Beritakotakendari.com – Basarnas Kendari bikin geger satu Kota Lulo, Bosku! Seorang lansia dilaporkan hilang saat berkebun di wilayah Baubau, dan malam itu juga tim SAR langsung tancap gas dari Kendari. Aih, suasana di lokasi pencarian betul-betul senam jantung, Warga Kota Lulo! Keluarga menunggu dengan cemas, sementara petugas Basarnas dan aparat setempat menyusuri kebun gelap-gelap ditemani senter dan doa.
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung di lokasi sekitar area kebun tempat sang kakek terakhir terlihat. Angin malam berhembus kencang, suara serangga bersahut-sahutan, tapi tim SAR tetap fokus. Deh, nda ada obatnya semangat mereka. Tenang mi, Saudara-saudaraku, kita kupas tuntas 5W+1H pencarian lansia hilang ini, lengkap ji dengan suasana mencekam di lapangan.
Basarnas Kendari Kerahkan Tim SAR, Ini Kronologi Lengkapnya
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pos SAR dan keterangan keluarga, lansia tersebut berangkat berkebun seperti hari-hari biasanya di wilayah Baubau. Namun hingga petang menjelang malam, ia tak kunjung pulang. Di situ mi mulai muncul rasa curiga keluarga. Setelah dilakukan pencarian mandiri dan tetap tidak ditemukan, laporan resmi diajukan ke Basarnas Kendari.
Begitu laporan masuk, alarm bahaya seolah langsung berbunyi nyaring di kantor Basarnas. Komandan operasi SAR langsung menginstruksikan pengerahan satu tim lengkap dengan peralatan pencarian darat: GPS, handy talky, headlamp, tandu, hingga perlengkapan medis dasar. Tim kemudian bergerak menuju Baubau menggunakan kendaraan operasional. Aih, perjalanan malam hari itu tegang ji, tapi mereka sudah terbiasa dengan situasi darurat semacam ini.
Setibanya di Baubau, koordinasi cepat dilakukan dengan keluarga, aparat kelurahan, dan warga sekitar. Titik terakhir lansia terlihat di area kebun kemudian ditandai sebagai Last Known Position. Dari titik itu, pola pencarian disusun dengan metode search pattern menyebar ke beberapa sektor. Weh, menyala abangku para relawan dan warga, ikut gabung bantu menyisir kebun dan semak belukar.
Baca Juga: Update Terkini Kegiatan Pemkot Kendari
Situasi Mencekam di Lokasi Pencarian Lansia Hilang
Warga Kota Lulo, suasana di lapangan benar-benar bikin bulu kuduk berdiri. Di satu sisi, medan pencarian berupa kebun dan semak lebat yang turun-naik. Di sisi lain, waktu pencarian harus dibagi antara malam dan siang. Tim SAR dari Basarnas Kendari rutin menggelar briefing sebelum turun ke sektor baru, memastikan setiap anggota tahu jalur, titik kumpul, dan prosedur keselamatan. “Tenang mi, keselamatan penolong nomor satu, keselamatan korban prioritas utama,” begitu kira-kira roh semangat mereka.
Seorang anggota keluarga yang sempat kami wawancarai dengan mata berkaca-kaca bilang, “Yang penting, dicari terus ji Pak, jangan berhenti.” Aih, kassian, terasa sekali kekhawatiran mereka, tapi juga harapan yang masih menyala. Sementara itu, beberapa warga menceritakan bahwa sang lansia sebenarnya sudah terbiasa ke kebun sendirian, namun kali ini kondisi fisik yang makin renta bisa jadi faktor utama kenapa ia tidak kembali.
Di sela-sela pencarian, tim SAR memeriksa jejak di tanah, sisa pijakan, ranting patah, sampai tanda-tanda aktivitas manusia di sekitar kebun. Kalau ada informasi baru masuk dari warga, langsung mi di-update ke Posko SAR improvisasi di dekat lokasi. Di sinilah koordinasi lintas instansi berjalan: TNI, Polri, pemerintah setempat, dan relawan. Mantap djiwa, kolaborasi lapangan yang solid ji!
Baca Juga: Kondisi Terbaru Pelabuhan dan Pasar Baru Kendari
Metode Pencarian Basarnas Kendari: Disisir Sampai Tuntas
Dari pantauan langsung, pola kerja Basarnas Kendari di lapangan jelas dan terstruktur. Mereka membagi area pencarian menjadi beberapa sektor berdasarkan peta dan keterangan warga. Setiap sektor dipegang satu tim kecil dengan komandan sektor. “Kalau capek, istirahat pi dulu, tapi jangan jauh-jauh dari jalur yang sudah ditentukan,” kata salah satu komandan sektor yang sempat kami sapa di tengah operasi.
Pencarian dilakukan dengan menyisir jalur kaki, memanggil nama korban berulang-ulang, sambil memperhatikan jurang, sungai kecil, dan area rawan lainnya. Senter dan headlamp menembus gelapnya pepohonan. Suasana macam ini, Warga Kota Lulo, betul-betul situasi senam jantung tapi juga menyentuh. Ada harapan setiap kali tim menemukan jejak, ada kekhawatiran setiap jam berlalu tanpa kabar.
Selain jalur darat, tak menutup kemungkinan bila diperlukan bantuan tambahan berupa anjing pelacak atau peralatan navigasi yang lebih canggih. Namun hingga informasi ini kami terima, fokus utama masih pada pencarian manual dengan dukungan teknologi GPS dan komunikasi radio. Toh, metode ini sudah terbukti ampuh di banyak operasi SAR sebelumnya.
Imbauan untuk Warga: Waspada Jika Lansia Pergi Berkebun
Kasus lansia hilang saat berkebun di Baubau ini jadi alarm pengingat keras buat kita semua, Sobat Kendari. Untuk keluarga yang masih punya orang tua lanjut usia yang aktif ke kebun atau ladang, ada baiknya mulai sekarang atur sistem pengawasan sederhana. Misalnya, berangkat dan pulang harus berdua, atau minimal bawa ponsel dan diberi batas waktu jelas. Jangan dibiarkan jalan sendiri terlalu jauh tanpa pantauan.
Pihak Basarnas Kendari juga biasanya mengimbau agar warga cepat melapor jika ada anggota keluarga yang hilang atau terlambat pulang secara tidak wajar. Jangan tunggu pi sampai berhari-hari, karena faktor waktu sangat krusial dalam operasi pencarian dan pertolongan. Semakin cepat laporan masuk, semakin besar kemungkinan korban ditemukan dalam kondisi selamat.
Astaga, kalau kita biarkan begitu saja tanpa antisipasi, bisa-bisa kejadian seperti ini terulang. Padahal, dengan sedikit saja disiplin dan komunikasi keluarga, risiko bisa ditekan. Aih, semoga kasus di Baubau ini jadi pelajaran berharga, bukan cuma di sana, tapi untuk seluruh Warga Kota Lulo dan sekitarnya.
Baca Juga: Jadwal dan Info Lengkap MTQ Tingkat Kota Kendari
Harapan Akhir dan Pantauan Lanjutan dari Basarnas Kendari
Sampai berita ini kami turunkan, tim Basarnas Kendari masih terus melakukan pencarian intensif. Jadwal pencarian diatur bergantian agar personel tidak kelelahan, sementara posko tetap siaga 24 jam menerima informasi apapun dari warga. “Selagi masih ada kesempatan dan harapan, kami akan terus cari,” begitu kurang lebih tekad dari salah satu petugas SAR yang wajahnya tampak lelah tapi matanya tetap fokus.
Warga sekitar juga tak tinggal diam. Mereka menyiapkan logistik sederhana seperti air minum dan makanan untuk tim pencari. Solidaritas lokal ini, Warga Kota Lulo, bikin hati hangat ji. Di tengah situasi mencekam, rasa kebersamaan justru menyala terang. Weh, menyala abangku, ini baru namanya gotong royong Sulawesi Tenggara!
Untuk perkembangan berikutnya, masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari Basarnas dan pemerintah daerah, bukan dari kabar simpang siur. Tenang mi, kalau ada update besar, kami akan langsung lapor dari lapangan lagi, bosku. Semoga saja, di laporan selanjutnya, kita bisa menyampaikan kabar yang melegakan tentang ditemukannya sang lansia. Sampai saat itu tiba, doa dan dukungan moral tetap kita kirimkan dari seluruh penjuru Kota Kendari dan Baubau.





