Beranda / Peristiwa / Brimob Sultra: 3 Fakta Mencekam Sterilisasi Vihara

Brimob Sultra: 3 Fakta Mencekam Sterilisasi Vihara

Brimob Sultra melakukan sterilisasi vihara jelang Imlek 2026 di Kendari
0 0
Read Time:4 Minute, 44 Second

Beritakotakendari.comBrimob Sultra bikin geger positif satu Kota Kendari, Bosku! Jelang Imlek 2026, pas suasana kota Lulo mulai ramai lampion dan dupa beraroma khas, pasukan bersenjata lengkap dari Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara turun langsung sterilisasi dua vihara di Kendari. Aih, suasananya senam jantung tapi menenangkan ji, karena semua demi keamanan umat yang mau sembahyang Imlek.

Warga Kota Lulo yang melintas di sekitar lokasi sempat kaget, “Astaga, ramai mi polisi bersenjata!” Tapi tenang toh, operasi ini memang prosedur standar jelang hari besar keagamaan, supaya tidak ada celah ancaman keamanan sedikit pun.

Brimob Sultra Sterilisasi Dua Vihara di Kendari

Sobat Kendari, dari pantauan langsung di lapangan, personel Brimob Sultra bergerak rapi dan terukur di dua vihara utama di Kota Kendari. Mereka menyisir area parkir, halaman depan, ruang utama ibadah, sampai pojok-pojok yang jarang tersentuh. Situasi terlihat seperti film aksi, tapi semua terkendali ji, prosedural, dan sangat profesional.

Beberapa anggota tampak membawa metal detector, sebagian lagi mengamati atap dan sudut bangunan. Tas-tas yang mencurigakan dicek, pot bunga diangkat, bahkan kolong meja altar pun tidak luput dari pemeriksaan. “Kami pastikan tidak ada barang berbahaya yang bisa mengganggu perayaan Imlek,” begitu kira-kira penegasan dari komandan di lapangan. Weh, menyala abangku, sigap sekali!

Umat yang sedang mempersiapkan perayaan tampak kooperatif. Mereka memberi ruang bagi personel Brimob untuk bekerja. Ada yang lanjut bersih-bersih lilin, ada yang pasang lampion, semua berjalan berdampingan. Suasana hormat dan penuh toleransi begitu terasa, bikin hati adem ji di tengah panas terik Kendari.

Baca Juga: Update Keamanan Malam Tahun Baru di MTQ Kendari

Jelang Imlek 2026: Prosedur Keamanan Super Ketat

Saudara-saudaraku, jelang Imlek 2026 ini, Polda Sultra memang menaikkan level kewaspadaan. Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi jadi barometer keamanan. Makanya, sterilisasi oleh Brimob Sultra ini bukan sekadar seremonial, tapi langkah nyata untuk menutup semua potensi ancaman.

“Kami sweeping sebelum kegiatan puncak dimulai, agar umat bisa beribadah dengan tenang,” begitu garis besar penjelasan aparat di lokasi. Jadi jangan panik mi kalau lihat pasukan lengkap, itu justru tanda negara hadir menjaga. Warga sekitar pun mengaku lega, karena tahu ada pemeriksaan detail sebelum keramaian besar.

Di beberapa titik sekitar vihara, terlihat juga patroli lalu-lintas yang mengatur arus kendaraan. Jangan sampai lautan manusia nanti terhambat macet parah toh. Koordinasi antar-satuan ini yang bikin situasi terkendali tapi tetap hidup, khas Kendari menjelang hari besar.

Baca Juga: Kondisi Lalu Lintas Terkini di Kawasan Pasar Baru

Respons Warga Kota Lulo: Ngeri Mi, Tapi Bikin Tenang Ji

Warga Kota Lulo yang kebetulan lewat, ada yang berdiri dulu sebentar, nonton mi operasi sterilisasi ini. “Aih, ngeri liat senjata lengkap begitu, tapi bagusmi, biar aman toh,” ucap seorang pedagang sekitar lokasi. Mantap djiwa, kesadaran keamanan masyarakat sudah mulai tinggi.

Beberapa umat yang akan sembahyang Imlek juga menyampaikan rasa syukur. Mereka bilang, tahun-tahun belakangan, pengamanan jelang Imlek terasa makin ketat dan rapi. “Dulu kita agak was-was kalau ramai sekali, sekarang sudah percaya ji sama aparat,” kata seorang umat yang sibuk menyusun sesaji.

Kehadiran Brimob Sultra di tengah persiapan Imlek ini sekaligus jadi pesan kuat: Kota Kendari terbuka dan menjamin kebebasan beribadah, tapi dengan payung keamanan yang serius. Di tengah hiruk pikuk isu nasional, pemandangan aparat dan umat bergandengan seperti ini bikin hati sejuk, kassian kalau tidak diapresiasi.

Detail Teknis Sterilisasi: Dari Gerbang Sampai Altar

Dari sisi teknis, sterilisasi dimulai dari perimeter terluar. Anggota Brimob menyapu area parkir, saluran air, sampai pagar pembatas. Setelah itu, barulah mereka bergerak ke pintu masuk, memeriksa setiap sudut yang berpotensi jadi tempat penyimpanan benda berbahaya.

Masuk ke bagian dalam vihara, prosedurnya makin ketat. Ruang utama sembahyang dipindai teliti, kursi dan meja digeser, dekorasi dicek, bahkan langit-langit disorot dengan lampu senter taktis. “Kalau aman di dalam, umat bisa lebih khusyuk, nda was-was pi,” ujar seorang personel sembari melanjutkan pemeriksaan.

Di beberapa titik vital, seperti dekat altar dan pintu darurat, petugas menandai jalur evakuasi untuk antisipasi keadaan darurat. Ini penting sekali, Bosku, karena saat puncak Imlek, jumlah umat bisa membludak sampai lautan manusia!

Sinergi Brimob Sultra, Pengelola Vihara, dan Pemkot Kendari

Operasi ini bukan gerak sendiri-sendiri. Dari keterangan di lapangan, terlihat jelas sinergi antara Brimob Sultra, pengurus vihara, dan unsur Pemkot Kendari. Pengelola rumah ibadah menyediakan akses penuh ke semua ruangan, sementara pemerintah kota mendukung dari sisi koordinasi dan informasi keramaian.

Pihak pemkot disebutkan aktif berkoordinasi soal jadwal puncak ibadah, potensi kepadatan parkir, sampai rekayasa lalu-lintas jika dibutuhkan. “Tunggu pi info resmi jadwal penutupan jalan kalau memang diperlukan, pasti diumumkan,” begitu penjelasan salah satu petugas Dishub yang tampak memantau situasi.

Sinergi seperti ini penting toh, supaya umat yang datang dari luar kecamatan—bahkan luar kota—tidak kebingungan. Terlebih Kendari ini kan kota transit juga, banyak pendatang kerja dan mahasiswa yang merayakan Imlek di sini. Jangan sampai mereka datang cari ketenangan, malah dapat kekacauan. Aih, nda ada obatnya kalau semua kompak begini.

Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Kegiatan Keagamaan

Pascasterilisasi: Kota Lulo Siap Sambut Imlek 2026

Setelah seluruh rangkaian sterilisasi rampung, komandan operasi menyampaikan bahwa kedua vihara yang disisir dinyatakan aman. Itu artinya, lampu hijau mi untuk persiapan akhir menjelang detik-detik pergantian tahun Imlek. Umat bisa fokus pasang lilin, doa, dan berkumpul bersama keluarga.

Warga sekitar pun kembali ke aktivitas normal, tapi dengan rasa aman yang lebih tinggi. “Kalau sudah disterilisasi begini, kita juga sebagai tetangga lebih tenang jaga lingkungan,” ujar seorang pemilik warung di dekat lokasi. Di? Ini namanya kolaborasi keamanan berbasis masyarakat, bukan cuma urusan polisi saja.

Warga Kota Lulo, pesan pentingnya jelas: kalau nanti malam puncak Imlek keliatan ramai aparat, jangan takut mi, itu semua untuk kebaikan bersama. Laporkan ji kalau ada gerak-gerik mencurigakan, jangan tunggu pi kejadian besar baru ribut. Dengan pengamanan ketat dari Brimob Sultra dan dukungan penuh masyarakat, Imlek 2026 di Kendari diharapkan berjalan damai, tertib, dan penuh suka cita. Mantap djiwa!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan