Beranda / Peristiwa / Pelatihan APAR: 5 Fakta Geger yang Wajib Tahu

Pelatihan APAR: 5 Fakta Geger yang Wajib Tahu

Pelatihan APAR Pertamina untuk masyarakat Kendari
0 0
Read Time:5 Minute, 1 Second

Beritakotakendari.comPelatihan APAR bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Wartawan lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara ini melaporkan langsung dari lokasi, di mana Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi turun tangan sendiri ajar masyarakat cara pakai alat pemadam api ringan (APAR) dengan benar. Aih, suasananya sampai mirip simulasi darurat bencana, senam jantung sekali, tapi justru inimi ilmu yang paling kita butuhkan di rumah, di kantor, dan di tempat usaha ta.

Pelatihan APAR Pertamina: Lautan Warga dan Alarm Siaga Kebakaran

Saudara-saudaraku, di lokasi pelatihan tadi, peserta membludak sampai seperti lautan manusia. Dari ibu rumah tangga, pedagang kios, pegawai kantoran, sampai anak muda gaul Kota Lulo, semua kumpul demi satu tujuan: belajar cara jinakkan api sebelum membesar. Narasumber dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjelaskan dengan bahasa sederhana, tanpa ribet-ribet teknis yang bikin pusing, supaya warga langsung paham di tempat. Mantap djiwa!

“Jangan tunggu api besar dulu, baru panik. APAR dipakai saat api masih kecil,” begitu kira-kira penekanan dari instruktur. Weh, menyala abangku! Penjelasan disertai demonstrasi langsung, lengkap dengan simulasi api dan cara menarik pin APAR. Warga diminta naik satu per satu, pegang sendiri itu tabung, supaya rasa takut hilang mi. Astaga, banyak yang awalnya gemetar, tapi setelah praktek dua tiga kali, percaya diri ji mereka, toh.

Pelatih juga tekankan jenis-jenis APAR: ada yang cocok untuk kebakaran akibat listrik, ada yang cocok untuk minyak goreng di dapur, dan lain-lain. Aih, ini penting sekali, jangan sampai salah pakai, bisa-bisa bukan padam api, malah tambah besar. Di situ juga dijelaskan soal masa kadaluarsa APAR, cara cek tekanan, dan posisi penyimpanan yang ideal di rumah maupun tempat usaha.

Baca Juga: Update Terkini Kegiatan Pemkot Kendari

5 Fakta Penting Pelatihan APAR yang Bikin Deg-degan tapi Bermanfaat

Sobat Kendari, ini 5 poin paling ngeri tapi penting dari pelatihan APAR yang berlangsung heboh tadi:

  1. Waktu Emas 30 Detik – Instruktur tekankan, detik-detik pertama kebakaran itu penentu. Kalau warga sigap pakai APAR dalam 30 detik pertama, peluang padam total itu tinggi sekali. Lewat dari itu, api bisa menyebar ke plafon atau kabel listrik. Situasi langsung naik level jadi senam jantung.
  2. Posisi APAR Bukan Pajangan – Banyak kios dan kantor di Kendari ini, APAR cuma jadi pajangan di pojokan, berdebu, bahkan terhalang tumpukan kardus. Di pelatihan, warga dibilangi jangan begitu mi: APAR harus mudah dijangkau, kelihatan, dan titiknya sudah disepakati semua penghuni rumah atau karyawan.
  3. Cek Tekanan Minimal 3 Bulan Sekali – Bukan beli, taruh, lalu lupa. Warga diajari lihat indikator tekanan di tabung. Kalau jarum sudah turun di bawah zona hijau, siap-siapmi untuk servis atau ganti. Kassian kalau pas darurat, ta tarik tuas, tapi angin kosong saja keluar.
  4. Teknik PASS: Pull, Aim, Squeeze, Sweep – Dijelaskan teknik standar dunia: tarik pin (Pull), arahkan ke sumber api (Aim), tekan tuas (Squeeze), dan sapu lebar ke titik api (Sweep). Diulang-ulangmi sampai warga hafal di luar kepala.
  5. Simulasi Nyata ala Kebakaran Dapur – Warga dibuatkan skenario seolah-olah api muncul dari kompor rumah. Dari cara matikan kompor, cabut colokan dekat api, sampai posisi badan menghadap api tapi tetap jaga jarak aman. Aih, ngeri tapi inimi ilmu penyelamat nyawa.

Baca Juga: Info Penting Soal Keamanan Pasar Baru Kendari

Pelatihan APAR untuk Masyarakat Kendari: Edukasi Sampai ke Gang Sempit

Warga Kota Lulo, program Pelatihan APAR dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi ini tidak hanya berhenti di satu titik saja, di? Dari penjelasan panitia, targetnya menyasar berbagai kelurahan dan kecamatan, termasuk kawasan padat penduduk dan gang-gang sempit yang rawan kebakaran karena instalasi listrik semrawut.

“Kami ingin masyarakat bukan cuma tahu nama APAR, tapi betul-betul bisa pakai di lapangan,” begitu kurang lebih kata perwakilan Pertamina yang kami wawancarai. Tenang saja, aman ji itu barang kalau digunakan sesuai prosedur. Malah, kalau tidak dilatih begini, yang bahaya toh, karena di saat panik orang bisa salah pegang atau salah arah sembur.

Di sela-sela pelatihan, warga juga diberi penjelasan soal tata letak aman tabung gas LPG di rumah, jarak kompor dari dinding, hingga kebiasaan-kebiasaan sepele yang berpotensi memicu kebakaran, seperti mengecas HP di kasur atau menumpuk sambungan kabel tanpa pengaman. Aih, banyak peserta yang langsung saling pandang, mungkin merasa, “Eh, itu rumahku sekali mi!”

Baca Juga: Jadwal & Keramaian MTQ di Kota Kendari

Antusias Warga Kendari: Dari Selfie Dengan APAR Sampai Tanya Jawab Mencekam

Situasi di lokasi pelatihan tadi bukan cuma serius-serius tegang, tapi juga heboh ala warga Kota Kendari. Ada yang selfie sambil pegang APAR, ada yang bikin video pendek pas sembur api, semua heboh tapi tetap diarahkan panitia supaya tidak mengganggu jalannya pelatihan. Weh, menyala sekali konten calon viral dari lokasi!

Sesi tanya jawab pun berlangsung seru. Ada ibu-ibu yang bertanya, “Kalau api di wajan minyak goreng, bolehka siram air?” Langsungmi instruktur bilang tegas, jangan sekali-kali! Air bisa bikin minyak muncrat dan api menjalar lebih cepat. Di situ, peserta dibuatkan simulasi kecil supaya lihat sendiri efeknya, biar tidak main-main lagi dengan yang namanya kebakaran dapur.

Warga juga tanya soal biaya perawatan APAR, apakah berat di kantong. Penjelasan dari tim Pertamina: dibanding kerugian kebakaran, biaya servis APAR itu ibarat receh saja. Lebih baik invest sedikit sekarang daripada menangis belakang, kassian, kalau rumah atau usaha jadi korban si jago merah.

Kendari Siaga Kebakaran: Jangan Panik Mi, Siapkan APAR dan Ilmunya

Sobat Kendari, pesan besar dari Pelatihan APAR ini jelas sekali: jangan tunggu pi kejadian besar baru kita sibuk cari alat pemadam. Minimal, setiap rumah dan tempat usaha punya satu APAR yang layak pakai, plus semua penghuni tahu cara mengoperasikannya. Ilmu sudah diberi, latihan sudah difasilitasi, tinggal kesadaran ta masing-masing.

Kota Kendari yang terus berkembang dengan ruko-ruko baru, kos-kosan, dan pusat kuliner malam perlu lebih siaga soal kebakaran. Dari Mandonga sampai Korumba, dari Anduonohu sampai Poasia, jangan lagi anggap remeh api kecil. Ingatmi, kebakaran besar selalu dimulai dari percikan kecil yang dianggap sepele.

Jurnalis lapangan dari Beritakotakendari.com akan terus pantau, apakah pelatihan seperti ini berlanjut dan menjangkau semua lapisan warga. Sementara itu, saudara-saudaraku, cekmi sekarang di rumah: ada APAR atau tidak? Kalau belum, catat pi di daftar belanja bulan depan. Lebih baik siap ji, daripada menyesal kemudian, toh.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan