Beritakotakendari.com – Pesantren Ramadan SMKN 7 Kendari bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Dari pagi buta sampai jelang Dzuhur, suasana halaman sekolah di Kecamatan Puuwatu ini berubah jadi lautan seragam abu-abu-putih yang khusyuk mengaji, tapi tetap dibalut nuansa dunia industri kekinian. Aih, kombinasi nilai religius dan budaya industri ini betul-betul paket komplet, nda ada obatnya ji!
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung di lokasi, menyaksikan sendiri bagaimana siswa-siswi SMKN 7 Kendari duduk rapi, mushaf di tangan, sementara di sudut lain guru-guru produktif industri mempersiapkan materi karakter kerja, disiplin, dan etos profesional. Situasi senam jantung tapi versi positif, Saudara-saudaraku, karena energi semangatnya menyala sekali di?
Pesantren Ramadan SMKN 7 Kendari Satukan Iman dan Budaya Industri
Dari pantauan langsung di lapangan, kegiatan Pesantren Ramadan SMKN 7 Kendari ini tidak sekadar rutinitas tahunan biasa ji, tapi sudah didesain seperti kurikulum darurat karakter. Setiap pagi, siswa diawali dengan tadarus Al-Qur’an berjamaah, lalu dilanjutkan dengan kajian tematik tentang akhlak, kejujuran, tanggung jawab, dan adab di lingkungan kerja. Astaga, ini sekolah vokasi tapi rasa pesantren modern toh!
Pihak sekolah menjelaskan, integrasi nilai religius dengan budaya industri ini penting supaya lulusan SMKN 7 Kendari bukan cuma jago praktik di bengkel atau laboratorium, tapi juga kuat iman, santun, dan bisa dipercaya saat masuk dunia kerja. “Kami ingin anak-anak ini bukan hanya kompeten, tapi juga berkarakter,” begitu kira-kira esensi penjelasan guru pembina yang sempat ditemui di sela acara.
Di sela-sela materi keagamaan, ada pula sesi pembiasaan budaya industri: datang tepat waktu, penggunaan seragam yang rapi, hingga simulasi etika profesional. Jadi, abis dengar tausiyah, langsung dipraktikkan dalam bentuk kedisiplinan. Mantap djiwa konsepnya, bosku. Baca Juga: Program Kejuruan Unggulan di Sekolah Vokasi Kendari sebagai perbandingan bagaimana sekolah lain mulai meniru pola seperti ini.
Suasana Geger Positif di Halaman SMKN 7 Kendari
Warga Kota Lulo yang melintas di depan SMKN 7 sempat heran di, karena dari luar pagar terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema, bercampur suara instruksi guru yang tegas tapi bersahabat. Aih, ngeri! Suasana yang biasanya riuh oleh suara mesin praktik, kali ini berubah jadi vibes religius yang menyejukkan hati.
Siswa-siswi duduk melingkar, sebagian di bawah tenda, sebagian lagi di teras kelas. Ada yang fokus menyimak penceramah, ada yang mencatat poin penting di buku catatan. Di pojok lain, panitia dari OSIS dan Rohis sibuk mengatur konsumsi serta absensi peserta. Semua bergerak rapi, seperti di area produksi industri, tapi dibungkus nuansa Ramadan yang syahdu. Tenang saja, aman ji itu kegiatan, protokol kedisiplinan dan ketertiban tetap dijaga ketat oleh guru-guru pengawas.
Menurut informasi yang dihimpun, Pesantren Ramadan ini digelar selama beberapa hari dengan jadwal padat tapi terstruktur. Mulai dari tadarus, ceramah tematik, diskusi kelompok, praktik ibadah yang benar, sampai sesi motivasi karier berbasis nilai religius. Weh, menyala abangku! Ini baru namanya sekolah yang serius menyiapkan generasi siap kerja tapi juga siap akhirat.
Integrasi Kurikulum: Dari Bengkel ke Mushala
Yang bikin geger geden lagi, beberapa materi produktif seperti teknik industri, tata boga, maupun keahlian lain dihubungkan langsung dengan nilai-nilai keislaman. Misalnya, guru menjelaskan pentingnya kejujuran dalam pengukuran bahan, tidak curang dalam penggunaan material, hingga sikap amanah saat mengerjakan proyek klien. Jadi, bukan teori melambung tinggi, tapi langsung menyentuh realitas dunia kerja.
Guru pembina menyampaikan bahwa budaya industri yang ditanamkan di SMKN 7 Kendari meliputi 5 hal utama: tepat waktu, tertib administrasi, jujur, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Semua itu dipadukan dengan dalil agama dan contoh teladan Rasulullah sebagai pedagang dan pekerja keras. Astaga, kalau lulusan seperti ini menyebar ke industri di Kendari, bisa-bisa standar kerja di pabrik dan bengkel naik level semua toh.
Untuk konteks Kota Kendari sendiri, model seperti Pesantren Ramadan SMKN 7 ini bisa jadi role model bagi sekolah lain. Baca Juga: Kegiatan Keagamaan Pelajar Saat MTQ Tingkat Kota Kendari yang beberapa kali juga menonjolkan kolaborasi antara dunia pendidikan dan pembinaan karakter religius.
Antusias Siswa: Lautan Generasi Z yang Religius dan Produktif
Dari raut wajah siswa-siswi yang ditemui, tampak jelas mereka bukan datang terpaksa ji. Banyak yang bilang ke reporter, kegiatan seperti ini bikin suasana Ramadan di sekolah terasa lebih hidup. “Biasanya kalo Ramadan pulang cepat terus main HP di rumah, sekarang datang sekolah tapi kaya ikut pesantren. Seru juga,” begitu kira-kira cerita salah satu siswa jurusan teknik yang tampak antusias.
Ada pula siswi dari jurusan tata boga yang mengaku senang karena selain dapat materi akhlak, mereka juga dapat contoh bagaimana mengelola usaha kuliner halal dengan manajemen yang jujur dan profesional. Bayangkan pi kalau nanti mereka buka usaha kue atau katering di Kendari, konsepnya sudah terlatih dari bangku SMK, mulai dari adab melayani pelanggan sampai etika harga yang tidak mencekik.
Wah, kalau begini caranya, dunia industri di Kota Lulo ke depan bukan hanya diisi tenaga kerja terampil, tapi juga anak-anak muda yang tahu batas halal-haram, sopan santun, dan bisa membedakan mana budaya kantor yang baik dan mana yang harus dihindari. Deh, nda ada obatnya kalau sekolah lain ikut tiru konsep ini.
Dukungan Orang Tua dan Pemerintah Kota Kendari
Tak kalah penting, dukungan orang tua dan pihak pemerintah juga mulai mengalir. Sejumlah orang tua mengaku lega karena anak-anak mereka tidak hanya diajari cara mengoperasikan mesin atau komputer, tapi juga dipantau ibadah dan akhlaknya lewat program Pesantren Ramadan di sekolah. Kassian kalau anak cuma pintar teknis tapi akhlak kosong toh?
Dari sisi Pemerintah Kota, pola pendidikan seperti di SMKN 7 Kendari ini selaras dengan semangat pembinaan generasi muda yang berkarakter. Meski belum ada pernyataan resmi yang panjang lebar, namun arah kebijakan pendidikan berkarakter di Kendari memang lagi didorong kuat. Baca Juga: Program Pembinaan Remaja Masjid oleh Pemkot Kendari yang sejalan dengan misi membentuk generasi religius dan produktif.
Warga Kota Lulo, siap-siap pi, kalau model Pesantren Ramadan SMKN 7 Kendari ini berhasil dan direplikasi di sekolah lain, bisa jadi beberapa tahun ke depan kita akan panen tenaga kerja lokal yang bukan hanya piawai di bengkel, kantor, dan pabrik, tapi juga jadi teladan moral di lingkungan masing-masing. Mantap djiwa, semoga berkelanjutan mi dan bukan program sesaat saja ji.






Average Rating