Beritakotakendari.com – Biaya Umrah Sultra bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari lorong-lorong di Kendari Caddi sampai warung kopi di Andounohu, orang bahas satu: tambahan biaya jamaah umrah asal Sultra yang mendadak muncul. Tim lapangan kami meluncur langsung mi ke Kantor TRG Kendari untuk mengupas tuntas klarifikasi resmi mereka, biar jelas ji, nda cuma sebatas bisik-bisik di grup WhatsApp.
Biaya Umrah Sultra: Klarifikasi Resmi TRG Kendari di Lapangan
Warga Kota Lulo, suasana di kantor TRG Kendari pagi ini betul-betul seperti konferensi pers kelas nasional, aih ngeri! Kursi penuh, jamaah dan keluarga jamaah duduk rapat, sementara di depan, perwakilan TRG Kendari berdiri memberikan penjelasan rinci soal tambahan biaya umrah Sultra yang bikin banyak orang kaget beberapa hari terakhir.
Menurut keterangan yang disampaikan, tambahan biaya itu disebut muncul akibat sejumlah faktor teknis dan perubahan kondisi di lapangan, mulai dari penyesuaian harga tiket, akomodasi, sampai regulasi di negara tujuan. Pihak TRG Kendari menegaskan, tidak ada niat memberatkan jamaah, apalagi sampai merugikan. “Ini murni penyesuaian kondisi, bukan permainan, Toh,” kurang lebih begitu penegasan mereka di depan jamaah.
Beberapa jamaah yang kami temui di lokasi mengaku kaget mi, karena merasa semua biaya sudah dilunasi sejak awal. Di sinilah suasana jadi tegang, tapi tetap terkontrol. Pihak TRG Kendari pun berkali-kali menenangkan: “Tenang saja, aman ji itu barang, kami akan transparan dan jelaskan satu per satu.” Situasi senam jantung, tapi masih dalam koridor tertib, Sobat Kendari.
Baca Juga: Info Terbaru Soal Fasilitas Ibadah di MTQ Kendari
5 Poin Penting Tambahan Biaya Umrah Sultra Versi TRG Kendari
Biar jelas mi dan nda simpang siur lagi, berikut 5 poin penting versi TRG Kendari yang kami rangkum langsung dari lokasi:
- Tambahan biaya diklaim akibat perubahan komponen paket.
Pihak TRG menyebut terjadi kenaikan pada beberapa komponen utama seperti tiket pesawat dan akomodasi. “Kalau kami paksa tidak naik, kualitas pelayanan bisa turun, kassian jamaah Toh,” ujar salah satu perwakilan. - Tidak semua jamaah kena nominal yang sama.
Menurut penjelasan, ada perbedaan periode keberangkatan, jenis paket, dan fasilitas, sehingga tambahan biaya umrah Sultra tidak seragam. Inilah yang memicu banyak pertanyaan jamaah di lapangan. - TRG Kendari mengaku sudah menyampaikan informasi, tapi diakui belum merata.
Mereka mengakui ada kekurangan sosialisasi. “Ini yang mau kami benahi mi ke depan. Komunikasi harus lebih rapi ji, jangan bikin panik jamaah,” kata mereka di hadapan peserta klarifikasi. - Opsi keringanan pembayaran sedang dibahas.
Pihak TRG menyebut sedang menyiapkan skema pelunasan bertahap dan beberapa alternatif solusi bagi jamaah yang betul-betul kesulitan. “Jangan langsung takut dulu, kita cari jalan sama-sama pi,” ucap manajemen. - Komitmen keberangkatan tetap dipegang.
Mereka menegaskan, keberangkatan jamaah tetap menjadi prioritas utama. “Insyallah, tidak ada pembatalan sepihak, itu komitmen kami. Kalau ada masalah, kita duduk baik-baik ji,” tegasnya.
Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, tapi minimal sekarang sudah ada penjelasan terbuka, Warga Kota Lulo.
Respons Jamaah dan Keluarga: Antara Lega dan Masih Was-Was
Di tengah konferensi pers yang panas tapi tertata itu, wajah-wajah jamaah campur aduk. Ada yang mulai lega setelah mendengar penjelasan detail, ada juga yang masih was-was. “Kita ini sudah kumpul uang lama, Bosku, jual kebun, jual sapi, jadi pas dibilang tambah biaya, kaget mi. Tapi kalau dijelaskan baik-baik begini, paling tidak kami tahu duduk perkaranya,” ujar seorang calon jamaah asal Konawe.
Beberapa keluarga jamaah bahkan meminta adanya perjanjian tertulis tambahan, agar tidak muncul lagi biaya lain menjelang keberangkatan. “Biar hitam di atas putih, supaya kami tenang ji. Nanti kalau ada apa-apa di belakang, susah Toh,” kata seorang wali jamaah yang kami wawancarai di halaman kantor, dengan wajah masih tegang tapi berusaha tenang.
Baca Juga: Suasana Ekonomi Warga di Sekitar Pasar Baru Kendari
Biaya Umrah Sultra dan Pengawasan Pemerintah Daerah
Isu biaya umrah Sultra ini jelas bukan urusan sepele, Bosku. Di grup-grup media sosial, sudah banyak yang tagging instansi terkait, minta pemerintah daerah dan Kemenag turun tangan mengawasi lebih dekat penyelenggaraan umrah di wilayah Sultra, termasuk di Kota Kendari.
Dari pantauan kami di lapangan, beberapa tokoh masyarakat juga hadir memantau jalannya klarifikasi TRG Kendari. Mereka berharap, ke depan, setiap travel umrah di Kendari dan Sultra secara umum makin transparan soal struktur biaya, rincian fasilitas, dan konsekuensi jika ada perubahan harga. “Supaya tidak lagi ada kejutan tambahan biaya begini, kasian jamaah yang sudah susah payah menabung,” ujar salah satu tokoh yang ditemui usai acara.
Pemerintah daerah pun diharapkan lebih aktif berkoordinasi dengan pihak travel. “Bukan mau menghambat usaha, tapi kita jaga kepercayaan jamaah Toh,” kata seorang pengamat kebijakan publik yang kami temui di sekitar kawasan by pass Kota Kendari.
Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Usaha Jasa Keagamaan
Harapan Warga Kota Lulo: Jangan Ada Lagi Kejutan Biaya
Warga Kota Lulo punya harapan sederhana tapi tegas: kalau soal biaya, jelaskan dari awal, jangan ada yang ditutup-tutupi. Apalagi ini menyangkut ibadah, yang jadi cita-cita banyak keluarga di Sultra. “Kalau memang ada kemungkinan naik, bilang mi dari awal, bos. Biar kami siap ji, jangan pas mau berangkat baru tambah biaya, itu yang bikin orang marah,” kata seorang warga Mandonga yang kami temui di warung kopi.
Weh, menyala abangku, ini pelajaran besar untuk semua penyelenggara umrah di Sultra. Transparansi, komunikasi yang jelas, dan pengawasan ketat itu kunci. Warga sudah makin kritis, informasi beredar cepat, isu seperti biaya umrah Sultra bisa langsung viral dan bikin geger dalam hitungan jam.
Untuk saat ini, Warga Kota Lulo diminta tetap tenang ji. Simpan bukti pembayaran, tanyakan semua yang belum jelas, dan kalau perlu minta penjelasan tertulis. Kami dari Beritakotakendari.com akan terus memantau perkembangan di lapangan, tunggu pi update selanjutnya, karena cerita ini jelas belum selesai mi, Sobat Kendari!






Average Rating