Beritakotakendari.com – Gempa Sultra bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Awal Maret 2026 belum apa-apa, Sulawesi Tenggara sudah digoyang 10 kejadian gempa beruntun. Aih, ngeri! Dari pesisir hingga daratan tengah, alat pemantau BMKG kerja lembur, dan warga di beberapa titik sempat lari tunggang langgang, senam jantung betul ini suasana toh.
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung dari Kendari, Warga Kota Lulo! Meski pusat gempa tersebar di beberapa wilayah Sultra, rasa was-was sampai mi ke ibu kota provinsi. Banyak warga yang cerita, tiap getaran kecil di malam hari langsung bangun, cek HP, buka info BMKG dan grup WhatsApp RT. Tenang dulu ji, mari kita bedah pelan-pelan pakai data resmi, supaya jelas mana fakta, mana cuma isu.
Gempa Sultra Awal Maret 2026: 10 Kejadian Beruntun yang Bikin Deg-degan
Berdasarkan rangkuman data BMKG yang dikutip dari pemberitaan Kendariinfo, tercatat 10 kejadian gempa di Sultra pada awal Maret 2026. Weh, menyala abangku alat seismograf! Meski terdengar banyak, sebagian besar gempa ini berkekuatan kecil hingga menengah, dan mayoritas tidak berpotensi tsunami. Namun, frekuensinya yang rapat membuat warga merasa seakan-akan Sultra tidak berhenti berguncang.
Sejumlah titik yang tercatat menjadi episentrum berada di wilayah laut sekitar Sulawesi Tenggara dan beberapa kedalaman menengah. Ini yang bikin sebagian warga bingung, “Kok nda terasa, tapi di berita banyak sekali gempa?” Nah, di sinimi pentingnya memahami bahwa tidak semua gempa terasa di permukaan. Ada yang getarannya kecil, ada yang dalam sekali di bawah bumi, jadi tubuh kita tidak terlalu tangkap getarannya, tapi sensor BMKG tetap rekam semua toh.
Di beberapa kecamatan pesisir, warga mengaku sempat waspada ekstra. Terutama mereka yang pernah merasakan simulasi atau dengar cerita soal tsunami. Satu getaran sedikit saja, langsung ramai info di grup keluarga. Kassian, ini efek psikologis juga. Makanya, edukasi bencana penting sekali. Baca Juga: Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Teluk Kendari biar kita tidak gampang panik, tapi tetap waspada mi.
Data BMKG dan Peta Kerawanan Gempa Sultra
Secara geologis, gempa Sultra bukan hal baru, Saudara-saudaraku. Wilayah ini berada dekat dengan zona tumbukan lempeng dan sesar aktif yang sudah lama dipetakan. BMKG rutin merilis peta seismisitas dan info kejadian gempa harian. Di awal Maret 2026 ini, 10 gempa yang tercatat bervariasi mulai dari magnitudo kecil yang di bawah 4, sampai menengah di kisaran 4-5. Detail angka dan koordinat biasanya disajikan BMKG lengkap: magnitudo, kedalaman, dan posisi lintang-bujur.
Ini penting untuk menjawab pertanyaan klasik warga: “Berbahaya ka tidak, Di?” Kalau magnitudo kecil dan kedalaman cukup dalam, biasanya dampaknya sangat minim di permukaan. Tapi kalau magnitudo sedang dengan kedalaman dangkal di dekat permukiman padat, barumi biasanya terasa goyang. Di sinimi peran media lokal untuk jelaskan dengan bahasa sederhana, supaya informasi ilmiah bisa dicerna semua kalangan, dari sopir pete-pete sampai bos-bos kantoran Mandonga.
Untuk Kota Kendari sendiri, sampai laporan ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan berarti akibat rangkaian gempa awal Maret itu. Aktivitas di pusat kota, dari kawasan MTQ, Pasar Baru, sampai kantor-kantor Pemkot tetap jalan seperti biasa. Baca Juga: Update Aktivitas Warga di Sekitar Pasar Baru Kendari menunjukkan, ekonomi tetap berputar, hanya saja obrolan warung kopi sekarang banyak bahas gempa mi, bukan cuma bola atau politik.
Dari MTQ ke Teluk: Respons Warga Kendari Hadapi Gempa Sultra
Di lapangan, suasananya campur aduk, Sobat Kendari. Di sekitar kawasan MTQ Kendari, beberapa warga yang ditemui mengaku lebih sering pantau aplikasi cuaca dan info gempa. “Sekarang kalo HP bunyi info BMKG, langsung baca pi, nda berani tunda,” kata salah satu pedagang. Aih, hidup di daerah rawan gempa memang butuh adaptasi informasi toh.
Di pesisir Teluk Kendari, nelayan juga waspada mi. Meski BMKG menegaskan gempa-gempa awal Maret ini tidak memicu peringatan dini tsunami, pengalaman panjang membuat mereka tetap perhatikan gerak air laut. Kalau tiba-tiba surut ekstrem atau ombak berubah drastis, biasanya mereka langsung saling kabar. Deh, kearifan lokal begini harus disyukuri juga, jadi alarm tambahan di luar alat resmi.
Pemerintah daerah dan BPBD Sultra sendiri diharapkan terus memperkuat edukasi. Bukan cuma bagi-bagi brosur, tapi simulasi nyata di lapangan. Dari sekolah, kampus, sampai perumahan. Baca Juga: Program Terkini Pemkot Kendari soal Mitigasi Bencana bisa jadi rujukan kebijakan, supaya warga paham jalur evakuasi, titik kumpul, dan apa yang harus dilakukan 10 detik pertama saat gempa mengguncang.
Mitigasi Gempa Sultra: Jangan Panik, Tapi Siap Mi!
Nah, ini kunci keselamatan, Warga Kota Lulo! Gempa Sultra yang 10 kali di awal Maret 2026 ini harus kita jadikan alarm kewaspadaan, bukan sumber kepanikan. Panik berlebihan cuma bikin ribut di medsos, tapi tidak tambah aman ji. Yang perlu kita lakukan:
- Kenali struktur rumah tempat tinggal. Ada retak besar ka tidak? Kalau ragu, konsultasi pi dengan orang teknis.
- Siapkan tas siaga atau go-bag berisi dokumen penting, obat, air minum, senter, dan makanan ringan.
- Latihan sederhana di rumah: kalau gempa, berlindung di bawah meja kokoh, lindungi kepala, jauhi kaca dan lemari tinggi.
- Catat nomor darurat BPBD dan layanan kebencanaan di Kendari, simpan di HP dan ditempel di rumah.
Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, tapi bukan berarti kita kalah toh. Sultra sudah berulang kali hadapi guncangan, dan tetap bangkit. Kuncinya: informasi valid, koordinasi cepat, dan solidaritas warga. Kalau ada gempa lagi, jangan cepat-cepat percaya info hoaks di grup sebelah. Cek dulu situs resmi BMKG atau kanal informasi terpercaya.
Reporter lapangan pamit dulu dari pusat kota Kendari, sambil terus pantau update pergerakan gempa Sultra. Tenang mi, Bosku, selama kita siap dan saling jaga, Insyaallah kita bisa lewati setiap guncangan, baik di bumi maupun di hati. Mantap djiwa!






Average Rating