Beranda / Peristiwa / Mentan Amran Sulaiman: 5 Fakta Geger Banjir Amohalo

Mentan Amran Sulaiman: 5 Fakta Geger Banjir Amohalo

Mentan Amran Sulaiman meninjau lokasi banjir Amohalo Kendari
0 0
Read Time:3 Minute, 57 Second

Beritakotakendari.comMentan Amran Sulaiman bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Menteri Pertanian RI itu turun langsung meninjau lokasi banjir di Amohalo, Kabupaten Konawe Selatan yang berbatasan dengan Kota Kendari, situasi betul-betul seperti senam jantung di lapangan, aih ngeri sekali mi!

Warga Kota Lulo berjejalan di pinggir jalan utama Amohalo, lautan manusia menyambut kedatangan rombongan menteri. Sirene mobil pengawalan meraung, lumpur sampai di lutut, dan aliran air cokelat pekat masih menggerus badan jalan ketika Amran Sulaiman tiba di lokasi. Kassian, banyak rumah warga terendam, lahan pertanian tergenang, dan akses jalan sempat terputus, tapi semangat warga tetap menyala abangku!

Mentan Amran Sulaiman Tinjau Banjir Amohalo Kendari dari Pagi Buta

Menurut pantauan langsung tim Beritakotakendari.com di lapangan, Mentan Amran Sulaiman tiba di kawasan banjir Amohalo pada pagi hari. Konvoi kendaraan kementerian dan pemerintah daerah memasuki area yang sebelumnya sulit dilalui akibat genangan. “Kita pastikan dulu kondisi petani, lahan, dan pasokan pangan aman,” begitu kira-kira pesan yang dibawa sang menteri, tenang ji tapi tegas.

Air banjir masih mengalir di beberapa titik, sementara alat berat dikerahkan untuk memperbaiki badan jalan yang tergerus. Di sisi kiri-kanan jalan tampak sawah dan kebun warga berubah menjadi seperti danau mini, airnya meluber sampai dekat pemukiman. Aih, situasi ini bikin kita elus dada, Bosku. Tapi kedatangan pejabat pusat memberi harapan, warga bilang, “Syukur pi, akhirnya dilihat langsung toh sama pemerintah pusat.”

Beberapa warga yang sempat ditemui mengeluhkan akses distribusi pangan dan pakan ternak yang tersendat. Beras, jagung, dan sayur-mayur yang biasanya lewat jalur Amohalo terpaksa memutar jauh. Hal ini dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga di pasar-pasar tradisional Kendari jika tidak segera tertangani. Baca Juga: Kondisi Harga Pangan Terkini di Pasar Baru Kendari.

Respons Cepat dan Janji Penanganan dari Mentan Amran Sulaiman

Di tengah genangan yang mulai surut, Mentan Amran Sulaiman terlihat turun dari mobil dinas, menyusuri jalan berlumpur bersama rombongan. Sepatu lapangan penuh lumpur, tapi beliau tetap maju, weh menyala menteri satu ini. Ia berdialog dengan petani, perangkat desa, hingga warga yang rumahnya terdampak.

Dari informasi yang dihimpun, Amran menegaskan akan ada beberapa langkah cepat: pendataan lahan rusak, bantuan benih, dan dukungan pemulihan sarana produksi pertanian. “Kita tidak boleh biarkan petani jalan sendiri, ini urusan pangan bangsa,” begitu garis besarnya. Tenang saja, aman ji itu barang kalau semua pihak bergerak, tapi jangan tunggu lama-lama pi, karena musim tanam berikut sudah di depan mata.

Pemerintah daerah Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Konawe Selatan, yang wilayahnya bersinggungan dengan jalur menuju Kota Kendari, juga diminta memperkuat sinergi. Titik-titik kerawanan longsor dan banjir bakal dipetakan ulang. Warga berharap, tidak cuma janji di atas kertas, tapi ada realisasi nyata, dari normalisasi saluran air sampai perbaikan irigasi persawahan. Baca Juga: Program Normalisasi Drainase Pemkot Kendari.

Dampak Banjir Amohalo ke Warga dan Petani Sekitar Kendari

Banjir Amohalo bukan sekadar air mengalir dan surut begitu saja, saudara-saudaraku. Dampaknya menjalar ke mana-mana: rumah terendam, akses sekolah anak-anak terganggu, dan yang paling krusial, lahan pertanian rusak. Di beberapa titik, tanaman padi muda dan jagung yang baru ditanam petani terendam berhari-hari. Kassian, ada yang terancam puso kalau air tidak cepat surut.

Warga mengaku, setiap musim hujan deras, jantung mereka deg-degan menunggu apakah air sungai akan meluap lagi atau tidak. “Tra tenang tidur mi kalau awan tebal, ingat kejadian tahun-tahun lalu,” curhat seorang ibu rumah tangga yang rumahnya nyaris terseret arus. Situasi begini membuat kebutuhan akan mitigasi bencana yang lebih serius jadi makin terasa, bukan cuma tanggap darurat setelah kejadian toh.

Dari sisi ekonomi, jalur Amohalo adalah salah satu urat nadi pergerakan barang dan orang antara wilayah sekitar dan Kota Kendari. Ketika banjir terjadi, arus kendaraan terganggu, logistik tersendat, dan pedagang di kota ikut pusing kepala. Bosku yang biasa kulakan sayur di sentra produksi sekitar pun terpaksa mengurangi stok. Baca Juga: Info Terbaru Penataan Pasar Panjang Kendari.

Koordinasi Pemerintah dan Harapan Warga Kota Lulo

Turunnya Mentan Amran Sulaiman ke lokasi banjir Amohalo diharapkan jadi alarm keras bagi semua pemangku kepentingan. Ini bukan kejadian sepele, ini sinyal bahaya yang berbunyi nyaring. Pengelolaan daerah aliran sungai, pembukaan lahan, sampai tata ruang yang sering diabaikan harus dibedah lagi, jangan tunggu pi makin parah baru ribut.

Pemerintah provinsi, kabupaten, dan Pemkot Kendari dituntut bergerak bareng. Masyarakat juga mulai sadar, menjaga hutan dan tidak buang sampah sembarang di sungai bukan cuma slogan di spanduk. “Kalau kita sendiri yang bikin rusak, jangan kaget mi kalau air balas dendam,” ujar seorang tokoh masyarakat sambil mengawasi alat berat yang sedang bekerja.

Warga Kota Lulo berharap kunjungan menteri ini menjadi titik balik. Bantuan untuk petani, perbaikan infrastruktur, dan penataan kembali kawasan rawan banjir mesti dijalankan tuntas. Aih, kalau semua kompak, insyaallah tidak ada lagi situasi mencekam tiap hujan lebat. Mantap djiwa kalau Amohalo bisa kembali hijau, subur, dan aman dari banjir, jadi lumbung pangan yang membanggakan Sulawesi Tenggara, toh.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan