Beranda / Peristiwa / HUT Sultra 62: 5 Fakta Geger Harmoni 2026 di Kendari

HUT Sultra 62: 5 Fakta Geger Harmoni 2026 di Kendari

Keramaian perayaan HUT Sultra 62 dalam Harmoni Sultra 2026 di Kendari
0 0
Read Time:4 Minute, 36 Second

Beritakotakendari.comHUT Sultra 62 bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari pagi buta sampai malam hari, kawasan pusat kota berubah jadi lautan manusia dalam kemasan acara super megah bertajuk “Harmoni Sultra 2026”. Reporter lapangan paling heboh se-Sultra ini lagi berdiri langsung di tengah keramaian, di mana suara musik, teriakan penonton, dan pengumuman panitia berbaur jadi satu. Aih, situasi senam jantung betul, Warga Kota Lulo!

Dari panggung utama sampai stand UMKM, semuanya menyala abangku! Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggandeng banyak pihak untuk kolaborasi besar yang bukan cuma soal pesta seremonial, tapi juga dorong perputaran ekonomi lokal di Kendari. Tenang ji, sa jelaskan pelan-pelan tapi tetap heboh, biar Sobat Kendari bisa rasa atmosfir gegernya dari rumah.

HUT Sultra 62 Dorong Ekonomi Lewat Harmoni Sultra 2026

Saudara-saudaraku, fokus utama perayaan HUT Sultra 62 tahun ini bukan sekadar tiup lilin dan sambutan pejabat. Konsep Harmoni Sultra 2026 dirancang sebagai rangkaian event panjang yang menyatukan seni budaya, musik, pameran UMKM, hingga promosi investasi. Weh, lengkap sekali paketnya, seperti satu festival empat musim, toh!

Di area yang sa pantau langsung, deretan tenda pelaku UMKM memanjang seperti pasar malam raksasa. Ada pedagang kuliner khas Kendari—sinonggi, lapa-lapa, sate pokea—sampai produk kreatif dan kerajinan dari berbagai kabupaten/kota di Sultra. Perputaran uang di lokasi terasa deras, Bosku. Tiap lima langkah, pasti ada transaksi: QRIS bunyi, uang tunai lewat, dan pesanan makanan ngantri mengular. Deh, nda ada obatnya ramai begini.

Panitia menyebut, konsep Harmoni Sultra diarahkan sampai 2026 sebagai program berkelanjutan. Jadi bukan event nongol sekali lalu hilang, tapi dijadikan motor penggerak promosi daerah dan ekonomi kreatif. Baca Juga: Agenda Besar Pemkot Kendari Sambut Investasi Baru. Kalau konsisten, ini bisa jadi magnet wisata baru di Kota Kendari, mi.

Kolaborasi Besar: Pemerintah, Swasta, dan Komunitas Menyatu

Aih, ini bagian yang bikin merinding. Di lapangan, kita bisa lihat jelas, bukan cuma Pemprov yang kerja sendiri. Ada kolaborasi dengan Pemkot Kendari, pelaku usaha, komunitas seni, komunitas musik, hingga anak-anak muda kreatif yang biasa nongkrong di kawasan Tugu Religi. Semua turun tangan, suasananya seperti kerja bakti massal tapi versi festival modern, Ji.

Di salah satu sisi panggung, terlihat stan sponsor dari perbankan, perusahaan tambang, hingga BUMN yang men-support acara. Mereka bukan cuma pasang logo, tapi juga buka booth layanan, promo, sampai edukasi finansial. Di sisi lain, komunitas tari tradisional Buton, Tolaki, dan Muna bergantian tampil, bikin penonton lupa waktu. Astaga, kalau nda diingatkan azan magrib tadi, mungkin orang-orang masih berdiri depan panggung sampai sekarang, toh.

Menurut keterangan panitia yang sempat sa wawancarai kilat di pinggir panggung, konsep Harmoni Sultra 2026 ini memang didesain sebagai ruang temu lintas sektor: budaya, ekonomi, pariwisata, dan investasi. Tujuannya jelas: citra Sultra naik kelas, ekonomi berdenyut, dan Kendari jadi pusat keramaian. Baca Juga: Rencana Revitalisasi Kawasan Wisata Teluk Kendari. Mantap djiwa kalau semua jalan sesuai skenario.

Suasana Mencekam Seru di Pusat Kota Kendari

Jangan salah paham dulu, “mencekam” di sini bukan karena rusuh, tapi karena terlalu ramai sampai napas terasa ikut sesak oleh euforia, Kassian. Di sekitar area utama, parkiran kendaraan membludak. Motor berjajar rapat, mobil antre perlahan, klakson sesekali bersahut-sahutan. Macet mi lagi di beberapa titik, terutama mendekati bundaran dan akses ke jalan protokol.

Petugas kepolisian, Dishub, dan Satpol PP tampak mondar-mandir mengatur arus. Mereka sigap mengarahkan pengendara agar tidak menumpuk di satu titik. Walau sempat terjadi penumpukan penonton saat pergantian sesi hiburan musik, situasi tetap terkendali. Tenang saja, aman ji itu barang, semua di-handle dengan cepat. Inilah resiko kalau acara terlalu laku, toh.

Dari pengeras suara, MC terus mengingatkan warga untuk jaga kebersihan dan keamanan. Sambil bercanda pakai logat lokal, suasana jadi cair, tidak tegang. Anak-anak berlarian, pedagang asongan keliling, dan suara tawa berbaur dengan dentuman musik. Warga Kota Lulo, ini betul-betul pesta rakyat rasa konser nasional.

Harmoni Sultra 2026: Arah Baru Pariwisata dan Branding Daerah

HUT Sultra 62 kali ini juga jadi momentum penting untuk branding baru daerah. Mengusung nama Harmoni Sultra 2026, pemerintah ingin menunjukkan bahwa Sultra bukan hanya soal tambang dan sumber daya alam, tapi juga pusat budaya, wisata bahari, dan kreativitas anak muda. Aih, kalau dikelola serius, sa yakin pi, turis domestik dan mancanegara bisa berdatangan lebih banyak.

Konsep rangkaian hingga 2026 membuka peluang event tahunan: festival musik, pameran pariwisata, lomba seni tradisional, hingga expo investasi. Gambarannya, tiap tahun HUT Sultra bukan sekadar upacara, tapi jadi kalender utama wisata di Indonesia Timur. Baca Juga: Jadwal Lengkap MTQ dan Event Keagamaan di Kendari. Ini yang ditunggu pelaku hotel, restoran, hingga pedagang kaki lima, karena efek domino ekonominya besar sekali.

Harapan Warga Kendari: Jangan Cuma Sekali Ramai

Di sela-sela kerumunan, sa sempat tanya beberapa warga yang datang dari Mandonga, Puuwatu, sampai Abeli. Rata-rata bilang senang dan bangga, tapi ada satu pesan yang sama: “Jangan cuma sekarang ramai, habis itu sepi lagi, toh.” Mereka berharap konsep Harmoni Sultra 2026 terus dijalankan, bukan hanya geger di awal.

Sobat Kendari, pesan ini penting. Kolaborasi besar yang sudah dibangun perlu dijaga konsistensinya. Kalau event seperti ini rutin, pelaku UMKM bisa mempersiapkan stok dan kualitas produk, seniman punya panggung, dan kota punya magnet wisata. Aih, rugi besar kalau momentum HUT Sultra 62 ini dibiarkan lewat begitu saja.

Menjelang malam, lampu-lampu panggung makin terang, musik makin kencang, dan sorak-sorai penonton tidak surut. Reporter lapangan paling heboh se-Sultra ini pamit dulu dari tengah kerumunan Harmoni Sultra 2026. Tapi tenang pi, kami akan terus pantau kelanjutan program ini, apakah benar bisa jadi mesin penggerak ekonomi dan kebanggaan baru Kota Kendari atau cuma lewat seperti kembang api semalam saja. Weh, menyala abangku, kita tunggu aksi lanjutannya!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan