Beritakotakendari.com – Hujan Lebat Kendari bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Langit mendung tebal, angin mulai kencang, suasana di Kendari, Kolaka sampai Wakatobi berubah jadi mode waspada total. Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung di tengah jalan yang mulai becek, mengabarkan situasi yang bikin jantung senam ini ji, sambil tetap tenang toh, karena info resmi dari BMKG sudah kita kantongi.
Peringatan Dini Hujan Lebat Kendari, Kolaka, hingga Wakatobi
Sobat Kendari, menurut data prakiraan resmi BMKG, potensi hujan lebat disertai angin kencang berpeluang melanda wilayah Kota Kendari, sebagian Kabupaten Kolaka, juga kawasan pesisir Wakatobi dalam periode 1–3 hari ke depan. Aih, ngeri! Intensitas hujan diperkirakan sedang hingga lebat, dengan durasi yang bisa terjadi dari siang sampai malam hari, tergantung pola awan konvektif yang terbentuk di atas perairan dan pegunungan Sulawesi Tenggara.
Di beberapa titik pantauan, seperti kawasan Bypass Kendari, Bundaran Tapak Kuda, dan jalur menuju Pelabuhan Bungkutoko, langit terlihat menghitam, tanda awan hujan sudah berkumpul mi di atas kepala kita. Warga mulai mengamankan barang-barang di teras rumah, pedagang kaki lima menurunkan tenda, dan pengemudi ojek online memasang jas hujan standby, kassian kalau tiba-tiba diguyur deras di tengah jalan.
Baca Juga: Update Lalu Lintas Mandonga Saat Cuaca Ekstrem
Dampak Hujan Lebat Kendari: Banjir, Pohon Tumbang, dan Listrik Padam
Weh, menyala abangku! Kalau bicara Hujan Lebat Kendari, ingatan warga langsung melayang ke beberapa kejadian banjir langganan. Kawasan seperti Anduonohu, Lepo-Lepo, dan sekitar Pasar Basah Mandonga sering jadi langganan genangan kalau hujan lebat turun lebih dari dua jam. Situasi begini bikin waswas ji, apalagi kalau air selokan sudah penuh dan meluap ke badan jalan.
Angin kencang yang menyertai hujan juga bisa memicu pohon tumbang dan gangguan jaringan listrik. Di Jalan MTQ, misalnya, beberapa tiang listrik dan pepohonan besar berdiri dekat badan jalan. Kalau angin kencang datang bertubi-tubi, potensi kabel tertarik atau dahan pohon patah itu nyata sekali toh. Warga diminta agar tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan lebat, ini penting sekali mi demi keselamatan.
Kalau melihat rekam data beberapa bulan terakhir, BMKG mencatat peningkatan frekuensi hujan sedang hingga lebat terutama pada siang dan sore hari. Jadi, yang sering beraktivitas luar rumah di jam-jam itu, siap-siap ji payung, jas hujan, dan plastik pelindung gadget. Jangan sampai HP mati total gara-gara kehujanan, kassian sekali.
Baca Juga: Info Terbaru Penataan Pasar Baru di Kendari
Situasi Terkini di Lapangan: Reporter Standby di Tengah Hujan
Saudara-saudaraku, saat laporan ini diketik langsung dari trotoar dekat kawasan MTQ Kendari, rintik hujan mulai berubah jadi deras. Kendaraan roda dua tampak memperlambat laju, mobil-mobil menyalakan lampu hazard saat melintas di tikungan yang licin. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, tapi tetap harus tenang dan fokus berkendara mi.
Beberapa pengendara yang sempat saya wawancara kilat bilang, “Macet mi kalau hujan begini, tapi mau bagaimana toh, kerja tetap jalan.” Itu realita warga Kota Lulo, Bosku. Hujan deras bukan alasan berhenti total, tapi justru memaksa semua orang makin waspada di jalan. Di beberapa gang perumahan, anak-anak terlihat masih main hujan-hujanan, padahal orang tua sudah teriak dari dalam rumah, “Masuk pi dulu, angin kencang itu!”
Imbauan Resmi: Waspada, Tapi Jangan Panik Ji
BMKG dan BPBD Kota Kendari mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir cepat (flash flood), longsor di wilayah berbukit, dan gelombang tinggi bagi nelayan kecil di sekitar perairan Kendari dan Wakatobi. Nelayan diminta menunda pi keberangkatan ke laut jika kecepatan angin dan tinggi gelombang di atas standar aman. Nyawa lebih penting, Bosku, hasil tangkapan bisa dikejar besok lagi toh.
Untuk warga di pemukiman padat, terutama yang dekat bantaran sungai atau drainase utama, penting sekali memastikan saluran air tidak tersumbat sampah. Jangan buang sampah sembarang di selokan, itu biang kerok utama air meluap mi ke jalan dan rumah. Kalau sudah banjir, susah ji, semua ribet: perabot terendam, lantai kotor, anak-anak tidak bisa sekolah, dan akses jalan terganggu.
Tips Aman Menghadapi Hujan Lebat Kendari
Biar tidak cuma panik tanpa arah, ini beberapa langkah antisipasi yang direkomendasikan pihak berwenang dan relawan kebencanaan di Kendari:
- Cek atap dan talang rumah sebelum hujan makin rutin. Pastikan tidak bocor dan talang tidak tersumbat.
- Simpan dokumen penting (ijazah, KTP, sertifikat) di tempat yang lebih tinggi dan kedap air.
- Siapkan tas darurat berisi pakaian ganti, obat-obatan, senter, dan power bank jika sewaktu-waktu harus mengungsi.
- Hindari berkendara kencang saat hujan deras. Jalan licin dan jarak pandang terbatas itu kombinasi berbahaya, aih ngeri!
- Ikuti info resmi dari BMKG, BPBD, dan Pemkot Kendari, jangan cepat percaya hoaks di grup WA keluarga.
Baca Juga: Agenda Resmi Pemkot Kendari Saat Musim Hujan
Kolaka dan Wakatobi Juga Siaga, Bukan Kendari Saja
Bukan cuma Hujan Lebat Kendari yang jadi sorotan, Bosku. Di Kolaka, khususnya wilayah pesisir dan dataran rendah dekat sungai, warga juga diminta siaga menghadapi potensi luapan air. Di Wakatobi, ancamannya bukan hanya hujan, tapi juga angin kencang dan gelombang tinggi yang bisa mengganggu aktivitas wisata bahari dan penyebrangan antarpulau.
Beberapa pelaku wisata di Wakatobi mengaku sudah menyiapkan skenario kalau cuaca buruk berlanjut: jadwal diving diatur ulang, trip ke pulau-pulau kecil disesuaikan dengan prakiraan cuaca harian. Tenang saja, aman ji kalau semua patuh sama panduan keselamatan. Yang penting, jangan memaksa ke laut saat peringatan dini sudah dikeluarkan mi.
Penutup: Waspada Bersama, Jaga Kota Lulo Tetap Tangguh
Warga Kota Lulo, ini situasi yang harus kita sikapi sama-sama dengan kepala dingin. Hujan Lebat Kendari dan angin kencang di Kolaka serta Wakatobi bukan hal main-main, tapi bukan juga kiamat toh. Selama kita patuh imbauan, menjaga lingkungan, dan saling mengingatkan, insyaallah semua bisa dilalui.
Astaga, langit di atas Kendari makin gelap lagi ni, tanda hujan berikutnya mau datang pi. Reporter lapangan pamit dulu mengamankan peralatan, tapi pantau terus update cuaca dan kondisi lapangan hanya di portal kesayangan ta. Mantap djiwa, tetap hati-hati di jalan, Bosku!






Average Rating