Beranda / Peristiwa / Curanmor Kendari: 3 Fakta Geger Motor Disita Polisi

Curanmor Kendari: 3 Fakta Geger Motor Disita Polisi

Polisi amankan tiga motor curian dalam kasus Curanmor Kendari di Moramo
0 0
Read Time:4 Minute, 56 Second

Beritakotakendari.comCuranmor Kendari bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Tiga unit motor curian disita Polresta Kendari di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, hasil pengembangan jaringan curanmor yang diduga dikendalikan dua pria berinisial RS dan SA. Astaga, situasi di TKP betul-betul seperti sinetron aksi, padahal ini nyata ji, bukan drama Youtube!

Curanmor Kendari: Kronologi Penyitaan 3 Motor di Moramo

Sobat Kendari, suasana di Moramo siang tadi terasa tegang mi tapi tertib toh. Polisi dari Polresta Kendari bergerak cepat berdasarkan hasil pengembangan kasus Curanmor Kendari yang sebelumnya diungkap di wilayah kota. Dari informasi awal, RS dan SA diduga terlibat dalam serangkaian pencurian sepeda motor di beberapa titik rawan, lalu menjual atau menyembunyikan barang bukti ke luar kota, termasuk wilayah Moramo.

Tim opsnal yang dipimpin penyidik Reskrim turun lapangan, menyisir satu per satu lokasi yang disebut dalam hasil pemeriksaan. Di sebuah pemukiman warga yang cukup terpencil, polisi akhirnya menemukan tiga unit motor yang diduga kuat hasil kejahatan. Tiga motor ini diamankan dalam kondisi berbeda-beda: ada yang plat nomor sudah dicopot, ada yang nomor rangka tertutup kotoran tebal, dan ada satu yang masih tampak cukup mulus, seolah baru dioperasikan beberapa hari terakhir. Aih, ngeri ji, modusnya rapi sekali!

Warga sekitar yang kaget melihat iring-iringan polisi langsung berkerumun, seperti lautan manusia mini di gang sempit. “Kaget ka juga, kukira ada apa, ternyata kasus maling motor toh,” ujar salah satu warga yang ditemui di lokasi. Situasi sempat jadi senam jantung karena banyak pemilik motor di Moramo juga takut kalau-kalau kendaraan mereka yang hilang selama ini ternyata ikut terlibat dalam jaringan curanmor Kendari ini.

Baca Juga: Operasi Keamanan Malam di MTQ Kendari

Pengembangan Jaringan RS dan SA dalam Kasus Curanmor Kendari

Saudara-saudaraku, dari keterangan awal, RS dan SA disebut polisi sebagai bagian dari jaringan yang lebih besar. Mereka diduga berperan sebagai eksekutor sekaligus penghubung ke penadah di luar Kota Kendari. Pola kerjanya, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, biasanya menyasar motor yang diparkir di pinggir jalan atau depan rumah tanpa pengaman tambahan. Begitu motor berhasil dibawa kabur, dalam hitungan jam langsung dipindahkan ke lokasi penampungan, termasuk salah satunya di kawasan Moramo ini.

Penyidik masih mendalami apakah ada keterlibatan pelaku lain sebagai joki, pengintai, hingga tukang pemalsu nomor rangka dan nomor mesin. “Kami masih melakukan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah,” begitu kira-kira garis besar keterangan aparat di lapangan. Tenang ji, polisi tampak serius sekali membongkar tuntas jaringan curanmor Kendari ini, supaya warga bisa tarikan napas lega pi kalau parkir motor di depan rumah.

Weh, menyala abangku, melihat cara kerja tim di TKP: pengukuran, dokumentasi, pencatatan nomor rangka dan nomor mesin, semua dikerjakan rapi mi. Motor-motor yang disita langsung dinaikkan ke mobil bak terbuka, dikawal ketat personel bersenjata. Situasi mencekam tapi terkendali, warga tetap dipersilakan menonton dari jarak aman supaya proses penyitaan berjalan lancar ji.

Baca Juga: Razia Gabungan di Kawasan Pasar Baru Mandonga

Dugaan Titik Rawan dan Imbauan Polresta Soal Curanmor Kendari

Warga Kota Lulo, dari rangkaian kasus ini, polisi kembali mengingatkan bahwa beberapa titik di Kendari dan sekitarnya berpotensi menjadi lokasi favorit pelaku curanmor: area kos-kosan, perumahan tanpa portal, pinggir jalan dekat pusat kuliner malam, hingga kawasan yang penerangannya minim. “Jangan parkir motor sembarang, gunakan kunci ganda, dan kalau bisa parkir di tempat yang terpantau CCTV,” begitu inti imbauan yang berulang kali disuarakan aparat di lapangan.

Aih, memang kebiasaan kita kadang lengah mi, parkir depan rumah tanpa kunci ganda, helm ditinggal, STNK kadang di jok. Itu yang bikin pelaku curanmor kerja santai ji. Di Moramo tadi, beberapa warga langsung heboh sendiri, saling mengingatkan, “Mulai malam ini, pasang gembok tambahan toh, jangan tunggu pi motor hilang baru menyesal.” Kassian kalau sudah hilang, proses pencarian tidak semudah membalik telapak tangan, meski polisi kerja ekstra keras.

Dalam konteks penegakan hukum, penyitaan tiga motor ini menjadi pintu penting mengurai mata rantai curanmor Kendari. Dari barang bukti ini, polisi bisa mencocokkan laporan kehilangan dari warga, memeriksa nomor rangka dan mesin dengan data Samsat, dan menghubungi pemilik sah jika sudah ditemukan kecocokan. Mantap djiwa kalau dalam beberapa hari ke depan ada warga yang bisa tersenyum lagi karena motornya kembali ke garasi.

Suasana TKP di Moramo: Warga Heboh tapi Kooperatif

Reporter lapangan paling heboh se-Sultra ini menyaksikan langsung, suasana di Moramo awalnya hening, lalu pelan-pelan berubah jadi geger geden saat kabar penyitaan motor curian menyebar dari mulut ke mulut. Anak-anak kecil berlari mendekat, orang tua berdiri di teras rumah, sambil berbisik-bisik mengira-ngira, “Ini jaringan RS-SA itu kah di?” Aih, pertanyaan itu berputar-putar di udara, menambah aura dramatis di tengah panas terik siang hari.

Meski begitu, warga terlihat kooperatif ji. Ada yang menunjukkan jalan pintas untuk akses kendaraan polisi, ada yang membantu mengosongkan area parkir agar mobil patroli bisa keluar-masuk dengan leluasa. “Kalau memang ini untuk keamanan bersama, kita dukung mi,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat. Sikap gotong royong begini yang bikin daerah sekitar Kendari tetap terasa hangat, meski diterpa kasus kriminal macam curanmor Kendari ini.

Baca Juga: Kebijakan Baru Pemkot Kendari Soal Keamanan Lingkungan

Pesan untuk Warga: Jangan Kalah dari Pelaku Curanmor Kendari

Sobat Kendari, pelaku mungkin cerdik, tapi kita sebagai warga jangan mau kalah toh. Kunci ganda, parkir di tempat aman, saling jaga lingkungan, cepat lapor kalau ada gerak-gerik mencurigakan, semua itu benteng pertama sebelum polisi turun tangan. Ingat, pelaku curanmor Kendari bergerak karena merasa situasi mendukung dan korban lengah. Kalau kita waspada terus, ruang gerak mereka menyempit sendiri ji.

Polresta Kendari juga berharap, warga yang pernah kehilangan motor segera mengecek informasi resmi di kepolisian. Siapa tahu, salah satu dari tiga motor yang disita di Moramo ini adalah milikmu, Bosku! Tunggu pi informasi lanjutan dari penyidik, dan pastikan dokumen kendaraanmu lengkap agar proses pencocokan bisa cepat. Aih, semoga saja kasus ini menjadi efek jera bagi jaringan lain yang mau coba-coba bikin resah warga Kota Lulo. Untuk perkembangan berikutnya, tetap pantau terus Beritakotakendari.com, karena kami akan terus siaga di lapangan, melaporkan setiap detik kejadian heboh tanpa abai fakta.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan