Beritakotakendari.com – Ramadhan Sultra Fest bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari pelataran area acara yang disulap jadi lautan manusia ini, reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara langsung siarkan: Gubernur Sultra turun tangan tekankan pengendalian inflasi jelang Idulfitri, aih ngeri mi suasananya, lengkap dengan aroma takjil, hiruk pikuk UMKM, dan musik religi yang menggema di udara.
Ramadhan Sultra Fest dan Fokus Pengendalian Inflasi Jelang Lebaran
Warga Kota Lulo, suasana di lokasi Ramadhan Sultra Fest malam ini betul-betul seperti pesta rakyat yang terorganisir rapi. Tenda-tenda pelaku UMKM berjejer rapi, lampu-lampu warna-warni menyala abangku, dan di tengah keramaian itulah Gubernur Sulawesi Tenggara menyampaikan pesan super penting: inflasi jelang Idulfitri harus dikendalikan, nda bisa main-main ji.
Dalam sambutan resminya, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bergerak bersama memantau harga kebutuhan pokok. Fokus utama: beras, minyak goreng, gula, daging, telur, dan bahan pokok lain yang biasanya naik gila-gilaan menjelang lebaran. “Kita jaga stok, kita jaga distribusi, supaya masyarakat tetap bisa belanja dengan tenang,” begitu kira-kira garis besar pesannya, mantap djiwa toh.
Di sela-sela acara, terdengar juga imbauan agar masyarakat tidak melakukan aksi borong berlebihan. Tenang mi, stok dijaga, distribusi diawasi, dan operasi pasar siap digelar kalau harga mulai gerak liar. Pemerintah tidak mau ada warga yang kesulitan hanya karena harga kebutuhan melonjak tak terkendali, kassian kalau begitu.
Baca Juga: Info MTQ dan Kegiatan Religi di Kota Kendari
5 Fakta Penting Ramadhan Sultra Fest 2026 yang Wajib Tahu
Sobat Kendari, supaya nda sekadar ikut ramai di lokasi, ini dia rangkuman lima fakta paling penting dari Ramadhan Sultra Fest yang lagi jadi bahan obrolan di tiap sudut Kota Lulo malam ini:
1. Ajang Promosi UMKM Sekaligus Kendalikan Harga
Ramadhan Sultra Fest bukan cuma soal panggung hiburan dan bazar kuliner, Bosku. Acara ini dirancang jadi etalase besar pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Sultra. Dengan menghadirkan banyak pedagang dalam satu lokasi, persaingan sehat otomatis terbentuk dan harga cenderung lebih terkendali. Aih, ini strategi yang cerdas ji: warga dapat pilihan banyak, pedagang dapat omzet, dan inflasi bisa diredam.
Gubernur menekankan, makin hidup aktivitas perdagangan yang terkoordinasi seperti ini, makin mudah pemerintah memantau pergerakan harga di lapangan. Kalau ada komoditas yang tiba-tiba melonjak, bisa cepat dideteksi dan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Jadi bukan hanya pesta belanja, tapi juga laboratorium ekonomi mini di jantung kota.
2. Sinergi Pemprov, Pemda, dan TPID di Lapangan
Warga Kota Lulo, yang bikin suasana di sini berasa “alarm ekonomi” bunyi nyaring itu karena hampir semua pejabat terkait pengendalian inflasi hadir. Dari perwakilan Bank Indonesia, Bulog, sampai dinas-dinas teknis yang ngurus pangan, perdagangan, dan perhubungan, kumpul semua di satu arena. Deh, nda ada obatnya, koordinasi dibuat langsung di tengah kerumunan rakyat.
Momen Ramadhan Sultra Fest dimanfaatkan untuk menyelaraskan data: berapa stok beras di gudang, bagaimana ketersediaan minyak goreng, bagaimana distribusi dari pelabuhan ke pasar-pasar hingga pelosok kabupaten. Jadi, bukan cuma seremoni, tapi juga forum cepat ambil keputusan. Kalau ada indikasi kelangkaan, bisa segera dirancang operasi pasar atau intervensi logistik. Tunggu pi kalau ada komoditas yang bandel naiknya, pasti langsung ditindak.
Baca Juga: Update Harga Sembako di Pasar Baru Kendari
3. Edukasi Masyarakat: Belanja Bijak, Jangan Panik Buying
Astaga, ini poin yang sering dilupakan, Bosku. Pengendalian inflasi bukan tugas pemerintah saja toh. Di panggung utama, lewat tausiyah maupun sambutan, berkali-kali diserukan agar masyarakat berbelanja secara wajar. “Tidak perlu memborong berlebihan, karena itu justru memicu kenaikan harga,” begitu intinya.
Warga diajak untuk mengatur prioritas: dahulukan kebutuhan pokok, jangan tergoda konsumsi berlebih hanya karena euforia Ramadhan dan menjelang Idulfitri. Belanja sesuai kemampuan, simpan sebagian untuk tabungan atau zakat dan sedekah. Kalau semua ikut aturan main seperti ini, tekanan inflasi dari sisi permintaan bisa lebih kalem ji.
4. Ramadhan Sultra Fest Jadi Magnet Wisata Religi & Ekonomi
Suasana malam di lokasi acara terasa seperti destinasi wisata baru di Kendari. Lampu-lampu hias, tenda kuliner, panggung seni religi, ditambah lagi area kegiatan keagamaan seperti kajian dan lomba-lomba islami, bikin warga betah berlama-lama. Bukan warga Kendari saja, beberapa rombongan tampak datang dari Konawe, Konsel, sampai Kolaka. Weh, menyala mi geliat ekonomi lokal!
Gubernur menyiratkan, kegiatan seperti Ramadhan Sultra Fest ini berpotensi masuk kalender tetap tahunan. Artinya, tiap Ramadhan kota ini bisa jadi magnet kunjungan, dan secara jangka panjang membantu menggerakkan sektor jasa, transportasi, perhotelan, dan kuliner. Kalau berkelanjutan, dampak positifnya bukan hanya ke inflasi musiman, tapi juga ke pertumbuhan ekonomi Sultra secara umum.
Baca Juga: Program Pemkot Kendari Dukung UMKM Ramadhan
5. Pesan Penutup: Jaga Ketenangan, Jaga Solidaritas
Saudara-saudaraku, di ujung acara pembukaan, pesan yang menggaung keras adalah ajakan menjaga ketenangan sosial. Jangan mudah termakan isu hoaks soal kelangkaan barang atau lonjakan harga yang belum tentu benar. “Cek informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait,” begitu kira-kira garis merahnya.
Di tengah hiruk pikuk Ramadhan Sultra Fest, yang kita tangkap dari lapangan malam ini: pemerintah bergerak, pedagang semangat, warga antusias. Tinggal bagaimana kita sama-sama jaga ritme: belanja bijak, bantu awasi harga, dan saling berbagi informasi yang akurat. Kalau semua jalan bareng, insyaallah inflasi jelang Idulfitri bisa dikendalikan, dan Lebaran di Kota Lulo tetap penuh senyum, bukan penuh keluhan harga.
Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada sekaligus bangga: Kendari bukan cuma ramai acara, tapi juga serius mengurus perut rakyatnya. Tenang saja, aman ji itu barang kalau kita tetap kompak, Mi.





Average Rating