Beranda / Peristiwa / Adipura Kendari: 5 Fakta Geger Nilai Sampah 59

Adipura Kendari: 5 Fakta Geger Nilai Sampah 59

Petugas kebersihan di Kendari bekerja setelah Adipura Kendari hilang karena nilai pengelolaan sampah 59
0 0
Read Time:4 Minute, 29 Second

Beritakotakendari.comAdipura Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Di bawah terik matahari siang yang menyengat di kawasan pusat kota, reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara ini melaporkan langsung: piala kebanggaan kota bersih itu lepas dari genggaman. Nilai pengelolaan sampah Kota Kendari kabarnya cuma di kisaran 59, astaga, ini situasi senam jantung toh, Warga Kota Lulo!

Di trotoar sekitar Tugu Religi, beberapa tumpukan sampah rumah tangga masih tampak di sudut-sudut jalan. Aih, ngeri, kontras sekali dengan status kota yang selama ini digadang-gadang sebagai barometer kebersihan di Sultra. Warga cuma bisa geleng kepala mi, sementara petugas kebersihan tetap sibuk angkat karung dan dorong gerobak, berusaha kejar keadaan.

Adipura Kendari Gugur: Nilai Pengelolaan Sampah 59, Aih Ngeri!

Sobat Kendari, berdasarkan informasi yang beredar di lingkaran Pemkot, penilaian untuk kategori pengelolaan sampah Kota Kendari berada di angka sekitar 59. Artinya apa? Ini lampu kuning menyala terang, Bosku! Kota yang dulu sering diandalkan dalam ajang penghargaan lingkungan, sekarang justru harus terima kenyataan pahit. Tenang ji, kita bedah pelan-pelan kronologinya.

Tim penilai Adipura biasanya melihat beberapa indikator utama: pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kebersihan jalan utama dan pemukiman, pengurangan sampah dari sumber, sampai edukasi masyarakat. Nah, kalau angka mentok di 59, berarti masih banyak catatan kritis. Di lapangan, saya temukan sendiri beberapa titik di sekitar Mandonga dan Wuawua yang masih dikeluhkan warga soal sampah menumpuk dan jadwal angkut yang tidak konsisten.

Seorang ibu pedagang gorengan di sekitar jalan poros Pasar Baru mengeluh, “Sampah di belakang kios itu numpuk tiga hari, Pak Wartawan. Sudah lapor mi, tapi baru diangkut pi sore-sore.” Aih, kassian, pedagang kecil juga yang kena imbas bau menyengat. Padahal kawasan pasar adalah etalase kota toh.

Baca Juga: Kondisi Kebersihan Terkini di Pasar Baru Kendari

Fakta Mencengangkan di Balik Adipura Kendari yang Melayang

Saudara-saudaraku, biar jelas ji, kita rangkum beberapa poin yang bikin situasi ini geger geden:

  • Nilai pengelolaan sampah sekitar 59 menandakan Kota Kendari belum memenuhi standar kota penerima Adipura tahun ini.
  • TPA Puuwatu jadi sorotan utama, mulai dari pengelolaan leachate, penataan zona buang, sampai pemilahan sampah yang belum maksimal.
  • Kesadaran warga soal buang sampah pada tempatnya dan pemilahan masih rendah, terutama di gang-gang pemukiman padat.
  • Infrastruktur persampahan seperti armada truk, kontainer, dan TPS 3R di beberapa kecamatan dinilai belum merata.
  • Penegakan aturan soal denda atau sanksi buang sampah sembarangan masih lemah, jadi efek jera tidak terasa.

Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada. Tapi jangan patah semangat dulu, Bosku! Ini momentum kritik sekaligus peluang. Kota Lulo punya modal sosial kuat, tinggal bagaimana koordinasi Pemkot, lurah-camat, dan warga disatukan mi jadi gerakan kebersihan massal.

Suasana Lapangan: Lautan Sampah Kecil di Sudut Kota

Saat saya menyusuri kawasan Mandonga siang ini, di dekat terminal kecil tampak beberapa kantong hitam sampah menumpuk di pojokan, menunggu diangkut. Di sisi lain jalan, petugas menyapu sambil sesekali mengeluh pelan, “Capek juga ji kalau warga buang sampah sembarang, Pak.” Weh, menyala abangku, petugas di lapangan berjibaku, tapi kalau perilaku warga tidak berubah toh, hasilnya mentok lagi pi.

Di sepanjang kali kecil yang melintas dekat pemukiman, masih terlihat plastik dan styrofoam yang tersangkut di akar pohon. Bayangkan, kalau hujan deras turun, semua itu hanyut ke laut Teluk Kendari. Deh, nda ada obatnya kalau dibiarkan. Inilah yang sering ditekankan para pemerhati lingkungan: sampahmu hari ini, banjirmu besok pagi.

Baca Juga: Sorotan Warga Soal Drainase dan Sampah di Mandonga

Respons Pemkot Kendari: Tunggu Pi Langkah Konkret

Bosku, dari pantauan awak media di halaman kantor wali kota, suasana tampak agak tegang tapi tetap terkendali. Beberapa pejabat teknis dari dinas lingkungan hidup tampak lalu-lalang, membawa map tebal berisi dokumen, seolah bersiap menyusun formulasi jawaban ke publik. Sampai berita ini diturunkan, kita masih menunggu pi pernyataan resmi lengkap dari Pemkot Kendari soal detail nilai 59 ini dan rencana aksi perbaikannya.

Namun, bocoran yang beredar menyebutkan akan ada evaluasi menyeluruh sistem pengangkutan sampah, penambahan armada, dan penataan ulang titik TPS liar. Mereka juga dikabarkan akan memperkuat sosialisasi ke RT/RW sampai sekolah-sekolah, supaya generasi muda Kota Lulo tidak lagi anggap remeh soal buang sampah sembarang. Tenang ji, aman ji kalau semua sektor betul-betul jalan mi bareng-bareng.

Baca Juga: Program Lingkungan Terbaru Pemkot Kendari

Harapan Warga Kota Lulo: Dari Malu Jadi Momentum Bangkit

Sobat Kendari, rasa malu itu wajar toh, ketika mendengar Adipura Kendari lepas karena nilai pengelolaan sampah cuma 59. Tapi jangan berhenti di malu saja. Beberapa komunitas muda di Kendari justru mulai gerak cepat. Mereka jadwalkan aksi bersih-bersih di sekitar Teluk Kendari, di bantaran sungai, dan di sekitar kawasan wisata kuliner malam. Mantap djiwa!

Harapan warga sederhana ji: jalan bersih, drainase lancar, pasar tidak bau menyengat, dan petugas kebersihan mendapat fasilitas yang layak. “Kalau mau rebut Adipura lagi, harus mulai dari hal kecil di rumah sendiri mi,” kata seorang bapak di Kelurahan Lahundape saat ditemui. Betul sekali, revolusi sampah itu mulai dari kebiasaan: pisahkan organik-anorganik, kurangi plastik sekali pakai, dan jangan buang sampah di selokan, di?

Pada akhirnya, hilangnya Adipura Kendari tahun ini adalah tamparan keras, tapi juga alarm bahaya yang bunyinya nyaring sekali, Warga Kota Lulo. Ini panggilan untuk kita semua, bukan cuma Pemkot. Kalau hari ini kita berbenah serius, tahun-tahun berikutnya bukan mustahil pi piala itu kembali mengkilap di kantor wali kota. Untuk saat ini, mari sama-sama jaga kebersihan lingkungan, karena kota bersih bukan cuma soal penghargaan, tapi soal harga diri, kesehatan, dan masa depan anak-anak Kendari yang kita cintai bersama.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan