Beranda / Peristiwa / ODGJ Kendari: 5 Fakta Mencekam Kronologi Penikaman

ODGJ Kendari: 5 Fakta Mencekam Kronologi Penikaman

Suasana lokasi kejadian kasus ODGJ Kendari dengan polisi dan warga
0 0
Read Time:5 Minute, 5 Second

Beritakotakendari.comODGJ Kendari bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Seorang pria paruh baya dilaporkan mengalami luka serius di bagian leher hingga tangan, diduga akibat diserang oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang juga disebut sebagai korban dalam peristiwa tragis ini. Di lokasi kejadian, suasana benar-benar senam jantung, aih ngeri, warga berhamburan, teriak-teriak, sementara darah masih tampak di beberapa titik jalan.

Sobat Kendari, tim lapangan Berita Kota Kendari langsung meluncur ke TKP, menyusuri gang sempit dan kerumunan warga yang berjubel bak lautan manusia. Astaga, ini kejadian bukan main-main ji, tapi kita tetap tenang menyusun kronologi, biar jelas di mata hukum dan jelas juga di mata warga Kota Lulo yang penasaran setengah mati.

Kronologi ODGJ Kendari Lukai Pria Paruh Baya

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, aparat kepolisian, dan perangkat RT setempat, kejadian mencekam ini terjadi pada siang hari saat aktivitas warga masih padat. Korban, pria paruh baya yang sehari-hari dikenal sebagai sosok pendiam dan ramah, disebut baru saja melintas di sekitar lokasi ketika diduga bertemu dengan seorang ODGJ yang sudah lama mondar-mandir di kawasan itu.

“Tiba-tiba saja mi itu, nda ada ribut-ribut dulu, langsung kaget kita,” ujar salah satu saksi mata yang ditemui di pinggir jalan, sambil masih gemetar menceritakan detik-detik kejadian. Menurut saksi, dalam hitungan detik situasi berubah jadi mencekam, teriakan warga pecah, dan beberapa orang berusaha melerai. Namun, gerakan pelaku begitu cepat, membuat korban mengalami luka di bagian leher dan tangan.

Warga yang panik langsung berusaha mengamankan korban dan memanggil bantuan. Di saat bersamaan, sebagian lain mencoba menenangkan ODGJ tersebut agar tidak membahayakan orang lain. “Tenang ji dulu, jangan dekat-dekat, dia masih pegang barang tajam,” teriak seorang warga mengingatkan yang lain agar tidak ceroboh. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, Sobat Kendari.

Baca Juga: Update Penanganan ODGJ di Mandonga oleh Pemkot

Fakta Luka Leher dan Tangan dalam Kasus ODGJ Kendari

Saudara-saudaraku, dari keterangan awal tenaga medis dan aparat di lapangan, korban mengalami luka di bagian leher yang diduga akibat benda tajam. Luka di tangan disebut sebagai luka benturan atau luka tangkis saat korban berusaha melindungi diri. “Lukanya cukup serius, tapi kami sudah lakukan penanganan awal, selanjutnya dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap,” ujar salah satu petugas medis yang enggan disebut namanya.

Weh, menyala abangku, respons warga sekitar patut diapresiasi. Tanpa menunggu lama, mereka langsung menghubungi layanan darurat dan membantu membuka akses jalan untuk evakuasi. Di tengah kepanikan, koordinasi masih bisa dijaga. “Jangan berkerumun mi, kasih jalan dulu ambulans,” seru seorang pemuda yang mengatur warga sambil mengangkat tangan tanda hati-hati.

Pihak kepolisian dari Polsek setempat juga bergerak cepat. Begitu menerima laporan, beberapa personel langsung menuju lokasi, mengamankan situasi, dan membawa ODGJ yang diduga pelaku untuk diperiksa lebih lanjut. “Kami masih dalami kronologi lengkapnya, baik dari saksi maupun keluarga, karena informasi awal menyebut korban dan pelaku sama-sama ODGJ. Jadi, ini perlu penanganan khusus ji,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Baca Juga: Pemkot Kendari Perketat Pendataan ODGJ di Pasar Baru

Kesaksian Warga dan Suasana Mencekam di Lokasi Kejadian

Warga Kota Lulo!, suasana di lokasi benar-benar bikin bulu kuduk berdiri. Beberapa orang tua tampak memeluk anak-anak mereka, menjauhkan dari kerumunan. “Tinggal di rumah ji dulu, jangan keluar sembarang, tunggu pi polisi bereskan semua,” kata seorang ibu kepada tetangganya. Ini baru namanya solidaritas kampung, saling jaga satu sama lain.

Seorang bapak yang rumahnya tak jauh dari TKP mengaku sempat mendengar suara ribut sebelum menyadari ada korban yang terluka. “Saya kira ribut biasa ji, ternyata sudah ada orang luka parah, astaga, kaget sekali saya. Itu ODGJ sebenarnya dikenal di sini, kasian ji juga, karena dia juga butuh penanganan khusus toh,” tuturnya pelan.

Di tengah hiruk-pikuk itu, aparat kelurahan dan RT/RW setempat langsung melakukan pendataan singkat, mengumpulkan informasi dari warga yang melihat kejadian dari jarak dekat. Hal ini penting agar kronologi nanti di kantor polisi tidak simpang siur. Tenang mi, semua data akan disusun rapi untuk kepentingan penyelidikan.

Penanganan ODGJ Kendari dan Imbauan untuk Warga

Kasus ini kembali menyalakan alarm bahaya soal penanganan ODGJ di Kota Kendari. Mantap djiwa kalau semua pihak bisa duduk bersama: dinas kesehatan, dinas sosial, kepolisian, dan Pemkot, untuk memastikan tidak ada lagi kejadian senam jantung seperti ini di tengah masyarakat. ODGJ itu butuh bantuan, bukan hanya pengawasan sembunyi-sembunyi. Kalau dilepas tanpa pendampingan, bisa berbahaya untuk diri sendiri maupun orang lain, toh.

Pemerintah Kota Kendari sudah berulang kali menyampaikan program penanganan kesehatan jiwa dan pendataan ODGJ di tingkat kelurahan. Warga diimbau untuk segera melapor jika mengetahui ada ODGJ yang menunjukkan gejala agresif, bukan menunggu kejadian mengerikan dulu pi baru ribut. “Kalau ada yang mengamuk, lapor mi cepat ke RT atau Babinkamtibmas, jangan ditangani sendiri,” begitu kira-kira imbauan aparat di lapangan.

Baca Juga: Program Kesehatan Jiwa Terbaru Pemkot Kendari

Sobat Kendari, kita semua punya peran. Jangan cuma heboh di tempat kejadian, tapi diam kalau giliran diminta data untuk pendataan ODGJ. Ingat, korban di kasus ini bukan cuma satu. Korban bisa masyarakat yang trauma, pelaku yang sebenarnya sakit jiwa dan butuh perawatan, serta keluarga-keluarga yang harus menanggung beban sosial. Aih, berat memang, tapi kalau kita kompak, bisa kita atasi bersama.

Harapan Warga Kota Lulo Usai Insiden ODGJ Kendari

Warga sekitar berharap penanganan kasus ini berjalan cepat dan manusiawi. “Korban ditangani baik-baik, pelaku juga jangan disiksa, dia sakit ji, tapi harus ada yang awasi,” kata seorang tokoh masyarakat. Ini menunjukkan kesadaran bahwa persoalan ODGJ bukan hitam putih antara pelaku dan korban, tapi lingkaran panjang soal kesehatan jiwa, ekonomi, dan sosial.

Banyak yang meminta agar pemerintah memperbanyak sosialisasi dan layanan konsultasi gratis, baik di puskesmas maupun di fasilitas kesehatan rujukan. “Jangan tunggu parah mi, kalau keluarga lihat sudah mulai berubah perilakunya, bawa pi periksa, mumpung masih bisa ditangani,” tambahnya.

Untuk saat ini, polisi terus mengumpulkan keterangan, sementara kondisi korban disebut dalam penanganan intensif. Warga diminta tidak menyebar foto atau video korban di media sosial. Astaga, jangan sampai kita tambah luka psikologis keluarga dengan konten viral yang tidak manusiawi. Yang jelas, Berita Kota Kendari akan terus memantau perkembangan kasus ODGJ Kendari ini, dan akan hadir lagi di lapangan dengan update terkini untuk Saudara-saudaraku semua di Kota Lulo!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan