Beritakotakendari.com – Banjir lumpur Kendari bikin geger satu Kota Lulo, Bosku! Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara ini melaporkan langsung dari Jalan D. I. Panjaitan, Kendari, yang sejak beberapa jam lalu berubah jadi lintasan lumpur pekat. Aih, ngeri! Jalan utama yang biasanya ramai kendaraan, tadi sempat mirip jalur offroad, licin, kotor, dan bikin jantung dag-dig-dug warga yang melintas.
Saudara-saudaraku, arus air bercampur lumpur ini sempat menutup sebagian badan jalan, memaksa pengendara motor dan mobil pelan-pelan sekali melintas. Sekarang kondisi berangsur surut mi, tapi jejak lumpur tebal masih jadi pemandangan utama di sepanjang ruas ini. Polisi, warga, dan pengendara sama-sama kerja bakti darurat, saling teriak hati-hati, sambil bantu dorong motor yang hampir tergelincir. Situasi tadi betul-betul senam jantung!
Banjir Lumpur Kendari di Jalan D. I. Panjaitan: Kronologi Singkat
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, banjir lumpur Kendari di ruas Jalan D. I. Panjaitan ini dipicu hujan deras yang mengguyur Kota Kendari dalam durasi cukup lama. Air dari kawasan yang lebih tinggi mengalir deras, membawa material tanah dan pasir, lalu numpuk mi di badan jalan. Astaga, kombinasi air dan tanah itu yang bikin jalur utama ini berubah jadi cokelat pekat, licin bukan main.
Beberapa pengendara yang sempat kami wawancarai mengaku kaget karena air bercampur lumpur datang tiba-tiba. “Tadi kering mi ko jalan, baru hujan deras sedikit langsung naik air dengan lumpur, kaget ji saya,” ujar salah satu pengendara motor yang tampak masih gemetar. Untung, arus tidak terlalu deras, jadi kendaraan masih bisa melintas pelan-pelan, walau beberapa nyaris terpeleset.
Petugas dan warga langsung bahu-membahu mengarahkan lalu lintas, membantu mengurai kemacetan yang mengular hingga ratusan meter. Lautan kendaraan sempat terbentuk, Bosku, klakson bersahut-sahutan, suasananya betul-betul geger geden. Baca Juga: Update Lalu Lintas Padat di Mandonga untuk situasi kawasan lain yang ikut terdampak kepadatan arus.
Dampak Banjir Lumpur Kendari bagi Pengendara dan Warga
Warga Kota Lulo, kondisi banjir lumpur Kendari ini bukan sekadar bikin jalan kotor toh, tapi juga ancaman keselamatan langsung. Jalan licin membuat motor harus dijalankan pelan sekali, banyak pengendara memilih turun dari motor dan menuntun daripada ambil risiko jatuh. Kassian, ada beberapa ibu-ibu yang hampir terpeleset karena salah pijak, untung cepat dibantu warga sekitar.
Secara lalu lintas, kemacetan tidak bisa dihindari. Kendaraan roda empat harus jaga jarak lebih lebar, takut selip dan menabrak mobil di depannya. “Takut mi kalau ngerem mendadak, bisa geser ini mobil,” ungkap seorang sopir angkot yang tampak sangat waspada. Di beberapa titik, pengendara bahkan memilih putar balik untuk cari jalur alternatif lewat dalam kota.
Selain itu, pedagang kecil di sekitar lokasi juga kena imbas. Lapak-lapak pinggir jalan diselimuti percikan lumpur, pelanggan enggan berhenti karena repot memarkir kendaraan di jalan licin. Deh, nda ada obatnya kalau sudah begini. Untuk gambaran lebih luas soal kondisi ekonomi warga saat kejadian cuaca ekstrem, Baca Juga: Aktivitas Jual Beli di Sekitar Pasar Baru Kendari.
Penanganan Banjir Lumpur Kendari: Berangsur Surut Mi Bosku
Kabar baiknya, seiring hujan yang reda, ketinggian air bercampur lumpur di Jalan D. I. Panjaitan mulai berangsur surut mi. Air perlahan turun ke drainase yang masih berfungsi di beberapa titik. Namun, sisa lumpur cukup tebal masih menutupi badan jalan, menyisakan permukaan licin yang tetap butuh kewaspadaan tinggi dari pengendara.
Petugas dari instansi terkait bersama warga setempat tampak melakukan pembersihan darurat, mengarahkan air ke selokan, dan menyingkirkan endapan tanah dari jalur utama. “Ini sementara kami atur dulu aliran airnya, pi siang kami koordinasi alat lebih besar,” ujar salah satu petugas di lokasi. Sobat Kendari, ini baru penanganan awal ji, proses normalisasi jalan diperkirakan butuh waktu lebih lama lagi.
Dari sisi pemerintah, biasanya kondisi seperti ini akan dilaporkan ke Pemkot Kendari untuk penanganan lanjutan, baik soal drainase maupun penataan kawasan yang rawan aliran lumpur. Tunggu pi langkah resmi dari instansi teknis, karena pembenahan permanen tentu tidak bisa asal-asalan. Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Infrastruktur untuk tahu arah kebijakan umum yang bisa berkaitan dengan kasus ini.
Peringatan untuk Pengendara: Hati-hati Mi Lewat D. I. Panjaitan
Bagi Bosku semua yang mau melintas di Jalan D. I. Panjaitan setelah banjir lumpur Kendari ini, mohon ekstra hati-hati toh. Walaupun air sudah turun, lumpur yang tertinggal membuat jalan masih sangat licin, terutama untuk pengendara motor. Kurangi kecepatan, jaga jarak, dan kalau perlu pilih jalur lain dulu sampai kondisi benar-benar bersih.
Warga juga diimbau untuk waspada jika hujan deras turun lagi dalam waktu dekat. Potensi aliran air bercampur lumpur bisa terulang, apalagi kalau kawasan atas masih gundul atau proyek galian belum ditata rapi. Astaga, jangan sampai kita lengah pi lalu kejadian lebih parah. Mantap djiwa kalau semua pihak, mulai dari warga, pengendara, sampai pemerintah, bisa bergerak cepat dan kompak mengantisipasi.
Dari lokasi yang masih menyisakan tumpukan lumpur dan kendaraan yang super pelan melintas, reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara melaporkan: situasi mulai terkendali, tapi kewaspadaan jangan turun sedikit pun. Kita tunggu pi langkah berikutnya dari pihak berwenang untuk memastikan Jalan D. I. Panjaitan kembali normal, bersih, dan aman dilalui warga Kota Lulo!






Average Rating