dunia usaha yang rugi," kurang lebih begitu nada beberapa peserta. Situasi senam jantung, semua mau cepat tapi tetap tertib prosedur. - Pembahasan Tata Tertib Pemilihan
Ini bagian paling tegang. Aturan main pemilihan ketua Kadin Sultra jadi sorotan, mulai dari syarat dukungan, mekanisme voting, hingga hak suara daerah. Tiap kata di draft tatib dibaca pelan, dikoreksi, dinegosiasikan. Aih, nda ada obatnya, detil sekali, tapi memang di sinimi titik krusial Musprov. - Sinkronisasi Data Keanggotaan
Rakor juga membahas validasi data anggota sah yang berhak terlibat dalam Musprov. Beberapa daerah minta waktu tambahan untuk meng-update data pengusaha di wilayahnya. "Tunggu pi sampai valid, supaya tidak ada yang merasa dianaktirikan," ujar salah satu peserta. Kassian kalau ada pengusaha yang sudah lama aktif tapi tidak terdata toh. - Komitmen Netralitas dan Kondusifitas
Meski aroma persaingan kursi ketua mulai tercium di lorong-lorong hotel, secara resmi forum menegaskan komitmen menjaga kondusifitas. Pengurus menekankan Musprov bukan ajang pecah-belah, tapi pemersatu kekuatan ekonomi Sultra. Weh, menyala abangku, kalau janji politik Kadin ini betul-betul dijaga sampai hari H. - Rencana Kerja Pasca-Musprov
Uniknya, bukan cuma soal siapa jadi ketua, tapi juga ke mana Kadin Sultra mau dibawa setelah Musprov. Ada diskusi tentang penguatan UMKM, hilirisasi tambang, hingga peluang investasi di sektor pariwisata Teluk Kendari dan sekitarnya. Di sinimi warga Kendari ikut berharap, jangan cuma ramai di Musprov, tapi ada dampak nyata di pasar-pasar, mulai dari Pasar Baru sampai Wuawua. Baca Juga: Hiruk Pikuk Ekonomi di Pasar Baru Kendari
Dinamika Politik Ekonomi di Balik Musprov Kadin Sultra
Bicara jujur ji, Bosku, di balik rakor yang rapi dan formal, dinamika politik ekonomi jelas terasa. Beberapa nama calon ketua Kadin Sultra mulai beredar dari meja ke meja. Ada yang diisukan didukung kuat pengusaha tambang, ada yang digadang-gadang jadi jagoan sektor jasa, ada pula yang digembar-gemborkan sebagai "wakil UMKM".
Namun secara resmi, belum ada deklarasi terbuka dalam rakor ini. Semua masih bermain cantik, lobi-lobi di selasar hotel, di area coffee break, atau di parkiran sambil merokok. Aih, kalau dinding bisa bicara, mungkin sudah viral semua pembicaraan mereka. Tapi di podium, kalimatnya tetap indah: kebersamaan, sinergi, dan kemajuan daerah.
Warga Kota Lulo pantas memantau ketat proses ini, toh Musprov Kadin Sultra bukan sekadar urusan elit jas dan dasi. Keputusan yang lahir dari forum ini akan berimbas ke arah investasi, peluang kerja, sampai geliat UMKM di Mandonga, Poasia, sampai Ranomeeto. Baca Juga: Sorotan Ekonomi Mandonga dan Pusat Perbelanjaan Kendari
Harapan untuk Kadin Sultra dari Kendari sampai Pelosok
Saudara-saudaraku, di luar ruang rakor yang dingin AC-nya ini, ada pedagang kecil di pasar, sopir angkot, nelayan di pesisir, dan anak muda pencari kerja yang ikut menggantungkan harapan pada kinerja Kadin Sultra. Mereka mungkin tidak hadir di ruangan, tapi merasakan dampaknya nanti.
Makanya, warga berharap Musprov nanti bukan cuma ajang rebut kursi. Harus ada program konkret: pendampingan legal usaha, akses permodalan yang jelas, pelatihan digital marketing, sampai dukungan ke event besar seperti MTQ atau festival kota yang bisa menarik wisatawan dan perputaran uang. Kalau Kadin Sultra bisa gandeng Pemkot Kendari dan Pemprov Sultra jalan bareng, waduh, ekonomi Kota Lulo bisa melompat mi.
Jadi, Sobat Kendari, tunggu pi perkembangan selanjutnya. Rakor hari ini baru pemanasan, alarm bahaya sekaligus alarm harapan sudah berbunyi. Tim Beritakotakendari.com akan terus berjaga di garis depan informasi, menunggu pi Pak Wali, pengusaha besar, sampai pelaku UMKM angkat bicara. Pantau terus, jangan ketinggalan, karena babak utama Musprov Kadin Sultra bisa jadi salah satu episode terseru dunia ekonomi Sulawesi Tenggara tahun ini. Astaga, siap-siap senam jantung lagi!





