Beritakotakendari.com – Isra Mi’raj Kendari bikin suasana malam di Kota Lulo jadi haru tapi menyala, Bosku! Di peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini, Wali Kota Kendari tampil dengan gaya tegas tapi teduh, menekankan soal integritas, keseimbangan pembangunan kota, dan pelayanan ke masyarakat. Aih, ngeri! Lautan jamaah memadati lokasi acara, suasana religi bercampur dengan rasa penasaran: apa lagi mi pesan penting dari orang nomor satu di Pemkot Kendari, di?
Isra Mi’raj Kendari 1447 H: Lautan Jamaah & Suasana Haru
Sobat Kendari, sejak ba’da Magrib, warga sudah mulai berdatangan. Ada yang datang sekeluarga, ada juga rombongan majelis taklim, lengkap dengan seragamnya. Di pelataran lokasi acara, lampu-lampu menyala terang, spanduk bertuliskan peringatan Isra Mi’raj 1447 H terpampang jelas. Astaga, suasananya senam jantung! Ramai tapi tertib, heboh tapi tetap khusyuk ji.
Warga Kota Lulo tampak khidmat mengikuti rangkaian acara: mulai pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan selawat, hingga tausiyah utama. Di sela-sela itu, panitia beberapa kali mengingatkan soal ketertiban dan kebersihan. “Jaga kebersihan mi, jangan buang sampah sembarang,” terdengar suara panitia dari pengeras suara. Mantap djiwa, tertibnya bikin salut.
Bagi yang ingin tahu dinamika keagamaan di kota ini, jangan lupa pantau juga agenda lain seperti Baca Juga: Info MTQ Tingkat Kota Kendari Terbaru yang juga menjadi magnet warga setiap tahun. Pergerakan kegiatan keagamaan ini jelas jadi salah satu penopang harmoni sosial di Kendari, toh.
Pesan Wali Kota di Isra Mi’raj Kendari: Integritas Jadi Alarm Besar
Ketika Wali Kota Kendari naik ke podium, suasana langsung hening. Weh, menyala abangku! Beliau membuka sambutan dengan mengingatkan kembali makna Isra dan Mi’raj: perjalanan Rasulullah SAW sebagai momentum penguatan iman, ketaatan, dan amanah. Dari situ, Wali Kota narik garis lurus ke kondisi kekinian Kendari.
Dengan suara tegas, Wali Kota menekankan bahwa integritas adalah harga mati dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Kalau kita mau Kota Kendari maju, maka aparatur dan seluruh pemangku kepentingan harus menjadikan integritas sebagai pondasi utama,” kira-kira begitu inti pesannya. Aih, kata-kata itu seperti alarm bahaya berbunyi nyaring, mengingatkan semua yang hadir untuk tidak main-main dengan amanah jabatan.
Beliau juga menyinggung soal pelayanan publik di kecamatan dan kelurahan. Layanan administrasi, bantuan sosial, hingga urusan perizinan diminta untuk dilakukan secara transparan dan adil. “Jangan ada lagi masyarakat yang merasa dipersulit. Kalau bisa dipermudah tanpa melanggar aturan, permudah mi,” tegasnya. Warga yang hadir mengangguk-angguk, seakan merasa tersentil tapi juga berharap besar akan perubahan.
Untuk yang penasaran bagaimana kebijakan ini akan diterjemahkan di lapangan, Sobat Kendari bisa ikuti terus update di kanal kebijakan kota, misalnya Baca Juga: Agenda Strategis Terbaru Pemkot Kendari yang sering membahas program dan evaluasi pelayanan publik.
Keseimbangan Pembangunan Kota: Bukan Hanya Pusat, Tapi Sampai Pinggiran
Tidak berhenti di integritas, Wali Kota juga mengangkat isu yang tidak kalah panas: keseimbangan pembangunan. Aih, ini dia poin yang bikin warga di pinggiran kota pasang telinga baik-baik. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan Kendari tidak boleh hanya menumpuk di pusat kota.
“Kita harus pastikan masyarakat di pinggiran kota merasakan manfaat pembangunan yang sama. Mulai dari infrastruktur jalan, akses air bersih, sampai fasilitas keagamaan,” tuturnya. Pernyataan ini disambut tepuk tangan panjang. Banyak jamaah yang terlihat saling menoleh, seolah berkata, “Semoga bukan janji ji ini, tapi betul-betul direalisasikan pi.”
Warga yang hadir dari kawasan seperti Nambo, Poasia, hingga kecamatan di pesisir mengaku menaruh harapan besar. Kassian, selama ini mereka sering merasa hanya jadi penonton ketika pusat kota Kinclong, sementara lorong-lorong di kampung mereka masih gelap dan becek saat hujan. “Kalau betul-betul diperhatikan pemerintah, alhamdulillah sekali. Jangan di pusat kota saja toh yang ditata,” ujar seorang jamaah yang kami temui di lokasi.
Bicara soal penataan wilayah, jangan lupa, geliat ekonomi dan pembangunan baru juga mulai terasa di beberapa titik lain seperti Baca Juga: Update Proyek dan Aktivitas di Kawasan Pasar Baru Kendari. Semua ini jadi puzzle besar yang harus disusun rapi supaya kota maju tapi tetap manusiawi.
Isra Mi’raj Kendari sebagai Momentum Koreksi dan Doa Bersama
Saudara-saudaraku, makna Isra Mi’raj Kendari kali ini bukan cuma soal seremonial tahunan. Dari atmosfer di lokasi, terasa betul bahwa banyak warga datang membawa doa dan harapan: agar kota ini dijauhkan dari bencana, dijauhkan dari pemimpin yang zalim, dan didekatkan dengan keberkahan rezeki.
Dalam doa penutup, para tokoh agama memimpin permohonan agar pejabat di Kendari diberi kekuatan untuk istiqamah, jujur, dan amanah. “Jangan mi sibuk dengan proyek, tapi lupa dengan rakyat kecil,” kurang lebih begitu inti doa yang terdengar lirih namun menohok. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, di satu sisi bangga dengan semangat religius warga, di sisi lain sadar bahwa masih banyak PR yang harus dibereskan.
Acara ditutup dengan saling bersalaman, foto bersama, dan beberapa warga yang menyempatkan diri mengabadikan momen lewat kamera ponsel. “Mau saya kirim di grup keluarga dulu, supaya tahu mi mereka di kampung kalau di Kendari ramai sekali peringatan Isra Mi’raj,” kata seorang ibu sambil tertawa kecil.
Pada akhirnya, peringatan Isra Mi’raj 1447 H di Kendari ini menjadi pengingat keras bahwa integritas bukan teori, tapi sikap harian. Keseimbangan pembangunan bukan slogan, tapi keadilan yang harus tampak di jalan, pasar, rumah ibadah, hingga lorong-lorong kecil. Tinggal kita tunggu pi, sejauh mana pesan penuh api malam ini benar-benar diterjemahkan jadi kebijakan di lapangan. Warga Kota Lulo, pantau terus, suarakan terus – supaya kota ini bukan hanya maju, tapi juga berkah, toh.





