Beranda / Peristiwa / E-Parkir Kendari: 5 Fakta Geger Pungli Parkir

E-Parkir Kendari: 5 Fakta Geger Pungli Parkir

Situasi E-Parkir Kendari di area parkir pusat kota
0 0
Read Time:3 Minute, 43 Second

Beritakotakendari.comE-Parkir Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara lagi siaga di titik parkir pusat kota, suasananya betul-betul senam jantung! Sistem sudah digital, pakai aplikasi dan karcis elektronik, tapi di lapangan masih saja ada aroma pungutan liar yang menyengat, aih ngeri mi!

E-Parkir Kendari Masuk, Tapi Pungutan Liar Masih Jalan

Warga Kota Lulo, di beberapa titik parkir pusat keramaian Kendari, mulai dari kawasan perbelanjaan hingga ruas jalan sibuk, sudah dipasang sistem E-Parkir Kendari. Secara teori, semua harusnya tercatat rapi: berapa jam parkir, berapa tarif resmi, masuk ke kas daerah dengan transparan. Di atas kertas, indah ji toh.

Tapi di lapangan, Astaga, lain cerita! Sejumlah pengendara yang ditemui mengaku masih dimintai uang parkir tanpa karcis resmi. Ada yang mengaku ditarik dua kali: satu versi elektronik, satu lagi versi “manual” tanpa bukti. Di? Ini yang bikin situasi makin panas, karena tujuan awal E-Parkir untuk memberantas pungli justru terasa belum maksimal.

Seorang pengendara motor yang kami temui di dekat pusat kota mengeluh, “Sudah bayar lewat E-Parkir mi, tapi masih diminta lagi ji uang kecil, katanya untuk mereka. Kita serba salah toh, mau marah takut ribut, mau bayar terus juga berat di kantong.” Kassian, warga yang niatnya cuma mau parkir sebentar, ujung-ujungnya tekor.

Baca Juga: Sorotan Keras Soal Penataan Parkir di Mandonga

5 Fakta Mencekam Soal E-Parkir Kendari dan Pungli

Weh, menyala abangku! Dari hasil pemantauan di lapangan dan rangkuman dari berbagai sumber, inilah lima poin yang lagi panas-panasnya diperbincangkan soal E-Parkir Kendari dan dugaan pungutan liar:

  1. Tarif Resmi vs Tarik-Tambahan
    Tarif resmi sudah diatur, tapi pengendara mengaku kadang masih di-“tembak” tarif lebih tinggi tanpa penjelasan. Ada yang diminta bayar parkir harian padahal parkirnya cuma beberapa jam ji.
  2. Karcis Elektronik Tak Selalu Dikeluarkan
    Di beberapa titik, petugas tidak langsung menggunakan perangkat E-Parkir. Kadang karcis elektronik tidak diberikan sama sekali. Di sini ruang gelap pungli bisa bermain, Bosku.
  3. Pengawasan Masih Longgar
    Pengawasan dari instansi terkait dikeluhkan masih belum ketat. Saat ada razia atau sidak, semua rapi mi. Tapi kalau petugas resmi tidak tampak, praktik lama mulai muncul lagi ji pelan-pelan.
  4. Petugas di Lapangan Bingung Aturan
    Beberapa petugas parkir mengaku aturan teknis sering berubah-ubah. Sosialisasi tidak merata, sehingga mereka kadang menjalankan “kebiasaan lama” yang rawan pungli.
  5. Warga Mulai Takut Mengadu
    Banyak pengendara memilih diam, takut ribut di jalan. Mereka takut kalau protes, nanti dipersulit parkir di kemudian hari. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada…

Baca Juga: Rencana Penataan Ulang Parkir di Sekitar Pasar Baru Kendari

Suasana Lapangan: Tegang Tapi Tetap Ramai

Sobat Kendari, suasana di titik-titik parkir strategis ini ibarat lautan kendaraan. Mobil dan motor berjejer, klakson bersahutan, dan di antara itu semua, para juru parkir lalu-lalang mengatur kendaraan. Dari kejauhan tampak beberapa memakai rompi resmi, ada juga yang tampil biasa-biasa ji, tanpa tanda pengenal jelas.

Ketika ditanya soal E-Parkir Kendari, ada juru parkir yang menjawab singkat, “Tunggu pi aturan baru turun lengkap, masih sosialisasi ini. Kita juga cari makan, bos.” Di satu sisi, kita paham ji kebutuhan ekonomi mereka. Tapi di sisi lain, sistem resmi negara harus jalan toh, supaya uang parkir tidak bocor ke mana-mana.

Warga yang antri bayar parkir tampak bingung, “Ini lewat HP kah, atau bayar cash kah?” tanya seorang ibu yang baru turun dari mobil. Kebingungan inilah yang kadang dimanfaatkan oknum nakal untuk menarik pembayaran tanpa prosedur resmi. Situasi senam jantung, karena orang yang tidak paham teknologi bisa jadi korban paling mudah.

Tanggung Jawab Pemkot dan Harapan Warga Kendari

Warga Kota Lulo sekarang menunggu langkah tegas dari Pemerintah Kota Kendari. Sistem E-Parkir Kendari tidak cukup hanya di-launching meriah lalu dibiarkan mengalir begitu saja. Perlu pengawasan rutin, kanal pengaduan yang jelas, serta keberanian menindak oknum yang bandel, baik di lapangan maupun di balik meja.

Pemkot juga diharapkan memperbanyak papan informasi tarif resmi di setiap titik parkir, lengkap dengan nomor pengaduan. Jadi kalau ada petugas yang minta bayaran lebih dari aturan, warga bisa langsung foto, lapor, dan tidak takut lagi. Tenang saja, aman ji kalau sistem pengaduan dibuat melindungi identitas pelapor, toh.

Baca Juga: Langkah Pemkot Kendari Benahi Layanan Publik

Pada akhirnya, Warga Kota Lulo cuma mau satu: parkir yang tertib, tarif jelas, dan uang masuk ke kas daerah secara transparan. Kalau E-Parkir Kendari dijalankan konsisten tanpa celah pungli, PAD naik, kepercayaan publik juga ikut terangkat. Deh, nda ada obatnya kalau semua kompak: pemerintah, petugas, dan warga. Tinggal ditunggu pi sekarang, aksi nyata di lapangan, bukan janji manis di podium.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan