Beritakotakendari.com – CISC Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari lapangan hijau di Kolaka, tim bocah-bocah ajaib ini resmi mengangkat trofi juara Turnamen Sepak Bola Usia Dini se-Sulawesi Tenggara. Weh, menyala abangku! Suasana di pinggir lapangan berubah jadi lautan sorak-sorai orang tua, pelatih, dan suporter yang teriak sampai serak, tapi senyum nda ada habisnya mi.
Reporter lapangan paling heboh se-Sultra langsung pantau di lokasi, udara panas Kolaka siang tadi seakan kalah panas dengan semangat bocah-bocah CISC Kendari yang lari ke sana-sini tanpa kenal lelah. Astaga, stamina mereka ini deh, nda ada obatnya! Dari pemanasan, kick-off, sampai bunyi peluit panjang, fokus dan disiplin tetap terjaga ji, seakan mereka sudah main di liga profesional Toh.
CISC Kendari Juara Turnamen Sepak Bola Usia Dini se-Sultra
Di lapangan rumput yang jadi saksi sejarah kecil namun membanggakan ini, CISC Kendari tampil bak mesin bola yang terorganisir rapi. Passing pendek akurat, kerja sama antarlini, sampai selebrasi gol yang kompak, semua lengkap mi. Pelatih mereka berkali-kali teriak instruksi dari pinggir lapangan, tapi ekspresinya kelihatan yakin sekali: “Tenang saja, aman ji ini anak-anak.”
Pantauan di tribun, official panitia turnamen menyebutkan bahwa tim yang turun berasal dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara. Jadi bukan kaleng-kaleng mi lawannya, Bosku. Ada wakil dari Kolaka, Konawe, Baubau, sampai Muna. Tapi di laga puncak, CISC Kendari menunjukkan mental baja usia dini, main tenang walau suasana sudah seperti final piala dunia mini. Aih, ngeri!
Begitu peluit akhir dibunyikan, skor kemenangan mengunci nama CISC Kendari sebagai juara. Orang tua langsung berhamburan masuk lapangan (dengan izin panitia tentunya), memeluk anak-anak mereka yang keringatan bercampur bahagia. Beberapa anak sampai berkaca-kaca, bukan karena jatuh, tapi karena bangga bisa bawa pulang piala ke Kota Lulo tercinta.
Untuk Sobat Kendari yang lagi ikuti perkembangan olahraga di kota ini, prestasi seperti ini sejalan dengan geliat pembinaan usia dini yang juga terasa di cabang olahraga lain. Baca Juga: Program Pembinaan Atlet Muda Pemkot Kendari yang lagi digencarkan bikin harapan baru, bahwa generasi emas olahraga dari Kendari bukan sekadar wacana ji.
Atmosfer Pertandingan di Kolaka: Situasi Senam Jantung!
Waktu babak final dimulai, tribun penonton mendadak berubah jadi arena senam jantung, Saudara-saudaraku. Teriakan suporter silih berganti, bunyi peluit wasit, dan instruksi pelatih bercampur jadi satu. Setiap serangan CISC Kendari ke kotak penalti lawan bikin deg-degan setengah mati. “Tembak mi! Tembak!” teriak salah satu penonton dari Kendari yang datang rombongan pakai mobil pribadi sejak pagi buta.
Gol pertama CISC Kendari tercipta lewat skema serangan balik cepat. Winger cilik mereka, yang tubuhnya kecil tapi larinya kencang sekali, melewati dua pemain lawan sebelum melepaskan umpan tarik ke tengah. Penyerang utama tinggal menyambut dengan satu sentuhan, bola meluncur deras ke pojok gawang. Kiper lawan hanya bisa melompat sambil jatuh terduduk, kassian, tapi begitulah kerasnya persaingan di lapangan.
Gol kedua lahir dari skema bola mati. Tendangan bebas dari sisi kanan dieksekusi dengan sangat matang, bola melengkung manis ke arah tiang jauh. Bek CISC Kendari yang ikut naik menyundul dengan timing sempurna. Bola bersarang di gawang, penonton meledak! Astaga, stadion mini di Kolaka itu langsung seperti berguncang. “Weh, menyala mi CISC Kendari!” teriak suporter sambil mengibarkan spanduk buatan sendiri.
Panitia pertandingan sampai harus berkali-kali mengingatkan penonton agar tetap tertib. Walaupun tensi tinggi, suasana tetap kondusif ji, semua saling hormat. Anak-anak di lapangan pun beberapa kali saling tos dengan lawan, menunjukkan bahwa sepak bola usia dini ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi juga soal belajar sportivitas Toh.
Peran Pelatih, Orang Tua, dan Suporter CISC Kendari
Di balik kemenangan CISC Kendari, ada sosok pelatih yang suaranya hampir habis karena teriak instruksi sepanjang pertandingan. Namun ketika diwawancarai singkat di pinggir lapangan, ia hanya tersenyum dan bilang, “Ini semua kerja keras anak-anak, orang tua yang setia antar jemput latihan, dan dukungan pengurus klub. Saya cuma rangkai saja mi.” Jawaban sederhana, tapi sarat makna.
Orang tua pemain pun tampak kompak. Ada yang bawa bekal makanan dari rumah, ada yang siap dengan air mineral cadangan, sampai payung untuk antisipasi panas dan hujan. Dukungan seperti ini yang sering kali jadi kunci, karena anak-anak merasa didukung penuh. “Kita ndak paksa anak jadi pemain bola profesional pi, yang penting dia senang dan disiplin,” ujar salah satu orang tua yang datang jauh-jauh dari Kendari.
Bahkan beberapa suporter menyebut kemenangan ini sebagai sinyal kebangkitan sepak bola usia dini di Kendari dan sekitarnya. Mereka berharap fasilitas latihan di kota bisa terus ditingkatkan, dari lapangan hingga peralatan dasar. Harapan itu sejalan dengan berbagai rencana pengembangan kawasan olahraga yang sering dibahas di forum kota. Baca Juga: Rencana Revitalisasi Lapangan dan Stadion di Kota Kendari untuk mendukung bakat-bakat muda seperti skuad CISC Kendari ini.
Dampak Kemenangan CISC Kendari untuk Kota Lulo
Kemenangan di Kolaka ini bukan sekadar piala dan foto-foto untuk media sosial ji, Bosku. Lebih jauh, ini jadi pemicu semangat bagi sekolah-sekolah dan SSB lain di Kendari untuk makin serius membina bibit muda. Nama CISC Kendari sekarang lagi naik daun, bisa jadi magnet buat anak-anak yang mau gabung dan belajar sepak bola dari usia dini.
Secara citra daerah, prestasi ini juga mengangkat nama Kendari di pentas olahraga regional. Media lokal dan warganet langsung heboh, postingan tentang CISC Kendari juara bertebaran di grup-grup WhatsApp dan story Instagram. Situasi ini menegaskan bahwa warga Kota Lulo sangat haus akan kabar prestasi positif, bukan hanya isu-isu politik dan kemacetan di Mandonga ji. Baca Juga: Update Terkini Lalu Lintas dan Pembangunan di Mandonga kalau mau bandingkan hebohnya dua topik ini.
Ke depan, jika pembinaan berkelanjutan, bukan tidak mungkin beberapa pemain CISC Kendari hari ini akan jadi tulang punggung klub profesional atau bahkan timnas suatu hari nanti. Tunggu pi beberapa tahun, kita akan lihat apakah nama-nama yang hari ini dicatat di buku pertandingan di Kolaka bakal muncul di layar televisi nasional. Warga Kota Lulo siap-siap bangga berkali-kali mi Toh.
Untuk sekarang, biar anak-anak CISC Kendari menikmati dulu kemenangan bersejarah ini. Foto bareng piala, peluk pelatih, dan terima ucapan selamat dari semua pihak. Mantap djiwa! Dari Kolaka untuk Kendari, dari lapangan usia dini untuk masa depan sepak bola Sulawesi Tenggara.





Average Rating