Beranda / Peristiwa / Penikaman Sepupu: 5 Fakta Mencekam di Tempat Biliar

Penikaman Sepupu: 5 Fakta Mencekam di Tempat Biliar

Lokasi penikaman sepupu di tempat biliar dengan garis polisi
0 0
Read Time:5 Minute, 7 Second

Beritakotakendari.comPenikaman sepupu bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Detik-detik mencekam eks bos sekuriti yang diduga menikam sepupunya sendiri hingga tewas di sebuah tempat biliar ini betul-betul suasana senam jantung, aih ngeri! Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung dari lokasi kejadian, menggambarkan bagaimana kejar-kejaran dramatis di antara meja biliar, kursi plastik, sampai ke luar gedung. Tenang ji, kita kupas tuntas 5W+1H dengan gaya Kendari yang asik tapi tetap sopan, toh.

Penikaman Sepupu di Tempat Biliar: Kronologi Mencekam Detik per Detik

Warga Kota Lulo, berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian penikaman sepupu ini berawal dari cekcok yang memanas di dalam sebuah tempat biliar yang biasanya cuma jadi arena nongkrong santai. Malam itu berubah jadi panggung horor, kassian. Suasana yang tadinya diwarnai suara bola biliar beradu, mendadak dipotong teriakan panik pengunjung.

Eks bos sekuriti yang diduga sebagai pelaku disebut sudah saling kenal dekat dengan korban, sepupunya sendiri. Aih, di keluarga mi juga bisa meledak begini! Menurut saksi mata yang ditemui di lokasi, pertengkaran awalnya hanya adu mulut. Tapi dalam hitungan detik, situasi memuncak. “Tiba-tiba saja dia kejar-kejaran di antara meja biliar, kami pikir bercanda, ternyata sudah ada pisau di tangan,” ujar seorang pengunjung dengan wajah masih pucat.

Kejar-kejaran itu membuat para pemain lain berhamburan menyelamatkan diri. Kursi terbalik, gelas minum berjatuhan, lantai licin, lengkap sudah suasananya. “Orang-orang teriak: ‘Lari! Lari!’. Kami semua kaget, nda percaya, karena keluarga juga itu, sepupu toh,” tambah saksi lainnya. Dalam kepanikan itu, korban akhirnya tersudut di salah satu sudut ruangan dekat pintu keluar. Di situlah diduga terjadi tikaman mematikan yang membuat korban roboh bersimbah darah. Astaga, ngeri mi bosku.

Petugas keamanan dan warga kemudian berusaha melerai, tapi situasi sudah telanjur kacau. Beberapa orang mencoba mengejar pelaku yang sempat ingin melarikan diri. “Kami sempat hadang di parkiran, tapi dia masih nekat mau kabur,” cerita seorang warga yang biasa nongkrong tiap malam di lokasi tersebut.

Baca Juga: Tegas Pemkot Kendari Atur Jam Operasional Tempat Hiburan untuk melihat bagaimana pemerintah kota mencoba meminimalkan potensi keributan di lokasi-lokasi hiburan malam.

Motif Penikaman Sepupu: Cekcok Keluarga yang Memanas

Sobat Kendari, sampai berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mendalami motif lengkap di balik penikaman sepupu ini. Namun, dari keterangan awal yang beredar di lapangan, diduga kuat ada masalah keluarga yang sudah lama mengganjal. Persoalan ekonomi dan perasaan tidak enak di dalam keluarga dikabarkan jadi bara yang pelan-pelan menyala, lalu meledak malam itu di meja biliar.

“Sebenarnya mereka ini sudah lama ada masalah, tapi kami kira sudah selesai mi. Ternyata belum, toh,” kata seorang kerabat yang enggan disebut namanya. Konflik internal keluarga yang tidak selesai baik-baik memang seringkali berakhir tragis. Di sinilah warga Kendari diingatkan lagi, kalau emosi jangan langsung dibiarkan meledak di tempat umum, apalagi sambil pegang benda tajam, deh, nda ada obatnya kalau sudah begini.

Pihak kepolisian yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa pelaku sudah dalam pengejaran dan diminta segera menyerahkan diri. “Kami akan proses sesuai hukum yang berlaku. Hubungan keluarga tidak menghapus tindak pidana,” tegas salah seorang petugas. Tunggu pi rilis resmi dari kepolisian untuk data nama lengkap dan pasal yang disangkakan, karena saat ini penyelidikan masih berjalan.

Reaksi Warga: Geger Geden di Sekitar Lokasi

Saudara-saudaraku, suasana di sekitar tempat biliar mendadak berubah jadi lautan manusia. Warga berkerumun, sebagian merekam dengan ponsel, sebagian lagi mencoba membantu mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. “Kami langsung bawa ke rumah sakit, tapi dokter bilang terlambat,” ujar salah satu keluarga dengan suara bergetar. Kassian sekali, suasana duka menyelimuti keluarga besar korban.

Sejumlah tokoh masyarakat sekitar meminta agar lokasi hiburan lebih diperketat pengamanannya. “Perlu ada pemeriksaan barang bawaan, minimal pisau dan benda tajam jangan lolos begitu saja. Apalagi ini tempat umum, banyak anak muda nongkrong,” ujar seorang tokoh RT setempat. Aih, benar juga, warga sekitar butuh rasa aman ji, bukan cuma hiburan.

Bagi Warga Kota Lulo yang sering keluyuran malam, ingat mi untuk selalu waspada. Kalau lihat cekcok mulai memanas, mending menjauh dulu. Jangan sampai kita ikut jadi korban salah sasaran, toh. Baca Juga: Kondisi Keamanan Malam Hari di Sekitar Pasar Baru Kendari yang sering jadi titik keramaian dan rawan gesekan antarpemuda.

Peran Eks Bos Sekuriti: Dari Penjaga Keamanan ke Terduga Pelaku

Label “eks bos sekuriti” bikin kasus ini tambah heboh, Bosku. Orang yang dulunya dipercaya menjaga keamanan, justru sekarang diduga jadi pelaku penikaman sepupu. Kontras sekali. Di mata sebagian warga, sosok pelaku dikenal tegas dan disiplin. Itulah kenapa banyak yang kaget setengah mati ketika namanya disebut-sebut terlibat dalam peristiwa tragis ini.

“Dia itu kalau jaga di tempat kerja dulu, ketat sekali. Tapi kalau sudah emosi, memang keras juga,” kata seorang kenalan lama. Di, manusia memang penuh sisi gelap-terang. Tapi bagaimanapun, hukum tetap berjalan. Aparat menegaskan, status mantan bos sekuriti bukan tameng. Justru pengalamannya di dunia keamanan akan jadi pertimbangan berat di mata penyidik.

Saat ini polisi masih mengumpulkan rekaman CCTV, keterangan saksi, dan jejak pelarian pelaku setelah kejadian. Mereka juga berkoordinasi dengan berbagai titik di dalam kota untuk mengantisipasi pelaku bersembunyi atau kabur lebih jauh. “Jangan coba-coba melindungi pelaku, bisa terkena pasal juga,” imbau aparat.

Imbauan Keamanan untuk Warga Kota Lulo

Bosku, peristiwa di tempat biliar ini harus jadi cermin bersama. Bukan hanya soal penikaman sepupu yang mencekam, tapi juga bagaimana kita mengelola konflik keluarga dan emosi di ruang publik. Beberapa poin penting yang ditekankan tokoh masyarakat dan aparat di lokasi antara lain:

  • Kalau ada masalah keluarga, usahakan selesaikan di rumah, bukan di tempat hiburan.
  • Hindari membawa senjata tajam tanpa alasan jelas, apalagi ke tempat keramaian.
  • Jika melihat tanda-tanda cekcok, segera melapor ke petugas atau manajemen tempat.
  • Jangan terpancing emosi dan ikut campur tanpa kapasitas yang jelas.

Warga Kota Lulo juga diajak untuk aktif menjaga kondusifitas lingkungan. Baca Juga: Program Keamanan Lingkungan dari Pemkot Kendari yang mendorong ronda malam dan kamera pengawas di titik-titik rawan. Mantap djiwa kalau semua kompak, kriminalitas bisa ditekan.

Untuk sekarang, kita tunggu pi perkembangan resmi dari pihak kepolisian soal penangkapan pelaku, hasil autopsi, dan rekonstruksi kejadian. Reporter Beritakotakendari.com akan tetap standby memantau perkembangan, melaporkan setiap update dengan gaya khas Kota Kendari: heboh, tapi tetap berpegang pada fakta. Aih, semoga tidak terjadi lagi kejadian mencekam seperti ini di bumi Anoa yang kita cintai.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan