Beritakotakendari.com – Kasus Sabu 504 Gram bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Tim liputan lapangan lagi berdiri tepat di depan Kantor BNNP Sulawesi Tenggara, udara malam masih panas, lampu biru kendaraan dinas menyala, dan bisik-bisik warga terdengar jelas. Aih, ngeri! Dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Kota Kendari dalam jaringan sabu hampir setengah kilo ini bikin jantung warga Kota Lulo senam jantung massal, mi!
Suasana di sekitar kantor BNNP Sultra tampak tegang. Beberapa petugas lalu lalang, sementara wartawan dari berbagai media berjejer rapat di trotoar. “Tunggu pi, konfirmasi resmi dari BNNP sebentar,” terdengar salah satu pejabat memberi tahu awak media. Astaga, kasus ini bukan main-main, karena menyentuh langsung marwah lembaga legislatif di Kota Kendari, toh.
Kasus Sabu 504 Gram dan Dugaan Oknum DPRD Kendari
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Beritakotakendari.com, BNNP Sultra mengusut serius Kasus Sabu 504 Gram yang diduga berkaitan dengan jaringan peredaran narkotika lintas daerah. Di tengah pengusutan itu, muncul dugaan adanya keterlibatan oknum anggota DPRD Kota Kendari. Sampai berita ini diturunkan, BNNP Sultra masih sangat berhati-hati mengeluarkan pernyataan resmi, karena proses penyelidikan dan pengembangan jaringan masih berlangsung.
“Prosesnya sementara berjalan, kami dalami semua pihak yang diduga terlibat,” begitu kurang lebih bunyi keterangan singkat yang berhasil kami dapat dari salah satu pejabat BNNP Sultra. Tenang ji, warga, belum ada penetapan tersangka untuk pihak legislatif yang disebut-sebut itu. Namun, nama oknum DPRD sudah mulai beredar di kalangan wartawan, meski belum dapat kami tuliskan karena belum terkonfirmasi secara resmi.
Warga yang melintas di sekitar lokasi, terutama yang baru pulang dari arah Baca Juga: Situasi Lalin Malam Hari di Mandonga, ikut berhenti dan berkerumun, penasaran dengan keramaian malam ini. “Weh, menyala abangku, ternyata kasus sabu besar mi lagi,” celetuk seorang pengendara ojek online yang sempat kami wawancarai singkat.
5 Fakta Awal Kasus Sabu 504 Gram yang Bikin Geger
Untuk Sobat Kendari yang ingin tahu gambaran awal, berikut beberapa poin fakta sementara yang berhasil dihimpun di lapangan. Ingat, ini masih perkembangan awal, datanya bisa berkembang sesuai hasil resmi BNNP Sultra, toh.
1. Berat Barang Bukti Diduga Mencapai 504 Gram
Ini dia biangnya geger, Bosku. Barang bukti yang diamankan BNNP Sultra disebut-sebut mencapai sekitar 504 gram sabu. Jumlah ini bukan kaleng-kaleng, karena sudah masuk kategori pengedar jaringan kelas menengah ke atas. Kalau dipaketkan eceran, potensi edarannya bisa merusak ratusan hingga ribuan warga, kassian generasi muda kita.
2. Penangkapan Diduga Berawal dari Operasi Terencana
Informasi awal menyebutkan, penindakan terhadap Kasus Sabu 504 Gram ini bermula dari operasi terencana BNNP Sultra. Petugas disebut telah melakukan pemantauan beberapa waktu sebelum eksekusi. Lengkapnya belum dibuka ke publik, tapi polanya mirip pengungkapan jaringan yang pernah terjadi di sekitar kawasan Baca Juga: Razia Malam di Sekitar Pasar Baru Kendari.
“Sudah lama mi dipantau, toh, nda mungkin langsung tangkap kalau belum kuat bukti,” kata salah satu sumber yang enggan disebut namanya. Sampai sekarang BNNP masih menahan detail kronologi untuk kepentingan pengembangan.
3. Nama Oknum DPRD Mencuat di Tengah Pemeriksaan
Inilah yang bikin suasana makin panas, ji. Di tengah pemeriksaan terhadap para terduga, muncul nama seorang oknum anggota DPRD Kota Kendari yang disebut-sebut ada kaitan dengan jaringan tersebut. BNNP Sultra mengaku akan memanggil dan memeriksa siapa pun yang diduga terlibat, tanpa pandang bulu.
Namun, belum ada keterangan apakah oknum DPRD itu berstatus saksi, terperiksa, atau sejauh mana dugaan keterlibatannya. Warga Kota Lulo mendesak agar proses hukum dilakukan transparan, tapi tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Aih, situasi begini memang bikin dilema, toh.
4. Respons DPRD Kota Kendari dan Pemerintah Daerah
Di gedung dewan sendiri, suasana juga dikabarkan memanas. Beberapa anggota DPRD yang sempat dihubungi awak media memilih irit bicara, menunggu klarifikasi resmi. Ada yang bilang, “Tunggu pi, kita juga masih cari info akurat.” Sementara itu, Pemkot Kendari disebut akan mengikuti perkembangan penanganan kasus ini di BNNP Sultra dan aparat penegak hukum lainnya.
Isu ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap integritas pejabat di daerah. Sebelumnya, publik juga ramai membahas berbagai polemik di lingkungan Pemkot, mulai dari pengelolaan anggaran sampai program pembangunan. Baca Juga: Sorotan Warga Soal Program Pemkot Kendari yang juga sempat trending di kalangan netizen Kota Lulo.
5. BNNP Janji Proses Tuntas, Warga Diminta Tetap Tenang
Meski suasana terasa mencekam, BNNP Sultra meminta warga untuk tetap tenang dan tidak langsung menelan bulat-bulat informasi yang beredar di media sosial. “Proses hukum berjalan, serahkan ke kami, jangan dulu spekulasi,” begitu garis besar pesan dari pihak BNNP.
Warga Kota Kendari diimbau untuk ikut berperan aktif memerangi narkoba dengan melapor jika mengetahui adanya peredaran di lingkungan masing-masing. Tenang ji, aparat sudah bekerja, tapi partisipasi masyarakat tetap kunci. Jangan sampai, gara-gara narkoba, daerah kita yang dikenal dengan lulo dan kulinernya yang mantap djiwa ini tercoreng, kassian.
Dampak Kasus Sabu 504 Gram bagi Citra Kota Kendari
Saudara-saudaraku, Kasus Sabu 504 Gram ini jelas bukan sekadar angka di meja penyidik. Isu dugaan keterlibatan wakil rakyat membuat citra Kota Kendari ikut dipertaruhkan. Di warung kopi, di pinggir Teluk Kendari, sampai di sudut-sudut Mandonga, obrolan warga malam ini cuma satu: narkoba dan pejabat.
“Kalau betul ada oknum dewan terlibat, itu pukulan keras mi buat kepercayaan masyarakat,” kata seorang warga yang kami temui di dekat jembatan Kuning. Tapi lagi-lagi, semua masih menunggu hasil resmi. Di? Sudah pasti publik berharap kasus ini diusut tuntas, tanpa pandang bulu.
Harapan Warga: Tegas, Transparan, dan Tidak Tebang Pilih
Sobat Kendari berharap, penuntasan Kasus Sabu 504 Gram jadi momentum memperkuat perang melawan narkoba di Sultra. Penindakan harus tegas, transparan, dan jangan tebang pilih, siapa pun yang terlibat. Kalau bersalah, diproses. Kalau tidak terbukti, jelaskan ke publik supaya tidak ada fitnah berkepanjangan. Itu yang paling adil, toh.
Tim Beritakotakendari.com masih standby di depan Kantor BNNP Sultra, menunggu keterangan resmi lebih lengkap. Tunggu pi update berikutnya, Bosku! Kami akan terus kawal berita ini, dari ruang penyidik sampai meja sidang, demi informasi akurat untuk Warga Kota Lulo sekalian.






Average Rating