Beranda / Peristiwa / Dapur SPPG Polresta: 3 Fakta Geger Pelayanan 2.500 Warga

Dapur SPPG Polresta: 3 Fakta Geger Pelayanan 2.500 Warga

Suasana peluncuran Dapur SPPG Polresta Kendari melayani 2.500 penerima manfaat
0 0
Read Time:4 Minute, 34 Second

Beritakotakendari.comDapur SPPG Polresta Kendari bikin geger satu Kota Kendari mi, Bosku! Dari halaman Polresta di tengah kota, asap masakan mengepul, kompor menyala berjejer, petugas mondar-mandir sigap, seolah-olah ini markas logistik raksasa di tengah situasi darurat kemanusiaan. Tapi tenang ji, ini bukan bencana, ini kabar baik: dapur sosial Polresta Kendari resmi diluncurkan dengan target fantastis, melayani sekitar 2.500 penerima manfaat. Aih, mantap djiwa!

Reporter Beritakotakendari.com melaporkan langsung dari lokasi, suasana pagi sampai siang betul-betul seperti “lautan bantuan”. Warga, relawan, dan personel kepolisian berbaur. Di? Kalau lewat depan Mapolresta dan tidak lihat aktivitas ini, rugi mi benar.

Dapur SPPG Polresta Kendari Layani 2.500 Penerima Manfaat

Program Dapur SPPG Polresta Kendari ini digagas sebagai dapur umum berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Targetnya bukan main: sekitar 2.500 penerima manfaat akan disentuh secara bertahap, mulai dari warga kurang mampu, pekerja informal yang terdampak ekonomi, sampai komunitas-komunitas rentan di Kota Kendari.

Dari pantauan di lapangan, sistemnya dibuat cukup rapi. Ada tim khusus bagian masak, ada tim distribusi, ada juga tim pendataan. Personel berseragam lengkap berdampingan dengan ibu-ibu yang lincah mengolah bahan makanan. Situasi betul-betul senam jantung, karena semua bergerak cepat agar makanan sampai ke tangan warga dalam kondisi hangat.

Menurut keterangan pejabat Polresta yang ditemui di lokasi, dapur ini bukan sekadar aksi seremonial. Mereka menegaskan bahwa program akan berjalan rutin, menyesuaikan kebutuhan lapangan. “Kita tidak mau nanti hanya ramai di awal, lalu hilang. Ini kita desain untuk jalan terus,” kurang lebih begitu pesannya. Weh, kalau konsisten, ini bisa jadi salah satu program sosial paling menyala di Kota Lulo.

Baca Juga: Program Sosial Polri di Kawasan Mandonga dan Baca Juga: Update Bantuan Pangan Pemkot Kendari untuk melihat bagaimana skema bantuan di kota ini makin terintegrasi.

Suasana Peluncuran Dapur SPPG: Ramai, Terstruktur, Tapi Tetap Guyub

Sejak pagi buta, halaman Polresta Kendari sudah tidak ada obatnya ramainya. Tenda-tenda putih berdiri, meja-meja besar penuh bahan makanan: beras, sayur, lauk pauk, minyak, dan bumbu rempah. Kompor gas berbaris seperti pasukan siap tempur. Aih, ngeri juga lihat skala persiapannya, Saudara-saudaraku!

Petugas dapur terlihat mengenakan celemek dan sarung tangan, mengikuti standar kebersihan. Di satu sisi, ada area plating dan pengemasan makanan yang diatur sedemikian rupa supaya higienis. Di sisi lain, kendaraan dinas dan mobil relawan bersiap sebagai armada distribusi, menunggu perintah jalan. Tenang saja, tertib ji, tidak semrawut.

Warga yang diundang sebagai perwakilan penerima manfaat tampak antusias. Ada yang mengabadikan momen dengan ponsel, ada juga yang hanya berdiri memperhatikan dengan senyum lega. “Alhamdulillah, kalau begini bantuan terus ada toh, kami terbantu sekali,” ujar salah satu warga yang kami jumpai singkat. Kassian, terasa sekali harapan mereka di tengah tekanan ekonomi.

Bagi Sobat Kendari yang sering lewat jalur pusat kota, jangan kaget kalau beberapa hari ke depan suasana di sekitar Polresta lebih ramai dari biasanya. Pastikan berkendara pelan dan tertib, supaya aktivitas sosial ini bisa tetap jalan lancar. Baca Juga: Info Lalu Lintas Terkini di Sekitar Pasar Baru Kendari biar tidak terjebak padatnya kendaraan saat distribusi bantuan.

Peran Dapur SPPG Polresta Kendari untuk Ketahanan Sosial Kota

Dari kacamata kebijakan publik, Dapur SPPG Polresta Kendari ini bisa jadi salah satu pilar ketahanan sosial di Kota Kendari. Di tengah naik-turunnya harga bahan pokok dan dampak ekonomi pasca-pandemi, keberadaan dapur umum seperti ini bagaikan “penjaga ritme” agar warga paling rentan tidak jatuh lebih dalam.

Model dapur umum yang dioperasikan langsung di lingkungan kepolisian juga punya efek psikologis: warga melihat polisi bukan cuma penegak hukum, tapi juga mitra sosial. Astaga, kalau dimaksimalkan, ini bisa meruntuhkan jarak psikologis antara aparat dan masyarakat yang selama ini kadang terasa kaku.

Distribusi diprioritaskan untuk titik-titik yang telah dipetakan sebelumnya. Area permukiman padat, kantong nelayan, hingga pekerja harian berpotensi menjadi sasaran sambungan program ini. Data diolah dari berbagai sumber, termasuk laporan Bhabinkamtibmas dan koordinasi dengan pemerintah kelurahan. Semua diupayakan tepat sasaran, tidak asal bagi.

Kolaborasi dengan Pemkot Kendari dan Komunitas

Weh, menyala kalau bicara soal kolaborasi. Program semacam Dapur SPPG Polresta Kendari hampir pasti tidak bisa jalan besar kalau bergerak sendiri. Di lapangan, terlihat sudah ada jalinan komunikasi dengan pihak Pemkot Kendari dan beberapa komunitas lokal. Tunggu pi waktu berjalan, skala dampaknya bisa makin luas.

Perwakilan pemerintah kota yang hadir memberikan sinyal positif bahwa program semacam ini akan disinergikan dengan agenda penanggulangan kemiskinan dan pengendalian inflasi pangan. Kalau ini sinkron, Sobat Kendari, maka bantuan dari dapur umum bisa menyasar celah-celah yang belum mampu dijangkau program formal pemerintah.

Komunitas relawan juga tampak ikut andil: ada yang bantu packing, ada yang mengarahkan warga, sampai yang sesederhana mengatur antrean. Toh, solidaritas begini yang membuat Kota Lulo selalu punya cerita hangat di tengah segala dinamika. Aih, Kota Kendari ini memang tidak pernah kehabisan energi baik.

Untuk ke depannya, publik tentu akan menunggu konsistensi pelaksanaan. Apakah dapur ini hanya geger di awal, atau benar-benar jadi program jangka panjang. Warga Kota Lulo, mari kita pantau sama-sama dan apresiasi ketika baik, sekaligus mengingatkan kalau ada yang kurang. Tenang, media lokal siap kawal terus.

Bosku, kalau mau tahu bagaimana pola bantuan pangan lain di kota ini diintegrasikan dengan event keagamaan dan budaya, jangan lupa cek juga update soal Info MTQ dan Kegiatan Keagamaan Terbaru di Kendari. Di situ kelihatan bagaimana bantuan sosial dan kegiatan keagamaan bisa saling menguatkan.

Jadi, kesimpulannya: Dapur SPPG Polresta Kendari ini bukan sekadar tempat masak besar-besaran. Ini simbol kehadiran negara sampai ke piring makan warga kecil. Kalau dimanage baik, dijaga transparansi, dan dijalankan dengan hati, program ini bisa jadi role model nasional. Mantap djiwa, semoga konsisten mi terus!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan