Beritakotakendari.com – Jemaah Umrah Kendari bikin geger satu Kota Lulo mi malam ini, Bosku! Di tengah harapan suci berangkat ke Tanah Suci, puluhan warga Kendari justru mengaku terlantar usai mendaftar lewat biro perjalanan Travelina Indonesia. Astaga, situasi di depan kantor perwakilan travel ini benar-benar seperti “senam jantung” – jemaah gelisah, keluarga mondar-mandir, dan polisi pun turun tangan mengamankan owner perusahaan yang diduga menelantarkan mereka.
Reporter lapangan paling heboh se-Sultra hadir langsung di lokasi, di mana wajah-wajah lelah para jemaah tampak campur aduk antara marah, sedih, dan pasrah. Aih, kassian, niat ke Baitullah malah berujung drama panjang, di?
Kronologi Geger Jemaah Umrah Kendari dan Travelina
Berdasarkan penelusuran di lapangan dan keterangan beberapa jemaah, mereka sudah mendaftar paket umrah dengan harga bervariasi, lengkap dengan jadwal keberangkatan yang dijanjikan manajemen Travelina Indonesia. Namun, ketika hari H mendekat, kepastian jadwal penerbangan justru makin kabur. “Tunggu pi, besok kita infokan,” begitu kira-kira jawaban yang berkali-kali diterima para jemaah, menurut pengakuan salah satu warga Wua-Wua.
Hari berganti hari, tapi kepastian keberangkatan tak kunjung datang. Sejumlah jemaah yang berdomisili di Kota Kendari mengaku sudah mengurus cuti kerja, menjual barang berharga, bahkan meminjam uang demi bisa berangkat umrah. Aih, kalau dengar cerita lengkapnya, bikin kita elus dada mi. Ada ibu-ibu dari Poasia yang sudah siap mental dan fisik, koper sudah beres, tapi tiba-tiba info keberangkatan ditunda lagi.
Ketegangan makin memuncak ketika muncul kabar bahwa owner Travelina Indonesia akhirnya diamankan pihak kepolisian. Warga langsung ramai berkumpul, suasananya macam lautan manusia kecil-kecilan di depan kantor travel. Polisi terlihat mengawal proses pemeriksaan, sementara jemaah berusaha mencari kejelasan soal nasib uang dan keberangkatan mereka.
Baca Juga: Polemik Izin Usaha di Pusat Kota Kendari
Owner Travelina Indonesia Diamankan Polisi: Apa yang Terjadi?
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, owner Travelina Indonesia diamankan untuk dimintai keterangan terkait dugaan penelantaran jemaah. Langkah ini diambil setelah ada laporan resmi dari para jemaah yang merasa dirugikan. Weh, menyala abangku, kalau sudah masuk ranah hukum begini, bukan main-main mi ini kasus.
Pihak kepolisian, sesuai standar prosedur, masih melakukan penyelidikan awal. Belum ada pernyataan final soal status hukum sang owner, apakah akan naik jadi tersangka atau masih sebatas saksi terlapor. Namun, keberadaan aparat di lokasi cukup membuat suasana sedikit lebih tenang, karena jemaah merasa ada jalur penyelesaian yang lebih jelas. “Tenang saja, aman ji, yang penting lapor resmi,” ujar salah satu petugas kepada warga yang mulai emosional.
Baca Juga: Respons Pemkot Kendari Soal Perlindungan Konsumen
Suasana Mencekam, Jemaah Umrah Kendari Cerita Kerugian
Di sela-sela kerumunan, beberapa jemaah bercerita dengan suara bergetar. Ada yang mengaku sudah menyetorkan dana belasan hingga puluhan juta rupiah. Ada pula yang datang dari luar kota dan menginap di rumah keluarga di Kendari sambil menunggu jadwal berangkat. “Sudah pasrah pi, toh ini uang bukan sedikit,” kata seorang bapak dari kawasan Lepo-Lepo dengan mata berkaca-kaca.
Astaga, kalau dihitung-hitung, total kerugian jemaah bisa menembus ratusan juta rupiah. Situasi ini bukan cuma soal materi, tapi juga soal mental dan perasaan. Rencana ibadah yang disusun rapi, doa yang dipanjatkan tiap malam, semua seperti buyar seketika. Aih, nda ada obatnya kecewa begini, kassian.
Beberapa tokoh masyarakat yang kebetulan berada di lokasi mengimbau agar jemaah tetap tenang ji dan menyerahkan prosesnya ke pihak berwajib. Mereka juga mendorong adanya mediasi, jika memungkinkan, untuk mencari skema pengembalian dana atau penjadwalan ulang keberangkatan. “Jangan anarkis mi, Bapak-Ibu. Kita urus baik-baik, toh ada polisi di sini,” ujar salah satu tokoh yang mencoba menenangkan massa.
Dampak Kasus Jemaah Umrah Kendari ke Kepercayaan Warga
Kasus yang menimpa Jemaah Umrah Kendari ini dikhawatirkan akan mengguncang kepercayaan warga terhadap biro perjalanan umrah dan haji di Kota Kendari. Di Mandonga, di Wua-Wua, sampai di Anduonohu, obrolan warung kopi malam ini isunya satu: “Hati-hati pilih travel, Bosku.” Deh, langsung jadi bahan diskusi nasional kecil-kecilan di tiap tongkrongan.
Dari sisi regulasi, peristiwa ini bisa jadi tamparan keras bagi pengawas usaha perjalanan ibadah. Penguatan pengawasan izin, transparansi rekening, sampai kepastian jadwal harus diperketat, supaya kejadian begini tidak terulang lagi. Warga Kota Lulo butuh jaminan jelas: kalau sudah bayar, berangkat mi, jangan cuma janji-janji manis ji di brosur.
Baca Juga: Ramai-Ramai Warga Bahas Keamanan Transaksi di Pasar Baru Kendari
Langkah yang Bisa Diambil Jemaah: Jangan Panik, Tertib Mi
Bagi para jemaah yang merasa dirugikan, ada beberapa langkah yang biasanya disarankan: kumpulkan semua bukti pembayaran, perjanjian paket, percakapan resmi dengan pihak travel, lalu buat laporan tertulis ke kepolisian. Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Agama setempat juga penting, karena mereka biasanya mengawasi penyelenggara ibadah umrah.
Jangan panik berlebihan, tapi juga jangan diam ji. Suara jemaah harus terdengar, tapi lewat jalur resmi. Ingat, makin lengkap bukti, makin kuat posisi hukum. Di tengah suasana mencekam seperti malam ini, kita tetap harus pakai kepala dingin. Aih, meski hati panas, prosedur tetap nomor satu, toh.
Untuk ke depan, warga disarankan lebih teliti sebelum mendaftar umrah: cek legalitas perusahaan, rekam jejak, testimoni jamaah sebelumnya, hingga kelengkapan administrasi di Kemenag. Jangan tergiur harga murah pi kalau ujung-ujungnya berisiko tinggi. Mantap djiwa kalau bisa berangkat dengan tenang, ibadah khusyuk, pulang ke Kendari bawa cerita indah, bukan cerita pahit macam malam ini.






Average Rating