Beranda / Peristiwa / RTLH Petoaha: 5 Fakta Geger TMMD 127 Kendari

RTLH Petoaha: 5 Fakta Geger TMMD 127 Kendari

Pembangunan RTLH Petoaha oleh Satgas TMMD 127 Kodim 1417 Kendari
0 0
Read Time:5 Minute, 29 Second

Beritakotakendari.comRTLH Petoaha bikin geger satu Kota Kendari mi, Bosku! Dari pesisir Petoaha, Kecamatan Abeli, Satgas TMMD 127 Kodim 1417/Kendari ngebut kerja siang-malam membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) jadi hunian yang layak dan manusiawi. Wartawan lapangan lagi berdiri langsung di dekat tumpukan pasir dan papan, suara palu, gergaji, sampai mesin molen bersahut-sahutan, suasananya betul-betul senam jantung toh!

Warga sekitar berjejer di pinggir jalan kayu, anak-anak berlari-lari sambil lihat TNI kerja, sementara para ibu menyiapkan kopi dan teh. Aih, ngeri, lautan manusia kecil-kecilan di gang sempit Petoaha ini, tapi semangatnya mantap djiwa ji. Program TMMD ke-127 ini menyasar rumah warga kurang mampu agar bisa menikmati hunian yang lebih layak, aman dari angin laut dan pasang air laut yang kadang bikin dag-dig-dug.

Baca Juga: Program Infrastruktur Pemkot Kendari di Pesisir

RTLH Petoaha dan Misi TMMD 127 Kodim 1417/Kendari

Satgas TMMD 127 Kodim 1417/Kendari turun full team di Kelurahan Petoaha, Bosku. Fokusnya jelas: mengubah beberapa unit RTLH Petoaha jadi rumah yang kokoh, layak huni, dan tahan cuaca pesisir. Dari pantauan langsung di lokasi, rangka kayu sudah berdiri, sebagian rumah sudah atap sengnya terpasang, dan lantai mulai dicor rapi. Tenaga teknis TNI dibantu warga sekitar, kerja gotong royong yang bikin hati adem ji.

Komandan di lapangan menegaskan, target waktu sangat mepet, makanya pengerjaan dipacu pagi sampai sore, bahkan kalau perlu menjelang malam pi. “Kita kebut mi, tapi tetap utamakan kualitas, toh,” begitu kira-kira penekanan di lapangan. Warga penerima manfaat tampak berkali-kali mengucap syukur, kassian, karena selama ini rumah mereka berdinding papan tipis dan atap bocor, kalau hujan malam, mereka sering berjaga sambil siaga mindahkan barang-barang.

Baca Juga: MTQ Tingkat Kota Kendari Hidupkan Ekonomi Pesisir

Lokasi Strategis di Pesisir Petoaha

Wilayah RTLH Petoaha yang digarap ini berada di pesisir dengan rumah-rumah kayu yang sebagian berdiri di atas air. Angin laut yang kencang dan air asin sering mempercepat kerusakan material. Itulah kenapa, Satgas TMMD 127 memilih desain bangunan yang lebih kokoh dan pemilihan material yang lebih tahan cuaca. Di beberapa titik, terlihat pondasi rumah ditinggikan agar aman dari air pasang.

Dari arah pusat kota, perjalanan ke Petoaha melewati jalanan yang cukup padat, apalagi jam pulang kerja. Macet-mi sedikit di beberapa titik, tapi setibanya di sini, suasana langsung berubah: pemandangan laut Teluk Kendari yang terbuka lebar, perahu nelayan mondar-mandir, dan di tengah semua itu, suara dentuman pembangunan rumah yang lagi dikebut. Weh, menyala abangku, kombinasi pemandangan dan aktivitas ini bikin siapa saja yang datang tergerak hatinya.

Progres Pembangunan RTLH Petoaha: Dikebut Tapi Tetap Rapi

Berdasarkan penelusuran di lapangan, progres pembangunan RTLH Petoaha sudah masuk tahap kritis yang menuntut kecepatan dan ketelitian bersamaan. Beberapa unit rumah sudah mencapai lebih dari 60% pengerjaan, dengan rangka dinding terpasang, atap masuk tahap finising, dan lantai sebagian sudah dicor. Sementara rumah lain masih tahap penyiapan pondasi dan pemasangan tiang utama.

Para prajurit TNI tampak bergantian angkat semen, potong kayu, ukur rangka, dan pasang seng. Warga sekitar ikut turun tangan, minimal bantu angkat bahan atau bersih-bersih sisa material. “Kalau kita bantu ji sedikit-sedikit, cepat pi selesai rumahnya, toh,” ujar salah satu warga yang rumahnya berada di samping lokasi RTLH. Aih, ini baru namanya gotong royong level pesisir Kendari!

Standar Hunian Layak untuk Warga Pesisir

Konsep hunian layak di RTLH Petoaha ini tidak sekadar rumah baru yang kelihatan bagus di luar, Bosku. Di dalam, ada pembagian ruang yang lebih tertata: ruang keluarga, ruang tidur, dan dapur yang lebih aman dari asap dan percikan api. Ventilasi udara juga diperhatikan, mengingat kelembaban udara di pesisir cukup tinggi. Dengan begitu, kesehatan penghuni bisa lebih terjaga.

Selain itu, bahan bangunan dipilih untuk meminimalisir risiko kebakaran dan kerusakan cepat. Atap yang sebelumnya bocor dan rapuh, kini diganti dengan material yang lebih kuat. “Supaya kalau angin barat datang kencang, warga nda was-was lagi mi,” begitu kurang lebih harapan dari petugas di lapangan. Situasi yang sebelumnya serba waspada tiap kali cuaca buruk, pelan-pelan diubah jadi rasa aman yang lebih permanen.

Dampak Sosial Ekonomi dari RTLH Petoaha

Transformasi RTLH Petoaha ini bukan cuma soal tampilan rumah keren-keren ji, tapi efek ikutannya besar sekali. Warga yang tadinya sering sibuk mengurusi bocor rumah atau dinding reyot, bisa lebih fokus mengembangkan usaha kecil seperti jualan ikan, warung kopi, atau jasa perahu. Rasa percaya diri mereka di mata tamu dan kerabat juga meningkat, karena sekarang mereka bisa bilang, “Silakan mi masuk, rumahku sudah bagus ji sekarang.”

Buat anak-anak, rumah yang lebih layak berarti tempat belajar yang lebih nyaman. Tidak lagi belajar sambil menghindari tetesan air hujan di dalam rumah. Aih, ngeri kalau diingat masa-masa dulu, kassian. Sekarang, program TMMD 127 ini seperti memberi tiket untuk masa depan yang lebih cerah. Apalagi kalau ke depan Pemkot dan pihak terkait ikut menguatkan akses pendidikan dan kesehatan di sekitar Petoaha.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Tradisional Baru Kendari

Sinergi TNI, Pemerintah, dan Warga

Pengerjaan RTLH Petoaha ini jelas menunjukkan sinergi tiga pihak: TNI melalui Satgas TMMD 127, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pemerintah memfasilitasi program dan regulasi, TNI turun langsung di lapangan, dan warga ikut dukung dengan tenaga dan doa. Tenang saja, aman ji itu barang selama semua pihak konsisten jaga komitmen dan kualitas pekerjaan.

Di sela-sela pengerjaan, tampak juga diskusi ringan antara prajurit dan warga. Mereka bukan cuma bahas soal bangunan, tapi juga tentang keamanan lingkungan, kebersihan, hingga peluang pengembangan kampung pesisir jadi destinasi wisata mini di masa depan. Kalau dikelola baik, bukan tidak mungkin Petoaha nantinya jadi salah satu ikon wisata pesisir Kota Kendari yang menyatu dengan hunian layak dan tertata.

Harapan Warga Petoaha Setelah RTLH Selesai

Warga penerima program RTLH Petoaha berharap setelah rumahnya rampung 100%, mereka bisa hidup lebih tenang. Tidak lagi setiap hujan deras harus siap siaga memindahkan barang, dan tidak lagi takut dinding rumah rubuh karena lapuk. Mereka juga berharap jaringan listrik dan air bersih terus ditingkatkan, sehingga fungsi rumah sebagai tempat berlindung dan membina keluarga bisa maksimal.

“Mudah-mudahan bukan cuma di sini ji, masih banyak tetangga-tetangga di pesisir lain yang butuh bantuan begini,” begitu harapan salah satu ibu rumah tangga yang rumahnya kini hampir rampung. Dan memang, kalau melihat antusiasme di Petoaha ini, program serupa patut diperluas ke wilayah lain di Kota Kendari. Tinggal kita tunggu pi langkah lanjutan dari Pemkot dan jajaran terkait, toh.

Untuk saat ini, suara palu dan gergaji di RTLH Petoaha adalah musik pembangunan yang paling merdu di telinga warga. Astaga, nda ada obatnya kalau semangat gotong royong sudah menyala begini. Warga Kota Lulo, pantau terus perkembangan TMMD 127 ini, karena dari pesisir Petoaha, kita bisa lihat bagaimana mimpi tentang hunian layak pelan-pelan jadi kenyataan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan