Beritakotakendari.com – Polresta Kendari bikin suasana Pasar Andounohu ramai tapi tetap adem ayem mi hari ini, Bosku! Warga Kota Lulo berdesakan belanja sayur, ikan, sampai bumbu dapur, sementara aparat kepolisian mondar-mandir memantau setiap sudut, memastikan jual beli tetap aman, tertib, dan kondusif. Aih, dari pintu masuk sampai lorong ikan, suasananya macam lautan manusia tapi terkendali ji, ngeri tapi menenangkan!
Reporter lapangan Beritakotakendari.com langsung turun di lokasi, menyusuri becek-becek manja di lantai pasar, dengar sendiri suara pedagang teriak harga, dan lihat anggota Polresta Kendari stand by menjaga situasi. Astaga, kalau nda dipantau begini, potensi gesekan di pasar bisa jadi senam jantung toh, tapi untungnya semua serba terukur dan tertib mi.
Baca Juga: Update Lalu Lintas Padat di Kawasan MTQ Kendari
Baca Juga: Rencana Revitalisasi Pasar Tradisional oleh Pemkot Kendari
Baca Juga: Kondisi Harga Bahan Pokok di Pasar Baru Kota Kendari
Patroli Polresta Kendari di Pasar Andounohu Bikin Tenang Warga
Sobat Kendari, sejak pagi buta anggota Polresta Kendari sudah tampak siaga di area Pasar Andounohu. Mulai dari pengaturan parkir di pintu masuk, pemantauan kerumunan di jalur utama, sampai kontrol di area los ikan dan sayur. Deh, nda ada obatnya, rapi sekali pola pengamanannya.
Beberapa personel terlihat berbaur dengan pedagang dan pengunjung, sambil sesekali memberi imbauan pakai pengeras suara untuk tetap tertib, jaga barang bawaan, dan hindari saling dorong. “Tenang ji, aman, ada polisi yang kawal,” begitu kurang lebih suasana batinnya warga yang ditemui di lapangan.
Seorang pedagang sayur yang sempat dimintai keterangan mengaku senang dengan kehadiran polisi. “Bagus mi begini, Pak, kalau ramai pembeli kita juga tenang toh, nda takut copet-copet,” ujarnya sambil menata kangkung dan bayam dagangannya. Weh, menyala abangku, pedagang pun paham pentingnya keamanan.
Situasi Aman dan Kondusif, Tidak Ada Insiden Mencolok
Saudara-saudaraku, berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, sampai siang hari tidak terlihat adanya insiden mencolok. Tidak ada keributan harga, tidak ada dorong-dorongan ekstrem, apalagi tindak kriminal berat. Situasi bener-bener kategori aman ji. Polisi dari Polresta Kendari terus mobile, sesekali berhenti cek titik yang agak padat pengunjung.
Aparat juga terlihat berkoordinasi dengan pengelola pasar dan petugas kebersihan. Koordinasi ini penting mi, karena kalau sampah menumpuk, jalan becek, dan orang berdesakan, potensi konflik bisa naik. Tapi di Pasar Andounohu hari itu, semua masih dalam batas wajar, walau ramai tetap terkendali toh.
Aih, ngeri kalau dibayangkan pasar seramai ini tanpa pengawasan. Tapi fakta di lapangan menunjukkan kalau kehadiran polisi dengan seragam lengkap, sikap komunikatif, serta pendekatan humanis membuat warga merasa lebih nyaman. Macam ada alarm bahaya tapi standby, sehingga semua orang lebih waspada tanpa harus panik.
Fokus Pantauan: Parkir, Kerumunan, dan Keamanan Dompet Warga
Warga Kota Lulo, tiga titik yang terlihat paling sering disentuh patroli Polresta Kendari di Pasar Andounohu adalah area parkir, pusat kerumunan, dan lorong sempit antarlos. Di parkiran, polisi mengingatkan tukang parkir agar tidak menarik tarif sembarang dan mengatur arus keluar-masuk kendaraan supaya tidak bikin macet di jalan utama.
Di zona kerumunan, seperti dekat penjual ikan dan ayam potong, aparat bergerak perlahan sambil mengamati gerak-gerik orang yang mencurigakan. “Jaga dompet dan HP-ta baik-baik, Bu, Pak,” imbau salah satu petugas. Situasi begini rawan copet toh, jadi kewaspadaan dinaikkan mi, tapi tetap santai.
Selain itu, polisi juga berinteraksi dengan beberapa anak muda yang nongkrong dekat pasar. Bukan langsung dimarahi, tapi diajak bicara baik-baik supaya tidak mengganggu aktivitas jual beli. Ini yang bikin warga simpatik: penegakan aturan, tapi cara komunikasinya halus, khas Sultra yang asik tapi sopan.
Sinergi Polresta Kendari dan Warga Jaga Kondusifitas
Bosku, keamanan pasar bukan urusan polisi saja ji. Dari pantauan di lapangan, terlihat juga peran aktif masyarakat. Pedagang saling mengingatkan, pembeli sigap kalau lihat gerak-gerik aneh, dan pengelola pasar tanggap kalau ada jalur yang terlalu sempit segera diurai.
Polresta Kendari tampak memposisikan diri bukan sekadar penjaga, tapi juga mitra warga. Sesekali terdengar canda ringan antara polisi dan pedagang, bikin suasana cair. “Kalau ramai begini, laris semua mi dagangan-ta, tapi jangan sampai ada yang rugi karena kehilangan barang,” ujar salah satu personel kepada pedagang buah. Mantap djiwa!
Ke depan, pola patroli seperti ini diharapkan tidak hanya dilakukan di Pasar Andounohu saja, tapi menyebar pi ke pasar-pasar lain di Kota Kendari. Dengan begitu, standar rasa aman warga bisa merata, tidak cuma di satu titik. Simak Juga: Program Penguatan Keamanan Pasar oleh Pemkot Kendari untuk melihat bagaimana pemerintah kota dan aparat mencoba menyatu menjaga stabilitas.
Harapan Warga Kota Lulo untuk Patroli Rutin Polresta Kendari
Sobat Kendari, dari obrolan kilat dengan beberapa pengunjung, mayoritas berharap patroli seperti ini jadi agenda rutin, bukan cuma saat momen tertentu saja. “Kalau bisa tiap hari mi ada polisi keliling, biar orang-orang yang mau bikin macam-macam pikir dua kali,” kata seorang ibu rumah tangga sambil menggendong anaknya.
Harapan lain adalah peningkatan fasilitas pasar: lampu yang lebih terang, CCTV tambahan, dan penataan kios yang lebih teratur. Kalau infrastruktur dibenahi, tugas Polresta Kendari pun akan lebih mudah, dan warga makin nyaman belanja. Aih, kalau semua unsur ini menyatu, Pasar Andounohu bisa jadi role model pasar aman dan tertib di Sulawesi Tenggara, toh.
Untuk sementara, kesimpulannya jelas mi: kehadiran aparat di tengah keramaian jual beli terbukti menurunkan potensi kerawanan dan meningkatkan rasa aman warga. Semoga pola pengamanan yang sudah berjalan baik ini terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan pi, demi Kota Kendari yang makin aman, nyaman, dan membanggakan.






Average Rating