Beritakotakendari.com – Safari Ramadhan Sultra bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara resmi menjadwalkan Safari Ramadhan 1447 H di 17 kabupaten/kota se-Sultra. Weh, menyala abangku, ini bukan acara biasa-biasa, tapi rangkaian kunjungan ibadah, silaturahmi, sekaligus serap aspirasi umat di bulan suci yang penuh berkah. Astaga, suasana di kantor Gubernur sore ini betul-betul kayak persiapan hajatan akbar, wartawan dan tamu pejabat numpuk bak lautan manusia mi!
Safari Ramadhan Sultra 1447 H: Jadwal Keliling 17 Daerah
Sobat Kendari, dari informasi yang dihimpun di halaman Kantor Gubernur Sultra, Pemprov sudah menyusun pola Safari Ramadhan secara maraton untuk menyentuh 17 kabupaten/kota. Rombongan akan dibagi dalam beberapa tim, supaya semua daerah dapat giliran, nda ada yang terlewat satu pun, toh. Mantap djiwa!
Menurut pejabat yang ditemui di lokasi, rute akan meliputi wilayah daratan dan kepulauan: mulai dari Kota Kendari, Baubau, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Muna, Muna Barat, Wakatobi, hingga Konawe Kepulauan. Aih, ini kalau diibaratkan, seperti tur akbar penuh nuansa religi keliling se-Sultra, Bosku.
Setiap titik kunjungan Safari Ramadhan Sultra rencananya akan diisi dengan kegiatan buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, tausiyah, dan penyerahan bantuan sosial. Tenang saja, aman ji itu barang, karena protokol acara disusun agar tertib dan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah warga.
Baca Juga: Agenda MTQ Tingkat Provinsi di Kota Kendari
Safari Ramadhan Sultra dan Misi Silaturahmi Pemprov
Warga Kota Lulo, dari pantauan langsung di lapangan, tampak pejabat terkait mondar-mandir memeriksa daftar daerah, lokasi masjid, sampai susunan tausiyah. Situasi senam jantung mi, semua dikebut sebelum masuk awal Ramadhan. “Ini momen mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, sekaligus mendengar langsung aspirasi warga desa dan kota,” begitu kira-kira penjelasan salah satu pejabat yang enggan disebut namanya.
Safari Ramadhan Sultra bukan cuma soal seremoni, tapi juga jadi ajang pemerataan perhatian ke daerah-daerah yang selama ini jauh dari pusat pemerintahan. Di beberapa kabupaten, rombongan Safari dijadwalkan mampir ke pesantren, panti asuhan, dan masjid tua bersejarah. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada penuh haru, kassian kalau wilayah-wilayah itu jarang tersentuh, makanya tahun ini digenjot pi.
Baca Juga: Wajah Baru Kawasan Pasar Baru Mandonga Malam Hari
Detail Kegiatan Safari Ramadhan Sultra di Kota Kendari
Nah, khusus untuk Kota Kendari, bos-bosku Warga Kota Lulo, rencananya akan ada beberapa titik utama: masjid besar di pusat kota, kawasan pesisir, hingga wilayah pinggiran yang padat penduduk. Dari briefing singkat yang terdengar di sela-sela rapat, konsepnya bukan acara kaku, tapi hangat dan dialogis. Warga bisa ikut tarawih, dengar tausiyah, lalu menyampaikan unek-unek soal jalan rusak, drainase, sampai harga bahan pokok. Astaga, kalau semua berani bicara, bisa geger geden satu ruangan ji!
Di sela Safari Ramadhan Sultra nanti, Pemprov disebut akan menggandeng juga unsur Pemkot Kendari untuk menyelaraskan data bantuan sosial dan program keumatan. Harapannya, setelah Safari, bukan cuma foto-foto manis di spanduk, tapi ada tindak lanjut nyata di lapangan. Sebab, warga Kendari sudah sering bilang, “Janji mi jangan di langit terus, turunkan pi di tanah.”
Baca Juga: Program Terbaru Pemkot Kendari Jelang Ramadhan
Suasana Persiapan: Wartawan, Protokol, dan Jamaah Menunggu
Saudara-saudaraku, sore ini di halaman kantor Pemprov, mobil dinas dan kendaraan staf bolak-balik, suara telepon bersahutan, dan staf protokol sibuk cek daftar undangan. Deh, nda ada obatnya riuhnya! Media lokal pun sudah bersiap mengatur jadwal liputan di masing-masing daerah, supaya setiap titik Safari Ramadhan Sultra bisa terpantau dan disiarkan ke publik.
Di beberapa masjid besar di Kendari, pengurus sudah mulai rapat kecil, bahas teknis penerimaan rombongan: mulai dari parkir, saf jamaah, sampai konsumsi. “Kita mau tamu pemerintah datang, tapi jamaah lokal tetap nyaman,” kata salah satu pengurus yang sempat disapa tim kami. Ia bilang, warga sudah tidak sabar menunggu, tapi tetap diingatkan untuk jaga ketertiban. Tenang mi, warga Kendari sudah terlatih hadapi keramaian tarawih dan buka puasa, toh.
Harapan Warga pada Safari Ramadhan Sultra 1447 H
Di balik gegap gempita Safari Ramadhan Sultra ini, banyak harapan yang diselipkan warga. Ada yang berharap perbaikan infrastruktur, ada yang menunggu bantuan untuk rumah ibadah, ada juga yang cuma mau titip pesan: jangan datang Ramadhan saja, tapi rutin pi turun melihat kondisi riil masyarakat.
Sobat Kendari di kawasan pesisir cerita, mereka ingin Safari Ramadhan bukan hanya pidato panjang, tapi juga mendengar keluhan soal abrasi pantai dan nelayan yang kesulitan BBM. Sementara warga di daerah perkotaan Kendari berharap perhatian terhadap kemacetan dan penataan pasar tradisional. Kalau semua aspirasi ini bisa dicatat baik-baik, Safari Ramadhan Sultra 1447 H bukan cuma jadi acara seremonial, tapi momentum perubahan nyata. Aih, kalau betul dieksekusi, mantap djiwa mi!
Untuk sekarang, kita tunggu pi pengumuman resmi jadwal detail Safari Ramadhan Sultra dari Pemprov. Warga Kota Lulo, siapkan diri, siapkan hati, dan siapkan aspirasi. Bulan suci sebentar lagi, dan rombongan Safari bakal mengetuk pintu masjid di kampung-kampung ta semua.






Average Rating