Beranda / Peristiwa / Preman Lampu Merah: 3 Fakta Geger Pengemudi Diludahi

Preman Lampu Merah: 3 Fakta Geger Pengemudi Diludahi

Preman Lampu Merah Kendari memaki pengemudi mobil di persimpangan
0 0
Read Time:4 Minute, 16 Second

Beritakotakendari.comPreman Lampu Merah Kendari bikin geger satu Kota Lulo, Bosku! Seorang wanita pengemudi mobil dimaki, dipaksa beri uang, bahkan sampai diludahi di lampu merah Kota Kendari. Aih, ngeri! Kejadian mencekam ini terjadi di tengah lalu lintas yang lagi padat-padatnya, bikin jantung senam mi semua pengendara yang lihat di?

C kronologi Preman Lampu Merah Kendari Mengamuk

Sobat Kendari, kejadian ini berlangsung di salah satu persimpangan lampu merah yang ramai di Kota Kendari. Berdasarkan keterangan saksi mata yang dihimpun di lokasi, wanita pengemudi mobil yang jadi korban awalnya sedang berhenti normal mengikuti lampu merah. Lalu muncul seorang pria diduga preman jalanan yang menghampiri kaca mobilnya dan langsung minta uang dengan nada tinggi.

Pada awalnya, korban disebut menolak secara halus. Tapi bukannya mundur, pelaku malah makin menjadi-jadi. Dia mengetuk-ngetuk kaca mobil berkali-kali, memaki dengan kata-kata kasar, membuat situasi di perempatan itu berubah jadi tegang sekali. Warga yang lagi antre di belakang juga kaget, tapi banyak yang tidak berani turun karena takut situasi makin ricuh mi.

Ketika korban tetap tidak menyerahkan uang, pelaku diduga langsung meludahi kaca mobil bagian depan. Astaga, tindakan ini bukan cuma tidak sopan, tapi sudah menyentuh ranah pelecehan dan intimidasi di ruang publik. Lautan kendaraan yang lagi berhenti di lampu merah itu sontak jadi saksi bisu dari aksi arogan yang bikin darah naik ini, Bosku!

Menurut informasi awal yang beredar di media lokal, korban sampai ketakutan dan beberapa saat memilih tetap di dalam mobil menunggu lampu hijau menyala agar bisa segera meninggalkan lokasi. Aih, kasian ji, posisi perempuan sendirian di mobil, dikerjai begitu di tengah jalan umum.

Baca Juga: Suasana Malam di MTQ Kendari Usai Insiden Preman

Reaksi Warga Kota Lulo atas Preman Lampu Merah Kendari

Warga Kota Lulo langsung ramai membahas insiden ini di grup-grup WhatsApp dan media sosial. Banyak yang mengaku pernah juga ditegur keras atau diminta uang secara memaksa di titik-titik lampu merah tertentu. “Begini mi terus, kalau kita tidak tegas dari dulu,” keluh seorang pengendara yang sering melintas di kawasan itu.

Ada yang bilang, perilaku oknum preman lampu merah ini sudah sering terlihat, tapi baru kali ini viral karena sampai meludahi pengemudi. Weh, menyala abangku, ini levelnya sudah beda. Bukan sekadar ganggu kenyamanan, tapi sudah mengarah ke teror psikologis di jalan raya.

Sejumlah warga meminta aparat turun tangan cepat. “Harus ada patroli rutin pi di titik-titik rawan, toh. Jangan tunggu kejadian besar lagi baru sibuk,” ujar seorang pedagang di sekitar lokasi kepada tim kami. Di sisi lain, ada juga yang berharap Pemkot Kendari bisa menata ulang area perempatan dan menertibkan aktivitas liar yang mengganggu pengguna jalan.

Baca Juga: Langkah Pemkot Kendari Tertibkan Jalan Protokol

Langkah Hukum dan Keamanan: Apa yang Bisa Dilakukan Korban?

Secara hukum, tindakan memaki, mengintimidasi, sampai meludahi ini bisa dikategorikan sebagai perbuatan tidak menyenangkan, bahkan bisa mengarah ke tindak pidana jika ada unsur ancaman. Korban punya hak penuh untuk melapor ke pihak kepolisian dengan membawa kronologi lengkap, rekaman video bila ada, dan keterangan saksi.

Polisi diharapkan segera bergerak mengamankan pelaku dan memetakan titik-titik lampu merah yang sering jadi tempat pemalakan. Kalau dibiarkan, mental premanisme ini bisa menjalar di mana-mana, dan warga makin takut beraktivitas normal. Tenang saja, aman ji kalau ada payung hukum yang ditegakkan konsisten. Yang penting, warga jangan ragu melapor pi.

Untuk sementara, pengemudi—terutama perempuan yang sering berkendara sendirian—disarankan mengunci pintu mobil rapat-rapat, menutup kaca, dan menghindari interaksi langsung jika merasa terancam. Kalau situasi memanas, catat ciri-ciri pelaku dan laporkan ke aparat setempat. Jangan main hakim sendiri, toh, karena itu bisa berbalik merugikan kita.

Lokasi Rawan Preman Lampu Merah Kendari dan Tips Waspada

Sobat Kendari, beberapa simpang lampu merah di jalur utama memang dikenal rawan munculnya pengemis agresif dan oknum preman jalanan. Meski tidak semua bertindak kasar, tetap saja kewaspadaan harus dinaikkan. Apalagi kalau kita melintas malam hari atau sedang sendirian.

Tips singkat: pertama, selalu siapkan rute alternatif kalau merasa suatu titik terlalu sering bikin was-was. Kedua, usahakan tidak menampilkan barang berharga mencolok di dalam mobil atau di atas motor. Ketiga, kalau ada yang memaksa mendekat sambil teriak-teriak, jaga jarak dan jangan buka kaca kecuali sangat terpaksa. Ingat, keselamatan diri nomor satu, Bosku.

Baca Juga: Kondisi Keamanan Malam Hari di Kawasan Pasar Baru Kendari

Seruan untuk Pemkot dan Aparat: Jangan Tunggu Ada Korban Lagi

Saudara-saudaraku, insiden wanita pengemudi dimaki dan diludahi ini harus jadi alarm keras. Kota Kendari tidak boleh dibiarkan dicap sebagai kota yang lampu merahnya angker karena preman. Perlu ada kolaborasi antara Pemkot Kendari, kepolisian, dan masyarakat untuk memutus mata rantai aksi pemalakan di jalan raya.

Pemkot bisa menyiapkan program penataan kawasan serta pembinaan bagi warga yang selama ini menggantungkan hidup di jalan. Sementara aparat perlu mengintensifkan patroli dan penindakan terhadap pelaku yang sudah keterlaluan seperti kasus ini. Warga sendiri, ayo kompak melapor kalau lihat kejadian serupa, jangan diam ji dan jangan tunda pi.

Kalau semuanya bergerak bersama, situasi yang bikin senam jantung di lampu merah ini bisa berubah jadi suasana tertib dan aman. Kota Lulo harus tetap jadi kota yang ramah, bukan kota yang bikin pengendara takut tiap kali lampu merah menyala. Mantap djiwa kalau kita bisa benahi ini sama-sama, toh.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan