Beritakotakendari.com – Es Teler KONI bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Di tengah panasnya cuaca siang sampai sore, lapak sederhana di kawasan KONI Lama ini lagi-lagi diserbu lautan manusia yang haus dan penasaran. Astaga, dari pelajar, pegawai kantor, sampai driver ojol, semua tumplek-blek antre demi satu gelas es teler legendaris yang dari dulu sampai sekarang tetap jadi andalan untuk melepas dahaga.
Reporter Beritakotakendari.com langsung turun lapangan, berdiri persis di dekat gerobak Es Teler KONI yang melegenda ini. Suasana riuh, suara blender meraung, sendok beradu sama gelas plastik, dan panggilan pelanggan yang tidak putus-putus. Aih, ngeri, benar-benar situasi senam jantung untuk penjualnya, tapi membahagiakan ji buat warga Kota Lulo yang haus manis-manis seger.
Es Teler KONI, Legenda Haus-halus di Tengah Kota Kendari
Lokasinya masih di sekitar kawasan KONI Lama, jantung keramaian warga yang sering olahraga sore, nongkrong, atau sekadar lewat pulang kerja. Dari jauh saja sudah kelihatan, antrian mengular seperti ular naga panjang, tanda bahwa Es Teler KONI belum tergeser meski sudah banyak minuman kekinian berseliweran.
Penjualnya sigap, tangan kiri pegang sendok, tangan kanan pegang gelas, mata awasi antrean. “Tenang mi, semua kebagian,” katanya singkat ketika diserbu pesanan. Warga yang antre tampak santai, sambil bercanda dan foto-foto. Weh, menyala abangku, minuman lokal rasa bintang lima!
Di dalam satu gelas es teler, terlihat potongan alpukat, kelapa muda, nangka, cincau, dan tambahan sirup serta susu kental manis. Kombinasi klasik yang tidak neko-neko, tapi rasanya, deh, nda ada obatnya! Banyak pelanggan bilang, rasa manisnya pas, tidak bikin eneg, dan esnya cukup banyak untuk menaklukkan panas Kota Kendari.
Baca Juga: Kuliner Malam di MTQ Kendari yang Selalu Ramai
5 Fakta Es Teler KONI yang Bikin Tetap Jadi Idola
Sobat Kendari dan warga Kota Lulo, berikut lima fakta lapangan yang berhasil dihimpun reporter di lokasi, kenapa Es Teler KONI tetap jadi idola sampai hari ini.
1. Rasa Konsisten dari Tahun ke Tahun
Banyak pelanggan lama mengaku sudah beli sejak masih sekolah. Sekarang sudah kerja, bahkan ada yang sudah punya anak, tetap kembali ke Es Teler KONI. “Rasanya masih sama ji, toh, tidak berubah. Ini yang bikin kita balik terus,” ujar seorang pelanggan yang mengaku sering beli setiap akhir pekan.
Konsistensi rasa ini jadi senjata utama. Tidak ikut-ikutan tren topping aneh-aneh, tapi menjaga cita rasa yang sama. Aih, dalam dunia kuliner, konsistensi itu mahal, Bosku!
2. Harga Masih Bersahabat di Kantong
Di tengah harga bahan pokok yang kadang naik turun bikin pusing, harga Es Teler KONI masih terbilang ramah. Warga bilang, dengan uang yang tidak sampai menguras dompet, sudah bisa dapat gelas besar isi padat buah dan es. “Aman ji di kantong anak kos,” kata seorang mahasiswa yang antre sambil tertawa.
Bandingkan dengan minuman kekinian di kafe atau pusat perbelanjaan yang satu gelas bisa dua kali lipat lebih mahal. Di sini, rasa tetap bintang lima, harga kelas merakyat. Mantap djiwa!
3. Lokasi Strategis Dekat Pusat Keramaian
Posisi Es Teler KONI yang berada di sekitar KONI Lama menjadikannya titik singgah wajib. Banyak yang baru selesai olahraga, langsung singgah di sana. Ada juga yang baru pulang dari kantor pemerintahan atau pertokoan sekitar.
Apalagi jalurnya sering dilalui warga yang mau ke arah pusat kota, Mandonga, atau kawasan MTQ. Jadi, singgah sebentar beli es teler rasanya sudah jadi ritual harian. Baca Juga: Suasana Sore Hari di Kawasan MTQ Kendari
4. Suasana Antrian Jadi Tempat Nongkrong Dadakan
Antri di Es Teler KONI bukan cuma soal menunggu minuman jadi, tapi juga jadi ajang temu kangen. Banyak teman lama yang tiba-tiba ketemu di antrian. “Eh, ko di sini juga di? Lama nda ketemu!” begitu kira-kira percakapan yang sering terdengar.
Situasi santai, orang bercanda, dan sesekali foto-foto buat konten media sosial. Inilah yang membuat Es Teler KONI tidak sekadar jual minuman, tapi juga jual suasana. Aih, lengkap sudah paket bahagianya.
5. Viral di Medsos, Tapi Tetap Sederhana
Belakangan, nama Es Teler KONI makin sering muncul di media sosial. Banyak konten kreator lokal bikin review, story, sampai vlog. Namun begitu, wujud lapak dan cara jualannya masih sederhana, tidak berubah jadi kafe mewah.
Ini yang justru bikin orang tambah cinta. “Biar viral mi, tapi tetap begini ji, sederhana,” komentar salah satu warga. Sederhana, tapi kualitas rasa dan pelayanan tidak menurun, malah makin cepat dan terorganisir.
Warga Kota Lulo Kompak: “Tidak Lengkap Sore Tanpa Es Teler KONI”
Saudara-saudaraku, dari pantauan langsung di lokasi, bisa disimpulkan satu hal: bagi banyak warga Kendari, sore hari terasa kurang lengkap tanpa mampir atau minimal pesan lewat layanan antar untuk Es Teler KONI. Ada yang pesan untuk keluarga di rumah, ada yang bawa pulang untuk teman kantor.
“Kalau cuaca panas begini, nda ada lain, Es Teler KONI mi solusinya,” ujar seorang ibu rumah tangga yang datang bersama anak-anaknya. Kassian, anak-anak sampai melonjak girang begitu gelas es teler sampai di tangan.
Baca Juga: Kuliner Kaki Lima Favorit di Pasar Baru Kendari
Penjual: “Tenang Mi, Aman Ji Stoknya”
Saat ditanya soal stok dan jam buka, penjual dengan senyum lebar menjelaskan mereka berusaha selalu siap melayani sampai bahan habis. “Tunggu pi sedikit kalau lagi ramai, tapi kita usahakan cepat,” ujarnya sambil tetap meracik pesanan.
Meski begitu, warga diimbau datang agak lebih awal kalau tidak mau kehabisan. Sebab, kalau lagi akhir pekan atau habis acara di sekitaran KONI dan MTQ, antrian bisa dua kali lebih panjang. Aih, situasi begini bikin kita sadar, kekuatan kuliner lokal Kendari memang toh luar biasa.
Bagi Sobat Kendari yang belum pernah coba, mungkin ini saatnya ikut antre dan merasakan langsung sensasi segar manis yang legendaris itu. Es teler boleh banyak di mana-mana, tapi rasa dan suasana di Es Teler KONI ini, deh, kayanya tidak tergantikan.






Average Rating