Beritakotakendari.com – Bangkai Kapal UCLG Aspac bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Warga Kota Lulo yang lagi pantau-pantau persiapan event internasional ini kaget mi, ternyata di area lokasi kegiatan masih ada bangkai kapal tergeletak mencolok di bibir pantai. Aih, ngeri! Wali Kota Kendari pun langsung turun tangan, kasih instruksi tegas: bereskan cepat ji, jangan tunggu-tunggu pi, demi harga diri kota di mata tamu dunia!
Bangkai Kapal UCLG Aspac di Teluk Kendari Bikin Geger
Sobat Kendari, situasi di sekitar lokasi UCLG Aspac di kawasan Teluk Kendari sore ini betul-betul macam arena sidak besar-besaran. Tim dari Pemerintah Kota Kendari terlihat lalu-lalang, dokumentasi jalan, alat berat standby, semua fokus ke satu objek: bangkai kapal yang jadi pemandangan paling mencolok di garis pantai. Weh, menyala abangku, ini bukan kapal kecil sembarang, tapi bangkai kapal yang mengganggu estetika kawasan yang sedang dipoles habis-habisan untuk acara tingkat Asia Pasifik.
Warga sekitar yang ditemui di lokasi mengaku sudah lama liat kapal itu teronggok, tapi baru kali ini ada gerakan serius. “Dari dulu adami ini kapal, tapi karena ada UCLG Aspac baru jadi perhatian toh,” ujar seorang warga sambil mengamati petugas yang melakukan pendataan. Suasana betul-betul rasa “alarm bahaya berbunyi nyaring” karena waktu mepet, persiapan jalan terus, sementara bangkai kapal masih berdiri sebagai tontonan gratis di tengah proyek keindahan Teluk Kendari.
Bagi yang belum update, UCLG Aspac (United Cities and Local Governments Asia-Pacific) ini bukan acara sembarang, Saudara-saudaraku. Ini forum wali kota dan pemerintah daerah se-Asia Pasifik yang bakal jadi etalase bagaimana Kendari menampilkan diri ke dunia. Deh, nda ada obatnya kalau masih ada bangkai kapal nongkrong di spot utama foto-foto tamu internasional. Makanya, instruksi Wali Kota untuk segera menertibkan bangkai kapal ini terasa seperti komando darurat jelang hari H. Baca Juga: Update Proyek Penataan Teluk Kendari
Instruksi Tegas Wali Kota: Bereskan Cepat Ji!
Dari pantauan langsung di lapangan, Wali Kota Kendari didampingi jajaran OPD terkait tampak meninjau titik-titik krusial di sepanjang garis pantai lokasi UCLG Aspac. Begitu mata tertuju ke bangkai kapal, mimik wajah langsung berubah serius. “Ini harus dibereskan segera, jangan sampai tamu datang baru kita sibuk toh,” begitu kira-kira garis besar perintah yang disampaikan di lapangan, dengan nada tegas tapi tetap khas pemimpin daerah.
Warga Kota Lulo yang menyaksikan dari kejauhan ikut manggut-manggut. “Bagusmi kalau begitu, biar bersih ji Teluk Kendari, malu juga kalau ada tamu dari luar negeri pi foto-foto terus kelihatan bangkai kapal begitu,” kata seorang pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sekitar kawasan itu. Situasi betul-betul senam jantung karena semua pihak dikejar tenggat: persiapan event, penataan kawasan, dan sekarang tambahan PR bereskan bangkai kapal.
Secara teknis, penanganan bangkai kapal tidak bisa sembarang angkat, Bosku. Ada prosedur soal kepemilikan, keamanan lingkungan, hingga koordinasi dengan pihak pelabuhan atau instansi maritim lainnya. Tapi dengan tekanan waktu UCLG Aspac, Pemkot Kendari seperti dipaksa jalan ngebut. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, tapi juga bangga liat kesigapan tim di lapangan. Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Penataan Pesisir
Kenapa Bangkai Kapal UCLG Aspac Harus Cepat Ditangani?
Ada beberapa alasan kenapa bangkai kapal di area UCLG Aspac ini kudu segera raib dari pandangan, Sobat Kendari. Pertama, dari sisi estetika kota. Teluk Kendari lagi disulap habis-habisan jadi wajah baru kota: ada ruang terbuka publik, jalur pedestrian, dan titik-titik foto ikonik. Kalau masih ada bangkai kapal nongkrong di tengah-tengah, langsung turun mi nilainya di mata pengunjung. Kassian kerja keras penataan kota kalau dikalahkan pajangan kapal karatan begitu.
Kedua, dari sisi keamanan dan lingkungan. Bangkai kapal yang sudah lama teronggok bisa memicu masalah, mulai dari serpihan besi tajam, kebocoran bahan bakar sisa, sampai jadi tempat kumpul sampah. Aih, kalau dibiarkan, bisa-bisa merusak kualitas air dan mengganggu biota di Teluk Kendari. Padahal sekarang pemerintah lagi rajin kampanye soal kota hijau dan pesisir yang berkelanjutan. Baca Juga: Program Kebersihan Teluk Kendari Jelang MTQ dan Event Nasional
Ketiga, citra Pemkot Kendari di mata tamu internasional. Ini momentum emas mi, bukan tiap tahun kita dapat kesempatan jadi tuan rumah skala Asia Pasifik. Kalau tamu datang liat kawasan bersih, rapi, dan bebas bangkai kapal, mereka bakal pulang bawa cerita positif. Tapi kalau sebaliknya, wah, bisa jadi bahan omongan di luar negeri toh. Makanya Wali Kota terkesan tak mau kompromi: bereskan sekarang, bukan nanti pi.
Suara Warga Kota Lulo: Dukung Penertiban, Tapi Minta Transparansi
Di sisi lain, beberapa warga yang ditemui reporter di lapangan juga mengingatkan soal pentingnya transparansi dalam penanganan bangkai kapal UCLG Aspac ini. “Bagusmi kalau dibersihkan, tapi pemilik kapal juga harus jelas, jangan sampai cuma dipindahkan sedikit terus jadi masalah lagi di tempat lain toh,” kata seorang tokoh masyarakat yang sering terlibat diskusi soal pesisir di Kendari.
Mereka berharap, selain untuk kebutuhan tampilan menjelang UCLG Aspac, kebijakan penertiban bangkai kapal dan alat-alat berat di pesisir bisa berlanjut jangka panjang. Jangan cuma heboh pas ada event besar, habis itu kembali lagi pi seperti semula. Deh, warga sekarang makin kritis, Bosku, bukan bisa dibujuk dengan janji manis ji.
Pada akhirnya, penemuan bangkai kapal di lokasi UCLG Aspac ini jadi alarm keras bagi semua pihak: pemerintah, pemilik kapal, dan warga. Teluk Kendari bukan lagi halaman belakang, tapi sudah jadi etalase depan kota. Aih, moga-moga instruksi Wali Kota untuk segera membereskan bangkai kapal ini dieksekusi tuntas, cepat, dan transparan, supaya saat hari H nanti, Warga Kota Lulo bisa berdiri tegak bilang: “Inimi Kendari, kota pesisir yang bersih, rapi, dan siap menyambut dunia!”






Average Rating