Beranda / Peristiwa / Call Center 112: 3 Fakta Geger Prank & Ghost Call

Call Center 112: 3 Fakta Geger Prank & Ghost Call

Suasana ruang kerja Call Center 112 Kendari saat menangani panggilan darurat
0 0
Read Time:5 Minute, 0 Second

Beritakotakendari.comCall Center 112 bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Wartawan lapangan lagi berdiri di depan ruang kendali darurat, suasananya senam jantung mi! Lampu monitor menyala-nyala, telepon berdering tanpa henti, tapi astaga… masih ada 28 persen panggilan yang ternyata prank call dan ghost call, kassian! Kadis Kominfo Kota Kendari pun turun tangan menghimbau warga Kota Lulo supaya bijak ji gunakan nomor darurat ini, nda main-main toh.

Call Center 112 Kendari: Lautan Panggilan, 28% Ternyata Prank & Ghost Call

Sobat Kendari, di ruang kendali Call Center 112 Pemkot Kendari ini, operator berjaga 24 jam non-stop. Setiap bunyi dering itu bisa berarti nyawa taruhannya. Tapi dari data resmi yang diungkap Kadis Kominfo Kota Kendari, sekitar 28 persen panggilan yang masuk justru tercatat sebagai prank call dan ghost call. Aih, ngeri! Itu berarti hampir 3 dari 10 telepon hanya buang-buang waktu petugas darurat.

Prank call adalah panggilan iseng yang sengaja dibuat untuk bercanda, sedangkan ghost call biasanya panggilan yang masuk tapi tidak ada suara sama sekali atau langsung dimatikan tanpa alasan jelas. Di ruang kendali terlihat mi, petugas beberapa kali angkat telepon dengan sigap, tapi begitu disapa, diam ji di seberang sana. Ada yang ketawa-ketawa, ada yang langsung putus. Situasi begini bikin kerja tim kedaruratan jadi berat sekali toh.

Buat yang mau pantau program lain Pemkot, bisa juga cek perkembangan Baca Juga: Update Layanan Publik Pemkot Kendari yang lagi digenjot supaya makin responsif untuk warga Kota Lulo. Dan jangan lupa, kebijakan soal kedaruratan ini juga nyambung dengan tata kelola kota, mirip keseriusan pemerintah waktu atur keramaian di Baca Juga: Info Terbaru MTQ dan Event Akbar di Kendari.

Himbauan Tegas Kadis Kominfo: Bijak Mi Gunakan Call Center 112

Saudara-saudaraku warga Kota Lulo, Kadis Kominfo Kota Kendari menegaskan di hadapan wartawan, penggunaan Call Center 112 itu untuk KEADAAN DARURAT saja. Bukan untuk coba-coba, bukan untuk tes sinyal, apalagi sekadar iseng. Tenaga operator, tim medis, Damkar, dan aparat di lapangan itu terbatas ji. Kalau mereka sibuk tangani telepon palsu, bisa-bisa panggilan warga yang betul-betul butuh bantuan tidak terangkat tepat waktu. Aih, bisa fatal mi akibatnya.

Beliau mengingatkan, kalau ada kondisi seperti kebakaran, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, tindakan kriminal yang mengancam jiwa, atau keadaan medis gawat darurat, barulah hubungi Call Center 112. Kalau hanya mau tanya info umum, jam pelayanan kantor, atau urusan administrasi, itu bukan lewat 112 toh, Bosku. Ada kanal lain, termasuk layanan informasi di website resmi dan kanal media sosial Pemkot Kendari.

Kadis Kominfo juga sedang mengkaji langkah teknis dan regulasi, termasuk kemungkinan pemblokiran nomor yang berulang kali melakukan prank call. Tapi beliau tetap mengedepankan edukasi dulu, supaya warga sadar sendiri. Kita ini kota maju ji, bukan kota yang hobi main-main dengan nomor darurat.

Dampak Prank Call & Ghost Call: Nda Main-Main, Bisa Hambat Penyelamatan Nyawa

Weh, menyala abangku, kalau bicara dampak, ini bukan sekadar angka statistik di layar komputer. Saat petugas Call Center 112 mengangkat telepon yang ternyata prank, di saat yang sama bisa jadi ada warga lain yang lagi panik telepon karena rumahnya terbakar atau keluarganya sesak napas. Kalau saluran sibuk di, respon jadi terlambat pi. Detik-detik itu sangat berharga, Sobat Kendari.

Dampak lainnya, biaya operasional juga membengkak. Operator digaji, sistem komunikasi dijaga 24 jam, listrik, perangkat, semua pakai anggaran negara. Kalau dipakai untuk meladeni panggilan palsu, berarti uang publik yang harusnya untuk pelayanan terbaik malah terbuang percuma. Aih, nda ada obatnya kalau begitu terus.

Belum lagi aspek psikologis petugas. Mereka dilatih untuk selalu siap menghadapi situasi genting, jadi setiap dering telepon membuat adrenalin naik. Kalau yang masuk berkali-kali hanya tawa, diam, atau teriakan iseng, lama-lama bisa mengikis fokus dan mental. Di ruang kendali ini, wartawan melihat sendiri betapa seriusnya wajah para operator saat menjawab tiap panggilan. Nda pantas toh, keseriusan itu dibalas dengan candaan tak bertanggung jawab.

Etika Warga Kota Lulo: Jangan Jadikan Call Center 112 Sebagai Bahan Canda

Warga Kota Lulo! Kita ini dikenal ramah, santai, tapi kalau sudah urusan nyawa, urusan keselamatan, harus tegas mi. Call Center 112 bukan untuk prank. Kadis Kominfo mengajak semua tokoh masyarakat, orang tua, guru, dan komunitas anak muda di Kendari untuk edukasi sejak dini. Anak-anak perlu diajarkan bahwa nomor darurat hanya dipakai ketika keadaan betul-betul gawat.

Orang tua diminta awasi penggunaan ponsel anak. Pastikan mereka tidak sembarang pencet 112 cuma karena penasaran. Guru di sekolah bisa memasukkan edukasi nomor darurat dalam materi pembelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler. Komunitas pemuda dan karang taruna di kelurahan juga bisa ikut kampanye kreatif, misalnya lewat konten media sosial atau mural di lingkungan masing-masing.

Sejalan dengan itu, Pemkot juga terus menyosialisasikan pemanfaatan berbagai kanal resmi, termasuk layanan informasi digital yang mendukung program smart city. Misalnya, untuk urusan pasar dan perdagangan, warga bisa pantau info di Baca Juga: Update Revitalisasi Pasar Baru di Kendari agar tidak lagi menggunakan 112 untuk tanya-tanya hal non-darurat. Jadi jelas mi, mana kanal darurat, mana kanal informasi biasa.

Langkah Ke Depan: Penguatan Sistem dan Edukasi Berkelanjutan

Astaga, situasi ini memang bikin hati campur aduk, tapi bukan berarti tanpa solusi. Menurut penjelasan di lapangan, pemerintah kota bersama Dinas Kominfo akan terus memperkuat infrastruktur Call Center 112, mulai dari peningkatan kualitas jaringan, pelatihan berkala operator, sampai integrasi dengan instansi terkait seperti BPBD, Dinas Kesehatan, dan Kepolisian.

Selain itu, akan ada kampanye berkelanjutan lewat media massa dan media sosial agar kesadaran warga semakin tinggi. Iklan layanan masyarakat, talkshow radio lokal, hingga sosialisasi langsung di kelurahan akan digencarkan. Tujuannya satu: panggilan yang masuk ke Call Center 112 harus benar-benar panggilan darurat, bukan lagi prank atau ghost call.

Jadi, Bosku, mari kita tunjukkan bahwa warga Kendari bisa dewasa dalam menggunakan teknologi. Bijak mi, jangan main-main toh. Kalau lihat teman yang mau iseng telepon 112, tegur langsung. Ingatkan, di balik satu dering telepon, bisa jadi ada satu nyawa yang lagi menunggu pertolongan.

Dari ruang kendali Call Center 112 Kota Kendari yang penuh layar monitor dan bunyi dering yang tak henti, reporter pamit dulu. Tetap waspada, tetap peduli, dan gunakan nomor darurat dengan tanggung jawab ji, Saudara-saudaraku!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan