Beritakotakendari.com – Preman Kendari bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Seorang pria yang diduga preman, maki dan sampai meludahi mobil seorang wanita di kawasan Mandonga, Kota Kendari, tapi kemudian dipulangkan Polsek Mandonga. Aih, ngeri ji! Warga langsung bertanya-tanya, kok bisa pulang mi ini orang, apa alasannya toh? Reporter lapangan paling heboh se-Sultra ini lagi berdiri langsung di sekitar area Mandonga, di mana kejadian ini pertama kali viral dan jadi bahan perbincangan hangat di warkop-warkop Kendari.
Preman Kendari Maki dan Ludahi Mobil Wanita: Kronologi Geger di Mandonga
Sobat Kendari, berdasarkan informasi yang dihimpun dari jajaran Polsek Mandonga, insiden ini berawal ketika seorang wanita sedang berkendara melintas di wilayah Mandonga. Di tengah lalu lintas yang padat, muncul seorang pria yang diduga preman Kendari menghampiri mobil korban. Diduga terjadi cekcok singkat, lalu pria tersebut memaki korban dengan kata-kata kasar dan bahkan meludahi mobilnya. Astaga, situasi senam jantung mi di tengah jalan!
Dari keterangan polisi, korban sempat terkejut dan ketakutan, tapi tetap berusaha menjaga diri di dalam mobil. Aksi itu kemudian direkam dan menyebar di media sosial, sehingga jadi viral dan mengundang kemarahan netizen. “Deh, nda ada obatnya, berani sekali maki perempuan di jalan begitu,” begitu kira-kira suara warganet di kolom komentar. Baca Juga: Keramaian Mandonga Bikin Macet Sampai Malam jadi makin relevan, karena kawasan ini memang rawan kejadian mendadak bikin kaget begini.
Polsek Mandonga Pulangkan Terduga Preman Kendari, Ini Alasan Resminya
Nah, yang bikin geger geden mi, Saudara-saudaraku, terduga preman Kendari itu ternyata dipulangkan oleh Polsek Mandonga setelah dilakukan pemeriksaan awal. Polisi jelaskan, ada beberapa pertimbangan: mulai dari keterangan saksi, kondisi psikologis terduga, sampai kesediaan korban untuk menempuh jalur hukum lebih lanjut. “Tenang saja, aman ji itu prosesnya, kita ikuti prosedur,” begitu kurang lebih yang disampaikan pihak kepolisian.
Menurut penjelasan aparat, peristiwa ini memang mengarah ke tindakan tidak menyenangkan, tapi tetap harus ditopang bukti kuat dan laporan resmi dari pihak korban. Di sinilah polisi menegaskan, tidak bisa asal tahan orang tanpa dasar hukum yang jelas. Aih, di satu sisi warga emosi, di sisi lain hukum harus tetap jalan sesuai aturan. Di? Rumit mi memang urusan begitu.
Pihak kepolisian juga menyebut, terduga preman sudah diberi peringatan keras dan pembinaan. Intinya, kalau mengulangi lagi, sanksinya bisa lebih berat. “Tunggu pi kalau ada perkembangan baru, pasti kita sampaikan,” ujarnya. Baca Juga: Respons Pemkot Kendari Soal Keamanan Kota juga menyentuh pentingnya pengawasan di titik-titik rawan seperti Mandonga dan Pasar Baru.
Reaksi Warga Soal Preman Kendari: Lautan Opini di Medsos
Warga Kota Lulo, dari Mandonga sampai Poasia, langsung heboh mi. Di medsos, komentar netizen membludak. Ada yang marah, ada yang kecewa, ada juga yang mencoba memahami keputusan polisi. “Kalau begini, orang bisa seenaknya ji di jalan,” kata salah satu warga yang kami temui di sekitar Mandonga, sambil mengelus dada melihat tayangan video yang beredar.
Namun, ada juga yang mengingatkan agar warga tidak main hakim sendiri. “Kita serahkan pi sama polisi, toh ada prosesnya,” ujar seorang pedagang di dekat kawasan Pasar Baru. Kassian juga sebenarnya, baik korban maupun pelaku, sama-sama jadi sorotan publik. Situasi begini memang rawan diseret ke opini liar. Karena itu, polisi imbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi berlebihan tanpa klarifikasi. Baca Juga: MTQ di Kendari dan Pengamanan Ketat di Sekitar Lokasi menunjukkan bahwa aparat sebenarnya aktif mengamankan berbagai titik keramaian di kota ini.
Pesan Polisi: Lapor Mi, Jangan Takut Kalau Alami Intimidasi Jalanan
Polsek Mandonga menegaskan, siapa pun yang merasa mengalami intimidasi di jalan, baik oleh preman Kendari maupun pihak lain, diminta segera melapor. “Jangan takut ji, ada kami. Lapor pi langsung ke kantor atau melalui layanan pengaduan resmi,” kata salah satu anggota polisi yang kami temui di halaman Polsek, sore ini.
Mereka mengingatkan, laporan resmi itu penting supaya aparat punya dasar kuat untuk menindak. Tanpa laporan, kasus sering kali berhenti di tengah jalan. Aih, sayang sekali kalau kejadian sudah geger tapi berhenti begitu saja toh. Warga juga diimbau untuk menghindari konfrontasi langsung di lapangan. Kalau ada situasi mengancam, amankan diri dulu, cari tempat ramai, lalu dokumentasikan dengan bijak bila memungkinkan, dan segera lapor.
Suasana Terkini di Mandonga: Ramai Lagi Seperti Biasa, Tapi Waspada Naik
Saat laporan ini dikirim langsung dari Mandonga, lalu lintas sudah kembali normal ji. Kendaraan hilir mudik, pedagang tetap buka seperti biasa, dan deretan ruko masih ramai. Tapi dari obrolan ringan di emperan toko dan warkop, jelas terasa, kewaspadaan warga naik mi satu level. “Sekarang kalau ada orang tiba-tiba datang marah-marah di jalan, langsung rekam toh, biar ada bukti,” canda seorang ojek online yang mangkal di pinggir jalan, tapi nada seriusnya tetap terasa.
Warga berharap, kejadian ini jadi momentum perbaikan keamanan di kawasan Mandonga dan sekitarnya. Aparat juga diharapkan lebih rutin patroli, terutama di jam-jam rawan. Sementara itu, perempuan pengendara diimbau untuk ekstra hati-hati, jangan segan mencari bantuan kalau merasa diikuti atau diintimidasi. Astaga, semoga ke depan tidak ada lagi kisah maki dan ludah di jalanan Kendari, biar Kota Lulo tetap dikenal sebagai kota yang asik, gaul, tapi tetap sopan, mantap djiwa!






Average Rating