Beritakotakendari.com – Billboard Musprov Kadin bikin geger satu Kota Kendari mi, Bosku! Wartawan lagi liput santai di sekitaran bundaran Kendari Beach, tiba-tiba mata langsung nyangkut di papan raksasa bertuliskan Musprov VIII Kadin Sultra yang jadi bahan perbincangan panas, aih, sampai senam jantung toh Warga Kota Lulo! Malam ini suasana di lapangan terasa tegang tapi penasaran ji, karena Budi Amin akhirnya buka suara soal billboard yang disebut-sebut bikin salah paham di internal Kadin Sultra.
Di tengah hembusan angin laut Kendari dan lalu lintas yang padat mi, klarifikasi ini jadi sorotan utama. Warga lewat berhenti sejenak liat ke atas, foto-foto, kirim ke grup WhatsApp keluarga dan teman, bikin suasana tambah viral. Di? Situasi begini bikin kita harus bedakan jelas antara fakta dan asumsi, supaya tidak makin keruh toh.
Klarifikasi Billboard Musprov Kadin Sultra Versi Budi Amin
Saudara-saudaraku Warga Kota Lulo, dari keterangan yang dihimpun di lokasi, Budi Amin menegaskan bahwa kehadiran Billboard Musprov Kadin itu bukan untuk memecah-belah, tapi sebagai bentuk sosialisasi kegiatan Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kadin Sultra. Ia menjelaskan, desain dan isi billboard disusun dengan maksud menginformasikan hajatan besar dunia usaha di Sulawesi Tenggara, bukan untuk klaim sepihak atau manuver politik ekonomi yang liar.
Budi Amin menepis tudingan bahwa dirinya melakukan langkah sepihak. Menurutnya, semua proses pemasangan billboard mengikuti prosedur dan komunikasi yang sudah dijalankan. “Jangan digoreng berlebihan mi, ini murni informasi kegiatan,” begitu kira-kira garis besar sikapnya. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, karena hal teknis promosi bisa melebar jadi isu besar di tengah tensi organisasi yang lagi memanas.
Di tepi jalan, beberapa pengusaha muda terlihat berdiskusi sambil tunjuk-tunjuk ke arah billboard. Mereka bilang, yang penting transparan ji, jelas siapa panitia, apa agendanya, dan bagaimana mekanisme pemilihan. Baca Juga: Dinamika Organisasi Pengusaha di Kota Kendari untuk lihat bagaimana sejarah dinamika serupa pernah terjadi di level kota.
5 Poin Penting dari Klarifikasi Billboard Musprov Kadin
Berikut rangkuman lima poin yang ditekankan dalam klarifikasi ini, biar Warga Kota Lulo tidak salah paham lagi toh:
- Billboard sebagai media sosialisasi resmi – Disebutkan bahwa billboard dipakai sebagai sarana publikasi Musprov VIII Kadin Sultra, bukan alat kampanye pribadi. Penekanan ini penting agar citra kelembagaan tetap terjaga.
- Proses pemasangan melalui jalur formal – Budi Amin menegaskan pemasangan papan reklame dilakukan sesuai aturan yang berlaku di wilayah Kota Kendari, mulai dari perizinan titik lokasi sampai durasi tayang.
- Tidak untuk memicu konflik internal – Klarifikasi menjawab tudingan bahwa billboard memicu kubu-kubuan. Ia menyatakan bahwa Musprov adalah forum resmi yang terbuka bagi seluruh anggota, sehingga alat publikasi seharusnya dilihat sebagai ajakan partisipasi, bukan pemecah belah.
- Siap dikritik dan dikoreksi – Di hadapan awak media, Budi Amin membuka ruang kritik. Kalau ada yang merasa keberatan, ia minta semua pihak menyampaikan melalui mekanisme organisasi. “Bicara baik-baik mi, jangan di medsos ji dulu,” begitu atmosfer pesan yang tersirat.
- Fokus pada substansi Musprov – Ia mengingatkan bahwa yang utama adalah agenda Musprov: penyusunan program kerja dan pemilihan kepemimpinan yang kuat untuk dunia usaha Sultra. Billboard hanyalah ornamen komunikasi publik.
Weh, menyala abangku! Suasana di pinggir jalan tempat billboard itu berdiri seolah jadi ruang diskusi terbuka. Ada yang foto-foto, ada yang buat konten, ada juga yang hanya geleng-geleng kepala bilang, “Halah, urus program ji dulu, baru papan iklan.” Baca Juga: Isu Hangat Soal Penataan Reklame di Mandonga untuk melihat bagaimana polemik reklame juga pernah mencuat di kawasan lain Kota Kendari.
Respons Warga Kota Lulo dan Dinamika di Lapangan
Sobat Kendari, respons masyarakat di sekitar lokasi billboard malam ini campur aduk. Ada yang merasa ini hal biasa ji, bagian dari marwah organisasi pengusaha. Tapi ada juga yang komentar pedas, bilang dunia usaha seharusnya tampil sejuk, jangan ikut panas seperti kontestasi politik. “Kalau soal info kegiatan, sah-sah saja toh, yang penting jelas mi siapa tanggung jawab dan jangan menyesatkan,” ujar seorang warga yang kami temui di trotoar.
Meski begitu, tidak tampak kerumunan berlebihan atau keributan fisik. Lalu lintas tetap padat normal, hanya sesekali kendaraan melambat karena pengendara penasaran mau baca isi Billboard Musprov Kadin itu. Situasi masih tergolong kondusif, aman ji, belum sampai level darurat senam jantung.
Dari sisi tata kota, keberadaan billboard ini juga ikut memantik diskusi soal estetika visual ruang publik di Kendari. Apalagi di koridor yang dekat dengan pusat pemerintahan dan kawasan wisata, penataan reklame jadi sorotan. Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Reklame untuk memahami bagaimana aturan main di balik papan-papan iklan yang bertebaran itu.
Arah Musprov VIII Kadin Sultra ke Depan
Di? Kalau bicara Musprov VIII Kadin Sultra, yang dipertaruhkan bukan hanya jabatan, tapi juga arah kebijakan dunia usaha di Bumi Anoa. Dari UMKM di Pasar Baru sampai pengusaha besar di sektor pertambangan, semua menaruh harapan Musprov menghasilkan kepemimpinan yang bisa menjembatani kepentingan daerah dan pusat. Jadi wajar mi kalau tensi naik sedikit, tapi jangan sampai melebar ke hal-hal yang tidak produktif ji.
Wartawan Beritakotakendari.com yang stand by di sekitar lokasi menangkap kesan bahwa klarifikasi Budi Amin malam ini berupaya meredam spekulasi. Pesannya: fokus pi ke substansi Musprov, jangan habiskan energi pada polemik billboard semata. Aih, semoga saja begitu toh, supaya dunia usaha di Kendari dan Sultra bisa lari kencang, bukan tersandera drama papan reklame.
Kita tunggu pi agenda resmi Musprov VIII Kadin Sultra dalam beberapa waktu ke depan. Warga Kota Lulo, tetap kritis tapi santun ji, jangan mudah terpancing narasi tanpa cek fakta. Media akan terus mengawal, dari billboard sampai bilik musyawarah, demi transparansi dan kejelasan arah pembangunan ekonomi Sulawesi Tenggara. Mantap djiwa!





Average Rating