Beritakotakendari.com – Kepala Bapas Baubau bikin geger satu Sulawesi Tenggara mi hari ini, Bosku! Dari Kendari sampai Baubau, kabar pelantikan Mustar Taro sebagai nahkoda baru Balai Pemasyarakatan (Bapas) Baubau langsung menyambar di grup WhatsApp pejabat, aktivis hukum, sampai warga yang rutin berurusan dengan pembinaan klien pemasyarakatan. Aih, suasana pelantikan di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sultra ini betul-betul rasa “momen bersejarah” toh, senam jantung semua yang hadir!
Pelantikan Kepala Bapas Baubau: Detik-Detik Resmi Mustar Taro
Warga Kota Lulo! Reporter lapangan paling heboh se-Sultra hadir langsung melaporkan untuk ta semua. Di aula kantor wilayah Pemasyarakatan Sultra, para pejabat berjejer rapi, seragam disetrika licin, lambang garuda berkilau, suasananya formal tapi tegang manis ji. Saat nama Mustar Taro disebut sebagai Kepala Bapas Baubau yang baru, langsung saja semua pasang mata serius. Weh, menyala abangku, ini momen penentuan arah pembinaan klien pemasyarakatan di kawasan kepulauan selatan Sultra, nda main-main ji.
Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sultra memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan. Tangan kanan Mustar Taro terangkat, suara lantang, janji ditegaskan di depan pimpinan, rohaniawan, dan rekan sejawat. Aih, ngeri! Di ruangan itu suasananya kayak ruang kendali misi, semua khidmat, hanya bunyi AC dan klik kamera wartawan yang memecah keheningan.
Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa Bapas Baubau adalah garda depan pembimbingan klien pemasyarakatan, mulai dari anak, dewasa, hingga mereka yang sedang menjalani program integrasi. “Tugas ini bukan main-main,” begitu garis besarnya, mengingat angka perkara dan kebutuhan pembinaan di Baubau dan sekitarnya makin kompleks. Baca Juga: Program Pemasyarakatan Humanis di Kendari.
Visi Mustar Taro Pimpin Kepala Bapas Baubau yang Baru
Astaga, begitu selesai pelantikan, Mustar Taro langsung dikerumuni tamu dan jajaran, lautan manusia mini di koridor kantor, semua mau kasih selamat mi. Kepada awak Beritakotakendari.com, ia menegaskan komitmennya menjadikan Bapas Baubau sebagai rumah pembinaan yang humanis, tapi tetap tegas ji dalam pengawasan.
Mustar menyebut, langkah awal yang ia prioritaskan adalah penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum lain di Baubau dan kabupaten sekitar, termasuk pengadilan, kepolisian, dan kejaksaan. “Kalau semua sinergi, klien kita bisa didampingi lebih maksimal, bukan cuma urusan administrasi, tapi juga pemulihan hubungan sosial di keluarga dan masyarakat,” begitu kira-kira garis besarnya. Mantap djiwa, kalau betul diterapkan konsisten.
Ia juga menyinggung pentingnya pendekatan kearifan lokal. Di kawasan Baubau dan Buton, nilai adat, rasa malu, dan penghormatan pada orang tua masih sangat kuat. “Itu harus dimanfaatkan untuk bantu proses reintegrasi, bukan diabaikan,” tegasnya. Di? Jarang-jarang pejabat mau bicara sedetail itu soal sosial budaya, Bosku.
Selain itu, digitalisasi layanan bimbingan kemasyarakatan juga disebut sebagai agenda besar. Data klien harus rapi, transparan, dan mudah dipantau, supaya pengawasan di luar tembok penjara bisa tetap terukur. Baca Juga: Reformasi Layanan Publik di Pemkot Kendari.
Dampak Penunjukan Kepala Bapas Baubau Bagi Warga dan Klien
Nah, Sobat Kendari dan warga Baubau, mungkin ta tanya, “Apa urusannya pelantikan Kepala Bapas Baubau ini dengan kita-kita?” Banyakmi toh! Bapas itu lembaga yang mengurus klien yang sedang menjalani proses pembimbingan di luar lapas, termasuk yang dapat asimilasi, pembebasan bersyarat, atau klien anak yang butuh pendampingan khusus.
Kalau kepemimpinan di Bapas kuat, tegas, dan manusiawi, masyarakat juga yang merasa aman. Potensi residivis bisa ditekan, klien yang sudah keluar punya peluang lebih besar untuk benar-benar balik ke jalan yang baik. “Bukan sekretariat administrasi, tapi lembaga pembinaan nyata,” kata satu pengamat hukum yang sempat ditemui di lokasi. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada—harapannya besar sekali di pundak Mustar Taro.
Bagi keluarga klien, sosok Kepala Bapas yang terbuka dan komunikatif juga penting ji. Masyarakat sering bingung urus prosedur, jadwal bimbingan, atau syarat administrasi. Dengan nakhoda baru, diharapkan ada layanan informasi yang lebih jelas, mungkin lewat loket khusus, nomor layanan, atau sosialisasi rutin di kelurahan-kelurahan sekitar Baubau. Baca Juga: Agenda Sosialisasi Hukum di MTQ Square Kendari.
Atmosfer Pelantikan: Dari Kendari Menyambar ke Baubau
Saudara-saudaraku, suasana di aula saat pelantikan itu campur-campur: tegang, haru, tapi juga penuh optimisme. Beberapa pejabat senior tampak bisik-bisik soal tantangan ke depan: mulai dari beban kerja pembimbing kemasyarakatan yang tinggi, kondisi geografis kepulauan yang bikin mobilitas susah, sampai keterbatasan fasilitas yang masih harus digenjot.
“Tunggu pi, kita akan tata lagi sistem pembimbingan dan pengawasan,” begitu kira-kira janji yang beredar di kalangan internal, menggambarkan tekad untuk berbenah. Di luar gedung, beberapa tamu dari Baubau yang sengaja datang ke Kendari mengaku lega sudah ada kepastian pimpinan baru. “Yang penting jangan banyak seremonial ji, kerja nyata toh yang kita tunggu,” ujar salah satu tokoh masyarakat, dengan nada setengah bercanda tapi mengena.
Kassian, di lapangan masih banyak klien yang butuh pendampingan intensif, mulai dari bekal keterampilan kerja sampai konseling psikologis. Semua itu sekarang jadi PR besar Mustar Taro sebagai Kepala Bapas Baubau yang baru. Warga Kota Lulo dan seantero Sultra tinggal pantau pi, apakah gebrakan yang dijanjikan hari ini akan benar-benar menyala di Baubau, atau hanya jadi catatan manis di berita pelantikan. Untuk saat ini, kita catat dulu: satu babak baru pemasyarakatan di Baubau resmi dimulai hari ini, dan gaungnya sampai di Kendari, Bosku!






Average Rating