Beranda / Peristiwa / Buka Puasa Bersama: 5 Momen Mengharukan yang Viral

Buka Puasa Bersama: 5 Momen Mengharukan yang Viral

Buka Puasa Bersama IKA UMI Sulawesi Tenggara dengan anak panti asuhan di Kendari
0 0
Read Time:4 Minute, 53 Second

Beritakotakendari.comBuka Puasa Bersama bikin geger haru satu Kota Kendari, Bosku! Dari pinggir jalan sampai grup WhatsApp keluarga, semua bahas kegiatan penuh berkah yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muslim Indonesia (IKA UMI) Sulawesi Tenggara, yang sore ini resmi memadati salah satu lokasi di Kota Kendari untuk berbagi dengan anak-anak panti asuhan. Weh, menyala abangku, suasananya religius tapi meriah ji!

Warga Kota Lulo, sejak jelang azan magrib, lokasi acara sudah berubah jadi lautan manusia bersarung, berpeci, dan berbusana muslim rapi. Pengurus IKA UMI Sultra, para alumni, hingga anak-anak panti asuhan hadir lengkap. Aih, ngeri, momen ini bukan sekadar buka puasa biasa, tapi ajang silaturahmi dan aksi nyata kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Buka Puasa Bersama IKA UMI Sultra: Kebersamaan yang Menggetarkan Hati

Saudara-saudaraku, di lapangan acara yang dipenuhi karpet dan meja panjang, nampak mi deretan nasi kotak, takjil warna-warni, kurma, dan minuman segar yang disusun rapi. Panitia hilir mudik, sibuk membagi paket untuk anak-anak panti asuhan. “Tenang ji, semua kebagian, sabar toh,” begitu kurang lebih suara panitia menenangkan anak-anak yang sudah tak sabar menunggu waktu berbuka.

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, IKA UMI Sultra sengaja memilih berbagi dengan anak panti asuhan di Kota Kendari sebagai wujud rasa syukur dan tanggung jawab sosial alumni. Mereka ingin menunjukkan bahwa alumni UMI bukan cuma kuat di kampus, tapi juga peduli di tengah masyarakat. Astaga, ini baru namanya kombinasi ilmu dan akhlak, kassian kalau tidak ditiru!

Selain santapan berbuka, dibagikan pula paket bantuan untuk anak-anak panti. Isi paket mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga sedikit uang saku. Deh, nda ada obatnya rasa haru ketika beberapa anak panti terlihat memeluk erat bingkisan itu. Sesekali terdengar suara, “Terima kasih banyak Pak, Bu,” yang bikin jurnalis di lapangan ini hampir berkaca-kaca juga.

Baca Juga: Info MTQ Tingkat Kota Kendari yang Siap Menggema

Suasana Religius: Doa, Tausiah, dan Silaturahmi Berlapis Berkah

Sebelum azan magrib berkumandang, acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Lantunan merdu mengalun, membuat suasana yang tadinya ramai jadi hening khusyuk. “Ini bukan cuma kumpul-kumpul, tapi momen muhasabah ji,” kata salah satu panitia kepada kami di sela-sela kesibukannya.

Setelah itu, seorang ustaz yang juga bagian dari alumni UMI menyampaikan tausiah singkat. Intinya, beliau mengingatkan betapa besar pahala berbagi makanan untuk orang berpuasa, apalagi anak yatim dan anak panti asuhan. “Di bulan Ramadan ini, jangan pelit pi, karena rezeki yang kita keluarkan toh kembali lagi dalam bentuk kebaikan yang lebih besar,” kurang lebih begitulah pesan sang ustaz yang disambut anggukan setuju para undangan.

Di sisi lain, beberapa pengurus IKA UMI Sultra memanfaatkan momentum ini untuk mempererat jaringan antarsesama alumni. Tapi tenang ji, nuansa kekeluargaan sangat terasa. Tidak ada sekat, semua duduk bersila di karpet, sejajar dengan anak-anak panti. Ini yang bikin suasana makin menyentuh. Mantap djiwa, konsep kebersamaan yang nyata, bukan basa-basi.

Baca Juga: Suasana Pasar Baru Kendari Menjelang Berbuka

Detik-Detik Berbuka Puasa: Alarm Kebahagiaan Berbunyi Nyaring

Begitu suara azan magrib terdengar dari pengeras suara masjid terdekat, situasi langsung berubah jadi “alarm kebahagiaan” yang berbunyi nyaring. Serempak, semua mengawali buka dengan air mineral dan kurma. Beberapa anak panti tampak saling tersenyum, seolah lelah seharian puasa langsung hilang di telan suasana hangat dan makanan lezat di depan mata.

Jurnalis lapangan yang berdiri di sisi tenda sempat menghitung kasar, ada puluhan hingga ratusan porsi makanan yang dibagikan. Lautan kotak makanan itu hilang dalam hitungan menit, tapi tergantikan oleh lautan senyum. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada – bukan sedih, tapi haru campur bangga karena Kendari masih sarat orang baik.

Tak lama setelah berbuka, jamaah melanjutkan dengan salat magrib berjemaah. Panitia sudah menyiapkan area khusus. Rapi teratur, menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan main-main, tapi dirancang profesional. Warga yang kebetulan lewat pun banyak yang berhenti sejenak, mengamati dari jauh. “Bagus ji ini kegiatan, semoga rutin pi tiap tahun,” komentar seorang warga yang kami temui di pinggir jalan.

Dampak Sosial Buka Puasa Bersama bagi Kota Kendari

Bosku, di balik momen makan bersama, ada efek sosial yang besar. Anak-anak panti asuhan yang sehari-hari mungkin jarang ketemu figur-figur profesional dan alumni perguruan tinggi, malam ini bisa bercengkerama langsung. Mereka diajak ngobrol, ditanya cita-cita, bahkan ada yang spontan bilang mau kuliah di UMI juga kelak. Astaga, daya tularnya semangat pendidikan ini ngeri!

IKA UMI Sultra melalui kegiatan ini mengirim pesan kuat: pendidikan dan kepedulian sosial harus jalan bersama. Dalam konteks Kota Kendari, ini menambah daftar kegiatan positif yang diperankan komunitas alumni dan organisasi kemasyarakatan. Di tengah kabar-kabar soal kemacetan, harga kebutuhan pokok, dan dinamika politik lokal, berita seperti ini jadi oase ji, menyejukkan kepala dan hati.

Pemkot Kendari sendiri, meski tidak semua pejabat hadir secara langsung, kerap mendorong kegiatan sosial seperti ini. Selaras dengan program penguatan sosial keagamaan di kota. Baca Juga: Program Terbaru Pemkot Kendari untuk Ramadan bisa jadi referensi tambahan bagaimana pemerintah dan komunitas saling bersinergi bikin kota ini makin adem dan religius.

Harapan ke Depan: Jangan Berhenti di Satu Ramadan Saja

Sobat Kendari, harapan besar menggema di penghujung acara. Beberapa pengurus IKA UMI Sultra menyampaikan komitmen bahwa kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti di tahun ini saja. “Insyaallah kita lanjut pi, bukan cuma Ramadan, tapi di momen-momen lain juga,” begitu janji salah satu pengurus ketika diwawancarai cepat di lokasi.

Bukan cuma itu, ada wacana untuk memperluas jangkauan bantuan ke panti asuhan di kecamatan lain di Sulawesi Tenggara. Jika ini terwujud, maka geger kebaikan bukan hanya di Kendari, tapi bisa menyapu Konawe, Konsel, sampai Kolaka. Weh, kalau sudah begitu, nama IKA UMI Sultra dan Kota Kendari bisa melambung sebagai pusat gerakan sosial yang menginspirasi se-Sulawesi Tenggara.

Jadi, Warga Kota Lulo, mari kita jaga terus tradisi buka puasa bersama yang bukan cuma soal kenyang perut, tapi kenyang ji juga hati dan iman. Di? Siapa tahu tahun depan kita yang jadi bagian dari panitia, berbagi langsung ke adik-adik panti. Toh, Kota Kendari ini akan bersinar kalau kita semua mau menyala bersama dalam kebaikan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan