Beritakotakendari.com – FK UHO Kendari bikin geger satu Aceh Tamiang mi, Bosku! Tim medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo ini turun langsung layani ratusan warga, seolah-olah lapangan berubah jadi rumah sakit darurat berjalan. Aih, Warga Kota Lulo, suasana di lokasi benar-benar seperti “lautan pasien” yang berharap sembuh, tapi tetap penuh senyum dan harapan.
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung ji di Aceh Tamiang, mengikuti setiap langkah tim FK UHO Kendari yang datang jauh-jauh dari Kendari. Mereka bawa misi kemanusiaan, bukan main-main toh: cek kesehatan gratis, edukasi kesehatan, sampai layanan medis spesialis untuk warga yang selama ini susah akses dokter.
FK UHO Kendari Jalankan Program Kemanusiaan di Aceh Tamiang
Astaga, dari pagi buta mi antreannya terbentuk, Bosku. Di halaman lokasi pelayanan kesehatan, terlihat ratusan warga mengular, sebagian datang sekeluarga. Ada yang menggendong anak, ada juga lansia yang dituntun pelan-pelan. Situasi senam jantung tapi haru, karena kehadiran tim FK UHO Kendari ini seperti oase kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas.
Tim terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dosen, dan mahasiswa koas yang semua pakai rompi dan jas putih menyala, weh, menyala abangku! Mereka membuka beberapa pos: pemeriksaan umum, pemeriksaan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, pemeriksaan ibu dan anak, sampai layanan konsultasi gizi. Baca Juga: Aksi Sosial Tenaga Kesehatan di Kendari untuk bandingkan bagaimana pola pelayanan di Kota Lulo dengan di Aceh Tamiang ini.
Menurut keterangan panitia lokal yang ditemui di lapangan, ratusan warga ini berasal dari berbagai desa sekitar. Banyak di antara mereka yang jarang sekali diperiksa dokter karena jarak dan biaya. Di sinilah FK UHO Kendari ambil peran, hadir bawa semangat pengabdian dari Timur untuk Saudara-saudara kita di ujung Sumatra. Mantap djiwa!
Ratusan Warga Dilayani, Suasana Macam Posko Medis Raksasa
Warga Kota Lulo, bayangkan mi: tenda-tenda besar berdiri, meja pemeriksaan berderet, peralatan medis tersusun rapi, dan suara panggilan nama pasien berkumandang tanpa henti. Setiap sudut penuh aktivitas. Anak-anak dicek berat badan dan tinggi, orang tua diperiksa tekanan darah, sementara ibu-ibu sibuk konsultasi soal kesehatan keluarga.
Seorang ibu yang kami wawancarai mengaku sudah lama sakit kepala dan pegal, tapi baru kali ini bisa diperiksa lengkap tanpa harus keluar biaya besar. “Syukur mi ada dokter dari Kendari datang, kami bisa tahu tekanan darah dan gula darah,” begitu kira-kira ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Aih, dengar cerita begini bikin hati kita lembut ji, kassian.
Di sisi lain, mahasiswa kedokteran UHO tampak serius namun tetap ramah, menyapa pasien satu per satu. Mereka bukan cuma periksa, tapi juga menjelaskan pelan-pelan cara minum obat, pola makan sehat, sampai pentingnya rutin kontrol. Edukasi kesehatan ini yang sering terlupakan toh, padahal kunci mencegah penyakit jangka panjang.
Sinergi FK UHO Kendari dan Warga Aceh Tamiang, Deh Nda Ada Obatnya!
Program kemanusiaan ini bukan sekadar datang, bagi-bagi obat, lalu pulang pi begitu saja. Dari pantauan langsung di lokasi, jelas terlihat ada sinergi kuat antara FK UHO Kendari, pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat. Mereka koordinasi mulai dari penyiapan lokasi, pendataan warga yang paling membutuhkan, sampai distribusi obat agar tepat sasaran.
Koordinator tim menjelaskan, misi ini juga bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi apa yang terjadi di Aceh Tamiang ini akan jadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kampus di Kendari. Data kesehatan warga yang dikumpulkan bisa dipakai untuk riset, supaya ke depan program seperti ini lebih tepat sasaran lagi. Baca Juga: Program Pengabdian UHO di Kota Kendari yang tidak kalah heboh dan menyentuh masyarakat kecil.
Deh, nda ada obatnya semangat para dokter muda ini. Di tengah cuaca panas menyengat, mereka tetap sigap melayani, senyum tidak lepas dari wajah. Sesekali mereka bercanda kecil dengan pasien supaya suasana tidak tegang. “Tenang saja, aman ji ini suntikan,” kata salah satu dokter sambil menenangkan anak yang takut jarum. Suasana langsung cair, warga pun merasa lebih dekat dan percaya.
Dukungan dari Kendari Sampai Pemkot, Menyala Abangku!
Sobat Kendari dan Saudara-saudaraku di Kota Lulo, misi kemanusiaan seperti ini biasanya tidak berdiri sendiri toh. Ada dukungan logistik, peralatan, dan moral dari berbagai pihak, termasuk jaringan alumni serta pejabat asal Sulawesi Tenggara yang kerja di luar daerah. Walau kali ini fokus di Aceh Tamiang, gaungnya terasa sampai di Kendari.
Bukan tidak mungkin pi, ke depan kolaborasi seperti ini diperluas, misalnya sinergi dengan program kesehatan di pasar-pasar tradisional di Kendari, atau integrasi dengan gerakan hidup sehat yang sedang digencarkan pemerintah kota. Baca Juga: Program Kesehatan di Pasar Baru Kendari untuk lihat bagaimana model pelayanan serupa bisa diterapkan di pusat keramaian.
Aih, warga di Aceh Tamiang yang kami temui menyampaikan terima kasih berulang kali. Mereka tidak menyangka ada kampus dari Kendari yang rela tempuh jarak jauh demi kesehatan mereka. Ini jadi bukti bahwa semangat kemanusiaan tidak kenal batas daerah. Dari Kendari untuk Nusantara, dari FK UHO Kendari untuk Aceh Tamiang, menyala mi saudara-saudara!
Dampak Nyata dan Harapan Lanjutan Program FK UHO Kendari
Dari pantauan di lapangan, dampak langsung paling terasa tentu saja adalah ratusan warga yang akhirnya dapat layanan kesehatan layak, gratis, dan relatif lengkap. Tapi dampak jangka panjangnya lebih dalam lagi ji: warga jadi lebih paham pentingnya cek kesehatan rutin, pola makan sehat, dan pengendalian penyakit kronis.
Selain itu, hubungan emosional antara tenaga kesehatan dan masyarakat terbentuk dengan kuat. Ini bisa jadi jembatan jika ke depan mau dibuat program lanjutan, misalnya pemeriksaan berkala, pelatihan kader kesehatan di desa, atau kerja sama lintas daerah. Di Kendari sendiri, pola pengabdian seperti ini bisa diadopsi untuk wilayah yang masih minim akses kesehatan. Baca Juga: Inisiatif Kesehatan Pemkot Kendari di Kecamatan Poasia untuk melihat bagaimana pemerintah kota mengupayakan layanan serupa.
Warga Kota Lulo, kegiatan ini juga mengangkat nama Kendari di tingkat nasional. Bukan cuma soal pariwisata dan kuliner saja yang bisa dibanggakan, tapi juga kepedulian sosial dan kapasitas akademik. Aih, kalau begini caranya, generasi dokter dari FK UHO Kendari siap tempur ji hadapi tantangan kesehatan di mana saja.
Jadi, kalau ada yang tanya, “Benarkah mi dokter dari Kendari sampai ke Aceh Tamiang?” Jawab langsung toh: iya, bukan cuma datang, tapi menggebrak dengan program kemanusiaan yang betul-betul menyentuh hati dan raga. Mantap djiwa!





Average Rating