Beritakotakendari.com – Perbaikan Jalan Kendari bikin geger satu Kota Lulo, Bosku! Dari pagi sampai siang bolong, komunitas relawan turun langsung di ruas jalan berlubang dengan membawa 2 ton aspal dan berhasil menambal 33 titik lubang jalan di Kendari tanpa tunggu pemerintah bergerak duluan, Mi. Astaga, situasi di lapangan betul-betul seperti operasi darurat jalan rusak, sampai warga sekitar berjejer di pinggir jalan menonton, ada yang bantu, ada yang cuma rekam untuk status WA, deh, nda ada obatnya!
Di lokasi yang jadi titik aksi, suasana ramai seperti lautan manusia mini. Motor dan mobil harus pelan-pelan lewat karena separuh badan jalan dipakai untuk kerja bakti. Para anggota komunitas lengkap dengan rompi, sepatu boot, dan masker, sibuk menghampar aspal panas, meratakan dengan sekop, sambil teriak komando, “Minggir dulu, Bosku, panas ini aspal!” Aih, menyala abangku! Warga pun saling sahut, “Bagus mi itu, jangan tunggu rusak parah ji toh!”
Perbaikan Jalan Kendari Pakai 2 Ton Aspal, Aksi Swadaya yang Ngeri
Menurut pantauan langsung di lapangan, aksi perbaikan jalan Kendari ini digalang oleh sebuah komunitas sosial yang sudah lama gerah melihat lubang-lubang menganga di beberapa ruas utama. Mereka urunan dan cari sponsor kecil-kecilan untuk membeli aspal kurang lebih 2 ton. “Kalau kami tunggu pi anggaran turun, keburu makin banyak korban jatuh di jalan, Ji,” ujar salah satu koordinator yang keringatan tapi tetap senyum-senyum ketika ditemui tim Beritakotakendari.com.
Lubang-lubang yang mereka tambal tersebar di sekitar kawasan jalan padat lalu lintas di Kendari. Dari pengakuan relawan, total ada 33 titik lubang jalan yang berhasil ditutup hari itu. Mereka memprioritaskan titik yang sering bikin motor oleng dan mobil harus banting setir mendadak. “Ini darurat keselamatan, Mi. Bukan sekadar soal nyaman berkendara, tapi nyawa orang lewat di sini, Toh,” katanya lagi dengan nada serius.
Sejumlah pengendara yang ditemui mengaku terbantu. “Biasanya kalau lewat sini, sa harus pelan sekali karena lubang di mana-mana. Sekarang lumayan rata mi, mantap djiwa!” ucap seorang pengemudi ojol. Ada juga ibu-ibu yang baru pulang dari pasar bilang, “Kassian tadi banyak ji yang hampir jatuh, bagus sudah ada komunitas yang peduli begini.”
Baca Juga: Kondisi Terkini Jalan Padat di Mandonga
33 Titik Lubang Jalan Ditambal, Perbaikan Jalan Kendari Jadi Sorotan
Aksi swadaya ini sontak viral di grup-grup WhatsApp warga Kendari. Foto dan video proses perbaikan jalan Kendari tersebar cepat, dari Mandonga sampai Puuwatu, dari Wua-Wua sampai Abeli. Banyak yang salut karena komunitas ini tidak menunggu pi proyek pemerintah, tapi langsung turun tangan. Weh, menyala abangku, benar-benar gerakan warga yang bikin bangga!
Secara teknis, mereka bekerja cukup tertib. Lubang-lubang dibersihkan dulu dari kerikil dan air, lalu diisi aspal panas, diratakan manual dengan alat seadanya. Meski bukan pakai mesin berat lengkap seperti proyek besar, hasilnya sudah jauh lebih baik ketimbang lubang menganga sebelumnya. “Ini bukan pekerjaan sempurna, tapi setidaknya aman ji dulu untuk dilalui. Nanti kalau pemerintah masuk proyek besar, silakan perbaiki lagi toh,” jelas salah satu anggota komunitas.
Di beberapa titik, warga sekitar ikut membantu mengatur lalu lintas, memandu kendaraan agar tidak melintas di atas aspal yang masih panas. Situasi sempat seperti senam jantung ketika satu truk besar hampir melindas hamparan aspal baru, tapi cepat dihalau warga. Aih, ngeri juga kalau sampai rusak sebelum kering!
Baca Juga: Respons Pemkot Kendari Soal Jalan Berlubang
Perbaikan Jalan Kendari Diapresiasi, Pemerintah Diminta Gerak Cepat
Gerakan tambal sulam mandiri ini sekaligus jadi alarm keras untuk pemerintah daerah. Warga menganggap, kalau komunitas bisa kumpul dana dan tenaga untuk perbaikan darurat, seharusnya program resmi bisa lebih masif dan terencana. “Ini kami hanya pakai 2 ton aspal dan niat baik, Mi. Bayangkan kalau anggaran resmi turun, harusnya bisa lebih banyak lagi jalan yang diperbaiki, Ji,” sindir halus salah satu relawan.
Pemerhati kebijakan publik di Kendari yang dihubungi terpisah menilai, apa yang dilakukan komunitas ini menunjukkan kuatnya solidaritas warga, tapi juga menyiratkan adanya celah dalam penanganan infrastruktur. “Jangan sampai masyarakat merasa harus selalu swadaya untuk hal yang menjadi kewajiban negara, Toh. Pemerintah perlu bergerak cepat menyusun pemetaan lubang jalan, melakukan survey teknis, dan membuat jadwal perbaikan berkala,” ujarnya.
Meski begitu, banyak suara berharap pemerintah tidak alergi dengan gerakan seperti ini. Justru idealnya, komunitas dan Pemkot Kendari bisa berkolaborasi, dari pemetaan lubang sampai pengawasan kualitas pekerjaan di lapangan. Dengan begitu, warga tidak hanya mengeluh, tapi ikut mengawasi agar proyek perbaikan jalan tidak asal jadi.
Baca Juga: Update Revitalisasi Kawasan Pasar Baru Kendari
Masa Depan Perbaikan Jalan Kendari: Kolaborasi, Bukan Salip Peran
Dari lokasi aksi hari ini, tampak jelas, Sobat Kendari, bahwa semangat gotong royong di kota ini masih menyala. Anak muda, bapak-bapak, sampai pedagang di pinggir jalan kompak membantu sebisanya. Ada yang sumbang air minum, ada yang bantu dokumentasi, ada juga yang sebatas mengarahkan kendaraan. “Minimal kami bikin contoh dulu, biar semua sadar jalan bagus itu hak kita bersama, Mi,” kata seorang relawan sambil menepuk bahu temannya.
Warga Kota Lulo berharap, setelah geger aksi swadaya perbaikan jalan Kendari ini, akan ada langkah nyata dari pemerintah. Bukan hanya perbaikan insidental saat viral, tapi program berkelanjutan dengan data yang jelas dan pengawasan ketat. Jalan yang mulus bukan soal gaya-gayaan, tapi urusan ekonomi, pendidikan, sampai kesehatan. Kalau distribusi barang lancar, anak sekolah aman menuju kelas, dan ambulans tidak terhambat lubang, semua akan merasakan manfaatnya.
Untuk saat ini, 33 titik yang sudah ditambal oleh komunitas setidaknya mengurangi risiko kecelakaan. Tapi ini baru permulaan, Bosku. Masih banyak ruas lain yang menunggu disentuh. Tinggal kita lihat, siapa yang lebih cepat gerak pi ke lapangan: relawan lagi, atau giliran pemerintah yang ambil alih penuh? Aih, warga cuma bisa bilang, cepat mi, jangan tunggu parah ji toh sebelum turun tangan!





Average Rating