Beritakotakendari.com – TMMD ke-127 Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari pagi buta sampai matahari hampir tenggelam di ufuk Teluk Kendari, suara molen, ketukan palu, dan teriakan komando terdengar berderet di lokasi pembangunan talud yang sedang dikejar habis-habisan. Aih, ngeri, suasananya kaya proyek raksasa nasional, padahal kita lagi berdiri di kampung sendiri di Kota Lulo tercinta ini.
Warga Kota Lulo! Di bawah terik matahari yang menyengat, prajurit TNI bersama warga saling bahu-membahu, angkat batu, susun besi, dan tuang semen. “Kejar mi talud ini, jangan sampai lewat target!” begitu kira-kira semangat yang terasa di lapangan. Situasi senam jantung, tapi penuh tawa dan gotong royong ji, sobat Kendari.
TMMD ke-127 Kendari: Talud Dikebut Sebelum Tenggat
Di lokasi TMMD ke-127 Kendari ini, target utamanya jelas toh: pembangunan talud penahan tanah demi mengamankan pemukiman warga dari ancaman longsor dan luapan air. Dari pantauan langsung di lapangan, rangka talud sudah tersusun rapi, sebagian besar sudah terisi cor beton, dan pekerjaan finishing terus dikejar. Weh, menyala abangku, ritme kerjanya cepat sekali!
Komandan di lapangan menegaskan, progres pembangunan talud sudah menyentuh lebih dari separuh volume pekerjaan yang direncanakan. Tiap hari, ada pembagian tim: ada yang fokus di pengikatan besi, ada yang di pengadukan semen, dan ada yang mengatur aliran air supaya lokasi kerja tetap aman. “Tenang saja, aman ji itu talud, kita bangun sesuai standar teknis,” begitu kira-kira keyakinan para personel di sini.
Warga sekitar pun turut merasakan manfaatnya meski talud belum rampung mi. Akses jalan yang sebelumnya becek dan rawan longsor kini perlahan-lahan tertata. “Kalau musim hujan pi, nda was-was lagi kita,” ungkap salah satu warga sambil bantu angkat pasir. Mantap djiwa, kolaborasi TNI-warga ini bikin hati hangat ji.
Baca Juga: Program Pemkot Kendari di Kawasan Pesisir
5 Fakta TMMD ke-127 Kendari yang Bikin Heboh
Astaga, bukan main banyak hal menarik di balik TMMD ke-127 Kendari ini. Berikut 5 fakta yang bikin geger geden:
- Talud jadi tameng utama – Fungsinya bukan cuma biar kelihatan rapi, tapi jadi perisai pemukiman dari ancaman longsor dan erosi. Aih, kalau tidak ada talud, bisa bahaya mi rumah-rumah di pinggir tebing.
- Gotong royong level maksimal – TNI, warga, pemuda, sampai ibu-ibu PKK ikut terlibat. Ada yang bantu logistik, ada yang masak, ada yang gotong material. “Kerja sama begini toh yang kita rindukan,” kata seorang tokoh masyarakat.
- Dikebut sesuai jadwal – Target waktu pelaksanaan TMMD ke-127 Kendari ketat sekali. Makanya, pekerjaan dilakukan hampir tiap hari, cuaca cerah syukur, hujan sedikit pun tetap diakali ji supaya progres tidak mandek.
- Dampak ekonomi ikut bergerak – Pedagang kecil di sekitar lokasi mulai keciprat rezeki. Tukang jual es, gorengan, dan kopi laris manis mi, karena pekerja butuh tenaga tambahan.
- Sinergi dengan program kota – Pembangunan talud ini sejalan dengan rencana penataan lingkungan Pemkot Kendari. Jadi bukan proyek datang pergi pi hilang, tapi disambung dengan program lanjutan.
Baca Juga: Revitalisasi Pasar Baru Kendari yang Makin Ramai
Denyut Lapangan: Suasana Kerja TMMD ke-127 Kendari
Sobat Kendari, suasana di lapangan ini betul-betul seperti lautan manusia pekerja. Dari ujung ke ujung lokasi talud, tampak deretan prajurit dengan seragam loreng yang sudah basah keringat, bercampur warga yang pakai kaus oblong dan topi seadanya. “Tarik mi, angkat pelan-pelan!” teriak salah satu anggota sambil mengarahkan batu besar untuk disusun di kaki talud.
Situasi begini bikin kita elus dada; di satu sisi capek terlihat jelas di wajah mereka, di sisi lain semangat kerjanya tidak turun-turun ji. Setiap jeda istirahat, terdengar canda khas Sulawesi Tenggara, saling ledek tapi tetap sopan. Ada yang cerita soal anaknya ikut lomba di arena Info MTQ Kendari Terbaru, ada yang bahas harga cabai di pasar Mandonga yang naik turun terus.
Nda main-main, pengawasan teknis pun ketat. Elevasi, kemiringan, sampai kualitas adukan semen terus dicek. “Kalau salah sedikit pi, imbasnya ke keselamatan warga, jadi tidak bisa asal cor toh,” jelas salah satu personel teknis sambil mengukur dengan waterpass.
Dampak Jangka Panjang Pembangunan Talud TMMD
Kalau talud TMMD ke-127 Kendari ini rampung mi, dampaknya bukan cuma hari ini ji, tapi bertahun-tahun ke depan. Pertama, keamanan pemukiman jelas meningkat. Warga yang dulu tiap musim hujan deg-degan takut ada tanah longsor, sekarang bisa tidur lebih tenang. Kassian, selama ini mereka hidup dalam was-was yang tidak kelihatan.
Kedua, akses jalan dan lingkungan akan lebih tertata. Dengan talud kokoh, pemerintah tinggal melanjutkan pi dengan pengerasan jalan atau drainase tambahan. Ini juga sinkron dengan rencana pengembangan kawasan yang dicanangkan Pemkot. Kalau ini nyambung mi dengan program lain, kawasan ini bisa jadi contoh sukses penataan kampung di Kendari.
Ketiga, secara sosial, TMMD ke-127 Kendari meninggalkan jejak kebersamaan. Anak-anak muda yang ikut bantu, melihat langsung bagaimana TNI dan masyarakat bisa kerja bareng tanpa sekat. Deh, nda ada obatnya nilai pendidikan karakter lapangan seperti ini.
Pesan Terakhir dari Lokasi TMMD ke-127 Kendari
Saudara-saudaraku, dari bibir talud yang masih basah corannya, satu pesan kuat terdengar: pembangunan itu bukan cuma urusan pemerintah atau TNI saja, tapi urusan kita semua. TMMD ke-127 Kendari membuktikan, kalau kita kompak, proyek sebesar apa pun bisa selesai tepat waktu ji.
Jadi, tunggu pi beberapa pekan ke depan, kita akan lihat talud ini berdiri kokoh melindungi warga. Untuk sementara, kita hormat dulu untuk semua yang berkeringat di lapangan hari ini. Warga Kota Lulo, mari jaga bersama fasilitas yang sedang dibangun ini, supaya manfaatnya panjang dan tidak cepat rusak toh. Mantap djiwa, Kendari menyala terus!






Average Rating