Beranda / Peristiwa / Adipura Kendari: 5 Fakta Geger Aturan Baru Ketat

Adipura Kendari: 5 Fakta Geger Aturan Baru Ketat

Petugas kebersihan Kota Kendari bekerja setelah kabar gagal Adipura Kendari
0 0
Read Time:4 Minute, 42 Second

Beritakotakendari.comAdipura Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Di tengah terik matahari siang yang menyengat di pusat kota, suasana di sekitar kawasan kantor Pemkot Kendari terasa tegang tapi ramai, seolah-olah seluruh harapan soal piala Adipura tahun ini runtuh mi seketika. Aturan baru penilaian yang jauh lebih ketat dipastikan membuat Kota Kendari tanpa penghargaan Adipura tahun ini, aih, situasi senam jantung toh!

Adipura Kendari Tanpa Piala: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Warga Kota Lulo!, dari pantauan langsung di lapangan, jurnalis menyusuri area TPA Puuwatu sampai ke beberapa ruas jalan protokol seperti MTQ Square dan kawasan Pasar Baru. Suasana lalu lintas memang masih normal ji, tapi obrolan pedagang, ojek online, sampai pegawai kantoran rata-rata satu: “Kendari nda dapat Adipura lagi di?”. Jawabannya, iya, tahun ini dipastikan tanpa piala karena aturan baru penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan disebut jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah pusat lewat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerapkan standar baru yang menyorot bukan cuma tampilan kota yang bersih di permukaan, tapi juga manajemen sampah dari hulu ke hilir, pengurangan sampah plastik, hingga tata kelola TPA yang lebih modern. Astaga, bukan main kerasnya syarat sekarang, bosku! Kota Kendari yang selama ini berjuang mempertahankan citra sebagai kota pesisir cantik di Teluk Kendari pun ikut kena getahnya.

Seorang petugas kebersihan yang ditemui di sekitar ruas Jalan MTQ mengaku kaget tapi tidak heran: “Memang berat mi aturannya sekarang, pak. Kita di lapangan kerja terus, tapi kalau soal sistem, pengolahan, itu semua harus dibenahi besar-besaran.” Dari sini kelihatan toh, masalah bukan cuma soal sapu jalan, tapi soal sistem kota secara keseluruhan.

Baca Juga: Program Kebersihan Pemkot Kendari Terbaru

5 Poin Penting Aturan Baru yang Bikin Adipura Kendari Gagal

Sobat Kendari!, biar jelas mi, kita bedah beberapa poin penting yang disebut-sebut bikin Adipura Kendari lepas tahun ini. Walau data teknis lengkapnya masih dipegang pusat, gambaran umum di lapangan sudah mulai tercium:

  1. Penilaian TPA dan Pengelolaan Sampah Modern
    TPA bukan boleh sekadar tempat pembuangan akhir, tapi harus bergerak ke arah sanitary landfill, pengurangan bau, pengelolaan lindi, dan pengendalian emisi. Di lapangan, kondisi TPA masih dalam proses peningkatan, belum sepenuhnya memenuhi standar baru yang ketat itu.
  2. Pengurangan Sampah dari Sumber
    Bukan hanya seberapa banyak sampah diangkut, tapi seberapa banyak sampah bisa dikurangi dari rumah tangga, pasar, hingga perkantoran. Pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat warga masih belum masif. “Masih campur mi semua di satu karung,” kata salah satu warga di sekitar Pasar Baru.
  3. Ruang Terbuka Hijau dan Pemeliharaan
    Kawasan hijau seperti taman kota, jalur hijau, dan ruang terbuka publik jadi sorotan. Beberapa titik di Kendari memang sudah cantik, tapi pemerataan dan konsistensi pemeliharaan dinilai belum maksimal.
  4. Partisipasi Publik dan Edukasi
    Bukan cuma program seremonial, tapi konsistensi edukasi ke sekolah, komunitas, hingga pelaku usaha jadi indikator penting. Masih banyak warga yang mengaku belum pernah dapat sosialisasi langsung tentang standar baru, kassian, jadi terkesan masyarakat disuruh ikut lomba tanpa tahu aturannya.
  5. Dokumentasi dan Sistem Data
    Di era digital, laporan, data timbulan sampah, hingga sistem pelacakan (tracking) pengangkutan jadi poin penilaian. Kota yang belum punya sistem data rapi otomatis tertinggal, walaupun di lapangan kerja fisiknya berat sekali.

Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, tapi juga jadi alarm bahaya yang berbunyi nyaring supaya semua pihak bangun pi.

Dampak Gagal Adipura Kendari bagi Warga Kota Lulo

Saudara-saudaraku!, secara langsung mungkin warga tidak kena denda atau sanksi, tapi secara moral dan citra, gagal meraih Adipura Kendari ini pukulan telak. Selama ini banyak pejabat bangga foto di samping piala, sekarang kosong mi lemari penghargaan tahun ini. Di mata investor dan wisatawan, label kota bersih punya pengaruh psikologis kuat.

Bagi pelaku pariwisata di kawasan Teluk Kendari dan Pantai Nambo, isu kebersihan menentukan juga minat pengunjung. “Orang datang liburan kan mau lihat kota yang rapi dan enak dipandang, bukan tumpukan plastik di pantai,” ujar salah satu pengelola wisata yang ditemui di kawasan pesisir. Kalau tidak segera berubah, jangan heran kalau kota lain yang menyala abangku merebut perhatian wisatawan dan event nasional.

Baca Juga: Sorotan Kebersihan di Kawasan MTQ Kendari

Respons Pemkot: Janji Benahi Sistem, Bukan Kosmetik Lagi

Dari sisi pemerintah, sinyal yang muncul adalah pengakuan bahwa aturan baru memang jauh lebih ketat dan perlu penyesuaian besar. Pejabat terkait menyebut, ke depan fokus tidak boleh cuma mengejar Adipura Kendari untuk piala, tapi membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Kita evaluasi total pi, tidak bisa pakai pola lama lagi,” begitu kurang lebih nada yang terdengar di lorong-lorong kantor pemkot.

Rencana yang mencuat mulai dari penataan ulang TPA, dorongan pemilahan sampah dari rumah, hingga pelibatan komunitas dan sekolah. Tantangannya, tentu saja, anggaran dan konsistensi. Warga juga bertanya-tanya, “Jangan cuma panas-panas di awal ji toh?”. Di sini publik butuh bukti nyata, bukan sekadar konferensi pers.

Harapan Warga: Jangan Menyerah, Tapi Gaspol Mi Perbaikan!

Warga Kota Lulo rata-rata sepakat, gagal dapat Adipura Kendari tahun ini bukan akhir dunia, tapi jangan sampai jadi pembenaran untuk cuek. “Piala itu simbol ji, yang penting kita punya udara bersih, jalanan nda becek sampah, dan anak-anak bisa main di taman tanpa takut kotor,” kata seorang ibu di sekitar kawasan Mandonga.

Weh, menyala abangku kalau seluruh elemen kota – pemerintah, warga, pengusaha, hingga komunitas – bisa kompak. Aturan baru memang keras, tapi itu juga tanda bahwa standar kota modern naik kelas. Tinggal kita mau ikut naik atau tertinggal. Jadi, Sobat Kendari, mulai dari diri sendiri pi: kurangi plastik, pilah sampah, tegur pelan-pelan kalau ada yang buang sampah sembarang. Kota bersih bukan hadiah, tapi hasil kerja bareng.

Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Pasar Baru

Piala Adipura Kendari boleh lewat dulu tahun ini, tapi kalau kita belajar dan berbenah serius, tahun depan bisa jadi justru kita kembali dengan kemenangan yang lebih membanggakan. Mantap djiwa kalau itu bisa terjadi, toh!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan