Beritakotakendari.com – Safari Ramadan Rutan Kendari bikin geger suasana religius di Kota Lulo mi, Bosku! Dari luar tampak seperti kegiatan biasa ji, tapi begitu masuk di dalam Rutan Kelas IIA Kendari, aura hangat, haru, dan solidaritas itu terasa menonjok hati langsung, aih ngeri! Kanwil Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham Sultra menggelar Safari Ramadan yang berlangsung penuh kekeluargaan, seolah-olah tembok rutan cair diganti jadi dinding silaturahmi, mantap djiwa!
Safari Ramadan Rutan Kendari Perkuat Solidaritas di Balik Jeruji
Saudara-saudaraku, sejak jelang waktu Ashar suasana di sekitar Rutan Kendari sudah berubah jadi lautan manusia mini. Petugas, warga binaan, sampai tamu undangan dari Kanwil Ditjenpas Sultra berkumpul rapi. Panitia mempersiapkan sound system, tikar, dan hidangan buka puasa, semua dikoordinir ketat tapi santai khas Kendari toh.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi, rombongan Kanwil Ditjenpas Sultra dipimpin pejabat struktural yang khusus datang untuk menyapa langsung warga binaan. Agenda utama: pengajian, tausiyah, buka puasa bersama, dan salat Magrib berjamaah hingga tarawih. Bukan sekadar seremonial, tapi misi besarnya adalah memperkuat solidaritas antara petugas dan warga binaan, bahwa mereka semua adalah keluarga besar pemasyarakatan, kassian kalau sampai ada yang merasa sendirian di bulan suci begini.
Di tengah acara, beberapa warga binaan diberi kesempatan menyampaikan kesan pesan. Suaranya bergetar, tapi tegas. “Terima kasih sudah datang dan mengingatkan kami, kami merasa dihargai,” kurang lebih begitu inti pengakuan mereka. Aih, bikin merinding ji dengarnya, Sobat Kendari!
Baca Juga: Jadwal & Sorotan MTQ Tingkat Kota Kendari demi melengkapi suasana Ramadan yang lagi menyala abangku di seluruh penjuru kota.
Momen-Momen Paling Hangat Safari Ramadan Rutan Kendari
Weh, kalau dihitung-hitung, ada setidaknya lima momen yang benar-benar menyentuh ji hati di Safari Ramadan Rutan Kendari ini. Pertama, ketika rombongan Kanwil Ditjenpas Sultra masuk dan langsung menyalami warga binaan satu per satu. Situasi yang biasanya formal tiba-tiba berubah hangat, seperti temu kangen keluarga besar yang lama tidak ketemu.
Kedua, lantunan ayat suci Al-Qur’an berkumandang mengisi ruang utama. Suara qari dari warga binaan sendiri, bening dan penuh penyesalan sekaligus harapan. Aih, suasana senam jantung, Bosku, bikin banyak mata berkaca-kaca.
Ketiga, tausiyah singkat yang menekankan bahwa Ramadan adalah momentum hijrah, bukan hanya bagi yang di luar, tapi juga bagi yang sementara menjalani masa pembinaan. Penegasan bahwa rutan bukan akhir segalanya, tapi titik balik kehidupan. Di situ terlihat jelas, beberapa warga binaan mengangguk pelan, seperti mengikat janji dengan dirinya sendiri.
Keempat, momen buka puasa bersama. Nasi kotak sederhana ji, tapi suasananya mahal betul. Petugas dan warga binaan duduk bersebelahan, tanpa sekat berlebihan. Tenang saja, prosedur keamanan tetap jalan toh, tapi nuansa kekeluargaan itu tidak dikorbankan sama sekali.
Kelima, salat Magrib dan tarawih berjamaah. Barisan rapi, imam dari unsur pemasyarakatan, jamaah campur petugas dan warga binaan. Di situ tampak jelas semangat “kita sama-sama sedang belajar jadi lebih baik”. Deh, nda ada obatnya ini momen, Bosku.
Baca Juga: Wajah Baru Pasar Sentral Kota Kendari Jelang Lebaran untuk melihat bagaimana geliat ekonomi di luar tembok rutan tetap terkoneksi dengan semangat pembinaan di dalam.
Safari Ramadan Rutan Kendari dan Pesan Kemanusiaan yang Menggema
Warga Kota Lulo, yang menarik lagi dari Safari Ramadan Rutan Kendari ini adalah pesan kemanusiaan yang terus diulang: warga binaan tetap manusia dengan hak untuk mendapatkan pembinaan, bimbingan rohani, dan dukungan moral. Bukan sekali dua kali pejabat Kanwil Ditjenpas Sultra menegaskan bahwa pemasyarakatan itu bukan soal menghukum semata, tapi mengembalikan martabat dan masa depan.
Dalam sambutannya, perwakilan Kanwil menyampaikan bahwa Safari Ramadan serupa akan terus digencarkan di berbagai lapas dan rutan se-Sultra. “Ini adalah bentuk kehadiran negara di bulan suci, agar warga binaan merasakan atmosfer Ramadan yang sama, meski di balik jeruji,” begitu garis besar pernyataannya. Tunggu pi jadwal lanjutan di rutan dan lapas lain, bisa-bisa makin ramai ji, geger geden lagi tiap pekan.
Dari sisi keamanan, semuanya berjalan kondusif toh. Petugas berjaga, prosedur standar tetap diberlakukan, tapi tidak mengurangi kekhusyukan. Tidak terlihat ketegangan yang berlebihan, yang ada justru senyum, salaman, dan obrolan ringan selepas tarawih.
Baca Juga: Agenda Safari Ramadan Pemkot Kendari di Masjid-Masjid Kota untuk melihat bagaimana sinergi pemerintah daerah dan instansi vertikal menghidupkan suasana Ramadan.
Dampak Safari Ramadan Rutan Kendari bagi Warga Binaan
Dampaknya, menurut pantauan langsung di lokasi, cukup terasa mi. Beberapa warga binaan mengaku jadi lebih semangat mengikuti kegiatan pembinaan rohani. Ada yang sudah rutin ikut tadarus, ada juga yang baru pertama kali merasakan buka puasa bersama dengan pejabat Kanwil Ditjenpas Sultra.
Selain itu, kegiatan seperti Safari Ramadan Rutan Kendari ini juga menjadi jembatan komunikasi yang penting antara petugas dan warga binaan. Ketegangan yang kadang muncul di hari-hari biasa bisa sedikit luluh ketika bertemu dalam suasana ibadah dan kebersamaan. Aih, ini yang dibilang menghadirkan sisi humanis di balik tembok tinggi.
Warga Kota Lulo, dari Rutan Kendari inilah kita diingatkan lagi: Ramadan bukan cuma soal serba meriah di pusat perbelanjaan atau ramai di Pasar Baru, tapi juga tentang mengulurkan tangan ke mereka yang sedang mencari jalan pulang ke kehidupan yang lebih baik. Tenang saja, kisah-kisah seperti ini akan terus sa wartakan untuk kalian semua, biar kita sama-sama sadar, bahwa solidaritas itu bukan teori ji, tapi aksi nyata di lapangan.






Average Rating