Beritakotakendari.com – Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Kendari-Langara malam ini, Bosku, betul-betul seperti lautan manusia naik motor, aih ngeri! Warga Kota Lulo lagi diguncang pemandangan pemudik yang membludak, dominan roda dua, bikin suasana terminal pelabuhan bergetar macam konser akbar, tapi ini pemudik semua, bukan band rock ji.
Saya laporkan langsung dari bibir dermaga Pelabuhan Kendari yang menghubungkan ke Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Angin laut berhembus kencang, tapi antrean motor tetap rapat, padat, dan sabar menunggu giliran naik kapal feri. Petugas pelabuhan mondar-mandir, peluit berbunyi, lampu sorot menyala terang, suasana senam jantung tapi tetap terkontrol, tenang ji, aman ji toh sejauh ini.
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak 26 Maret, Pemudik Motor Mendominasi
Data di lapangan yang dihimpun dari petugas Syahbandar menyebutkan, puncak Arus Balik Lebaran 2026 di rute Kendari-Langara terjadi pada 26 Maret 2026. Di hari puncak ini, pemudik yang menggunakan sepeda motor terlihat mendominasi dibanding kendaraan roda empat maupun pejalan kaki.
Deretan motor memanjang dari area check-in tiket hingga mendekati pintu masuk pelabuhan. Helm warna-warni, kardus bawaan, karung beras, hingga koper menumpuk di atas motor masing-masing. Weh, menyala abangku! Kreativitas pemudik mengikat barang bawaan di motor memang nda ada obatnya, tapi tetap diimbau petugas agar memperhatikan keamanan dan keseimbangan, kassian kalau sampai oleng di atas kapal.
Seorang pemudik asal Langara, Rahman (32), yang saya temui sambil menunggu naik kapal, mengaku memilih motor karena lebih hemat dan fleksibel. “Kalau motor, bisa langsung antar keluarga sampai rumah, aman mi, bisa mampir-mampir ji di jalan kalau mau beli oleh-oleh,” ujarnya sambil tertawa kecil, menahan lelah habis antri berjam-jam.
Baca Juga: Update Lalu Lintas Arus Mudik di Mandonga
Pelabuhan Kendari-Langara Jadi Titik Kunci Arus Balik Lebaran
Pelabuhan Kendari-Langara ini, Sobat Kendari, memang jadi salah satu urat nadi transportasi laut Sulawesi Tenggara bagian kepulauan. Di momentum Arus Balik Lebaran 2026 seperti sekarang, tekanan penumpang naik tajam. Petugas pelabuhan menyebutkan peningkatan penumpang roda dua bisa mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding hari biasa.
Di lapangan, pola pengaturan sudah disesuaikan. Motor diarahkan membentuk beberapa baris memanjang, sementara penumpang pejalan kaki dipisah jalurnya. Petugas kepolisian, Dishub, dan Basarnas terlihat siaga di beberapa titik strategis. “Kami atur pergerakan kendaraan supaya tidak saling serobot, semua tetap dapat giliran, sabar mi, semua juga mau cepat pulang toh,” kata salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.
Selain di Pelabuhan Kendari-Langara, arus balik juga terpantau di beberapa titik lain di Kota Lulo, terutama jalur menuju pusat kota dan kawasan perdagangan. Kemacetan sempat terjadi di beberapa titik menuju pelabuhan, namun secara umum masih bisa diurai. Baca Juga: Kondisi Terbaru Pasar Baru Kota Kendari untuk melihat bagaimana pusat ekonomi kota ikut terdampak oleh gelombang pemudik yang datang dan pergi.
Pengamanan Ekstra di Tengah Arus Balik Lebaran yang Membludak
Astaga, melihat padatnya pemudik motor, warga mungkin sempat deg-degan. Tapi tenang mi, pengamanan di pelabuhan dinaikkan satu level. Polisi tampak mengatur jalur keluar-masuk, petugas pelabuhan mengecek tiket dan manifes penumpang secara berlapis, sementara petugas medis dan ambulans standby di area dekat gerbang utama.
Instruksi tegas terus dikumandangkan lewat pengeras suara: penumpang diminta tidak berdesakan, tidak memaksakan diri naik kalau kapasitas kapal sudah penuh, dan wajib menggunakan jaket pelampung jika berada di area tertentu. “Ini momentum Lebaran, kita mau semua pulang dengan selamat, kumpul dengan keluarga, nda usah terburu-buru, ada jadwal kapal berikutnya pi,” ujar seorang petugas sambil mengarahkan beberapa motor untuk menepi dulu.
Berdasarkan pantauan, jadwal keberangkatan kapal rute Kendari-Langara pada puncak Arus Balik Lebaran ini ditambah. Frekuensi keberangkatan lebih rapat untuk mengurai penumpukan. Meski demikian, antrean tetap mengular karena banyak pemudik memilih pulang berbarengan setelah cuti bersama berakhir.
Imbauan untuk Pemudik Motor: Sabar Mi, Utamakan Keselamatan
Saudara-saudaraku Warga Kota Lulo, di tengah geger arus balik ini, imbauan keselamatan jadi nomor satu. Pemudik motor diminta memastikan kondisi kendaraan prima sebelum naik kapal dan melanjutkan perjalanan darat. Rem, lampu, dan ban harus dicek betul, jangan sampai baru terasa bermasalah ketika sudah di jalan lintas Konawe atau menuju pusat Kota Kendari.
Selain itu, kapasitas muatan juga jadi sorotan. Petugas berulang kali menegur jika ada motor yang kebanyakan barang, sampai-sampai spion nyaris tertutup kardus. “Kurangi mi itu barang, penting ji keselamatan, kalau jatuh di jalan, repot semua toh,” tegas seorang petugas sambil membantu mengatur ulang ikatan barang pemudik.
Untuk mengurangi penumpukan di satu titik, Pemerintah Kota Kendari juga terus berkoordinasi dengan pihak pelabuhan dan kabupaten tetangga. Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Transportasi Lebaran untuk melihat strategi jangka panjang yang disiapkan menghadapi arus mudik dan balik di tahun-tahun berikutnya.
Suasana Haru, Lelah, tapi Bahagia di Tengah Arus Balik Lebaran
Di balik hiruk-pikuk klakson motor dan pengumuman jadwal kapal, suasana haru juga terasa kental. Ada yang melambaikan tangan ke keluarga yang mengantar, ada yang menggendong anak kecil yang sudah tertidur kelelahan, ada pula yang duduk bersila di samping motor sambil menyesap kopi hitam dari gelas plastik, melawan kantuk.
“Capek ji, tapi senang, sebentar lagi ketemu keluarga di kampung,” ujar seorang ibu yang duduk di jok belakang sambil mengelus kepala anaknya. Aih, pemandangan begini bikin hati lembut, kassian juga liat mereka, tapi inilah warna-warni Arus Balik Lebaran di Sulawesi Tenggara.
Sampai laporan ini saya kirimkan, antrean motor masih mengular, tapi masyarakat tampak tertib. Tidak ada dorong-dorongan berlebihan, tidak ada kericuhan berarti. Petugas sesekali mengingatkan, “Sabar mi, semua akan terangkut, tenang ji, aman toh.” Mantap djiwa, kedewasaan pemudik dan kesigapan petugas jadi kunci agar arus balik yang geger ini tetap berjalan selamat sampai tujuan.
Warga Kota Lulo yang besok-besok pi mau menyusul arus balik, persiapkan diri baik-baik: cek motor, bawa dokumen lengkap, datang lebih awal ke pelabuhan, dan jangan lupa bawa stok sabar ekstra. Lautan manusia ini masih akan berdenyut beberapa hari ke depan, tapi selama kita tertib, insyaallah semua kembali ke rumah dengan senyum lebar.





Average Rating