Beritakotakendari.com – Aspirasi warga Mandonga bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Wartawan kami turun langsung di lapangan, menyaksikan sendiri bagaimana nama Muh Maulana Ali Syaputra disebut-sebut warga Mandonga–Puuwatu sebagai figur yang berkomitmen mengawal suara rakyat sampai ke meja kebijakan. Aih, suasananya macam rapat akbar mini mi, tapi di lorong-lorong Mandonga dan ketinggian Puuwatu!
Aspirasi Warga Mandonga Menggema di Dapil Mandonga-Puuwatu
Saudara-saudaraku, di kawasan Mandonga yang terkenal padat dan selalu sibuk, obrolan soal perwakilan di DPRD Kendari mulai menghangat lagi. Nama Muh Maulana Ali Syaputra muncul sebagai tokoh yang disebut komitmen mengawal aspirasi warga Mandonga dan Puuwatu. Di warung kopi, di pinggir pasar, sampai di kompleks perumahan, banyak warga bilang, “Kalau tidak ada yang serius dengar keluhan kami, bagaimana pi Mandonga mau maju, toh?”
Di lapangan, kami mendengar langsung keluhan klasik tapi mencekam: soal drainase mampet, jalan berlubang, sampai penerangan jalan yang masih gelap di beberapa titik. Warga Mandonga berharap betul ada wakil yang rajin turun lapangan, bukan muncul pas mau pemilu ji. Menurut penuturan beberapa tokoh pemuda, Muh Maulana Ali Syaputra dinilai mulai sering menyambangi warga, menyerap aspirasi, dan mencatat satu per satu kebutuhan mendesak di dapil Mandonga–Puuwatu.
“Kita butuh yang kerja nyata, bukan yang datang selfie-selfie ji,” ujar seorang ibu penjual sayur di kawasan Mandonga, dengan nada setengah bercanda, setengah curhat. Aih, ngeri kalau warga sudah bicara begitu, tandanya kepercayaan publik lagi diuji berat toh.
Baca Juga: Update Program Pemkot Kendari di Mandonga
Komitmen Muh Maulana Ali Syaputra Perjuangkan Warga
Dalam sejumlah kesempatan, Muh Maulana Ali Syaputra menegaskan komitmennya memperjuangkan aspirasi warga Mandonga dan Puuwatu di lembaga legislatif. Bukan cuma jargon manis, tapi diklaim akan diwujudkan lewat pengawalan anggaran dan pengawasan program berjalan. Sobat Kendari, ini bukan main-main mi, karena bicara soal anggaran itu berarti bicara soal nasib pembangunan lima tahun ke depan.
Fokus yang disorot antara lain pembenahan infrastruktur dasar di Mandonga, penataan kawasan pemukiman padat, serta peningkatan akses layanan publik di wilayah perbukitan Puuwatu. Kawasan Puuwatu sendiri selama ini sering dikeluhkan karena akses air bersih dan jalan lingkungan yang masih perlu sentuhan ekstra. Warga di sana bilang, “Jangan Mandonga ji yang diperhatikan, kami di atas ini juga butuh terang lampu dan jalan yang layak.”
Dalam narasi politik lokal, Mandonga–Puuwatu ini dapil panas mi, Bosku. Lautan pemilih, kebutuhan banyak, dan ekspektasi warga makin tinggi. Figur seperti Muh Maulana Ali Syaputra yang datang dengan narasi komitmen dan kedekatan dengan warga otomatis jadi sorotan. Di tengah persaingan tokoh lain, pertarungan gagasan bakal jadi tontonan sengit namun menentukan, khas dinamika politik Kota Lulo.
Baca Juga: Wacana Penataan Pasar Baru Kendari Menghangat
Suara Warga: Dari Lorong Mandonga Sampai Puncak Puuwatu
Reporter Beritakotakendari.com yang stand by langsung di kawasan Mandonga menangkap banyak keluhan yang sama berulang-ulang. Pertama, kemacetan di titik-titik tertentu Mandonga yang sudah macam senam jantung setiap jam sibuk. “Macet mi terus di depan pasar, kita mau antar anak sekolah susah sekali,” keluh seorang sopir angkot. Warga berharap perwakilan dapil bisa mendorong solusi rekayasa lalu lintas dan penertiban parkir.
Kedua, soal kebersihan. Tempat pembuangan sampah liar masih ditemukan di beberapa titik. Warga bilang, perlu pengawasan tegas dan edukasi berkelanjutan, plus fasilitas yang memadai. Di sinilah, kata tokoh masyarakat, dibutuhkan sinergi wakil rakyat dan Pemkot Kendari agar pengelolaan sampah tidak setengah hati. “Jangan tunggu bau menyengat baru ribut pi, harusnya dicegah dari awal toh,” ujar seorang pemuda karang taruna.
Sementara itu di Puuwatu, reporter kami yang naik sampai ke wilayah atas mendengar keluhan soal akses. Ada jalan lingkungan yang masih belum diaspal sempurna, dan penerangan jalan umum yang belum merata. Malam-malam, suasana bisa gelap gulita, bikin warga was-was. Aspirasi ini yang katanya sering dicatat dan dijanjikan akan diperjuangkan Muh Maulana Ali Syaputra di tingkat kebijakan. Kalau benar dikawal tuntas, bisa jadi titik balik kepercayaan warga Puuwatu terhadap representasi wakil mereka.
Mandonga-Puuwatu sebagai Barometer Politik Kota Kendari
Warga Kota Lulo, jangan anggap enteng ji dapil Mandonga–Puuwatu ini. Secara politik, kawasan ini sering disebut sebagai barometer dinamika Kota Kendari. Komposisi pemilih yang heterogen, dari pedagang pasar, pegawai, hingga pekerja informal, menjadikan isu di sini sangat berwarna. Siapa yang mampu menangkap aspirasi warga Mandonga dan Puuwatu secara tepat, berpotensi menguasai narasi politik kota dalam beberapa tahun ke depan.
Keterlibatan figur seperti Muh Maulana Ali Syaputra dengan janji komitmen mengawal aspirasi warga, membuat persaingan di dapil ini makin menarik. Masyarakat, yang dulu mungkin cuek, sekarang mulai kritis bertanya: apa program konkretnya? bagaimana cara mengawal anggaran? seberapa sering wakil rakyat akan turun lapangan, bukan hanya saat kampanye? Aih, pertanyaan-pertanyaan ini bikin calon wakil rakyat harus kerja ekstra, nda bisa modal baliho ji.
Baca Juga: Sorotan Kinerja Dewan dalam Program MTQ Kota Kendari
Harapan Warga: Bukan Janji, Tapi Bukti Nyata
Pada akhirnya, Sobat Kendari, inti dari semua geger politik ini sederhana ji: warga butuh bukti, bukan sekadar janji. Aspirasi warga Mandonga dan Puuwatu yang berulang kali disuarakan – dari drainase, jalan, lampu, sampai peluang ekonomi – menunggu dieksekusi dalam program nyata. Figur seperti Muh Maulana Ali Syaputra dan para wakil lain dituntut membuktikan komitmen mereka dengan kerja lapangan yang konsisten.
“Kita lihat pi ke depan. Kalau dia sering turun, dengar kami, dan ada perubahan nyata, kami dukung. Kalau tidak, ya cari lagi toh,” ujar seorang pedagang di sekitar Mandonga dengan nada tegas. Weh, menyala abangku! Itulah wujud kedewasaan politik warga Kota Lulo hari ini: kritis, terbuka, tapi tetap sopan dan santun.
Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada dan waspada sekaligus. Dinamika di dapil Mandonga–Puuwatu akan terus kami pantau ketat. Tenang saja, aman ji itu barang, Bosku: setiap geliat aspirasi warga Mandonga akan kami kabarkan dari garis terdepan, langsung dari jantung Kota Kendari.






Average Rating