Beritakotakendari.com – Rumah Adat Tolaki bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari kawasan Baruga yang sore ini ramai angin sepoi-sepoi, kru kami turun langsung di lapangan menyaksikan bagaimana Lembaga Adat Tolaki Kendari mematangkan rencana mega-simbol budaya ini. Aih, ngeri, ini bukan sekadar bangun rumah kayu biasa, tapi ikon jati diri suku Tolaki yang bakal berdiri gagah tepat di jantung Kota Lulo, Toh!
Warga Kota Lulo yang lewat di kawasan Baruga sudah mulai bisik-bisik, penasaran mi, “Jadi betul di sini ji itu Rumah Adat Tolaki dibangun?” Suasana senam jantung terasa saat para tokoh adat, perwakilan pemerintah, dan pemuda Tolaki berkumpul membahas detail lokasi, desain, sampai fungsi sosial budayanya. Astaga, kalau ini jadi berdiri, bisa jadi destinasi wajib tiap tamu yang datang ke Kendari, Bosku!
Rumah Adat Tolaki di Baruga: Simbol Identitas yang Diseriusi
Dari pantauan langsung di sekitar kawasan Baruga, tampak beberapa pengurus Lembaga Adat Tolaki Kendari menggelar pertemuan intens membahas rencana teknis pembangunan Rumah Adat Tolaki. Tenang dulu, ini bukan wacana kosong ji. Informasi yang dihimpun menyebutkan, lahan di sekitar Baruga sudah di-mapping, tinggal pemantapan desain akhir dan dukungan anggaran, Toh.
“Kami ingin rumah adat ini bukan sekadar bangunan, tapi pusat peradaban Tolaki di Kendari,” begitu kira-kira pesan yang disampaikan salah satu tokoh adat yang enggan disebut namanya. Deh, nda ada obatnya kalau sudah bicara soal marwah budaya. Rencananya, rumah adat ini akan menjadi lokasi musyawarah adat, pelatihan kebudayaan, hingga tempat penerimaan tamu kehormatan. Baca Juga: Agenda Budaya di Kawasan MTQ Kendari yang juga jadi magnet kegiatan budaya tiap tahun.
Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada campur bangga. Selama ini, banyak kegiatan adat Tolaki digelar di gedung-gedung serbaguna atau aula pinjaman. Kalau sudah ada Rumah Adat Tolaki permanen di Baruga, semua bisa terpusat, tertata, dan punya nilai estetika yang bisa dinikmati warga maupun wisatawan.
5 Poin Penting Rencana Rumah Adat Tolaki di Baruga
Biar warga Kota Lulo tidak bingung, berikut 5 poin penting yang berhasil kami rangkum di lokasi rapat persiapan:
- Lokasi Strategis di Kawasan Baruga
Rencana utama menempatkan Rumah Adat Tolaki di kawasan Baruga, yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemerintahan dan ruang publik. Lokasinya dinilai mudah diakses dari Mandonga, Poasia, sampai Kambu. “Supaya semua orang bisa datang dan merasa dekat dengan budaya Tolaki,” begitu penjelasan singkat salah satu panitia. Baca Juga: Rencana Penataan Kawasan Pemkot Kendari yang kabarnya juga menyentuh area sekitar Baruga. - Desain Khas Tolaki yang Autentik
Weh, menyala abangku! Desain awal dikabarkan akan mengadopsi bentuk arsitektur tradisional Tolaki: atap menjulang, ukiran bermotif flora-fauna lokal, dan dominasi kayu pilihan. Ada rencana memasukkan ornamen khas seperti simbol “Ohalo” dan motif-motif yang mengandung filosofi keberanian dan kehormatan. Tenang saja, aman ji itu barang, karena tim perencana melibatkan budayawan dan arsitek. - Fungsi Budaya, Edukasi, dan Wisata
Bukan cuma untuk acara adat, Bosku. Rumah Adat Tolaki di Baruga disiapkan jadi pusat edukasi kebudayaan: ada ruang pameran, dokumentasi sejarah, sampai pelatihan tarian dan musik tradisional Tolaki. Warga dan pelajar bisa datang belajar langsung tanpa harus tunggu pi acara besar. Kalau konsep ini matang, bisa menopang pariwisata budaya Kendari, beriringan dengan titik-titik lain seperti kawasan MTQ dan wisata kuliner. - Kolaborasi Lembaga Adat dan Pemerintah
Dari dinamika diskusi di lokasi, tampak jelas bahwa Lembaga Adat Tolaki Kendari tidak jalan sendiri ji. Mereka aktif berkoordinasi dengan Pemkot Kendari untuk soal perizinan, tata ruang, dan dukungan anggaran. Arah pembicaraan mengisyaratkan kalau proyek ini bakal dijadikan salah satu ikon kota. “Tunggu pi pembicaraan resmi dengan wali kota,” singgung salah satu pengurus. Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Ruang Publik yang bisa berkaitan erat dengan realisasi rumah adat ini. - Harapan Warga Tolaki dan Kota Kendari
Saudara-saudaraku, harapan yang paling kuat mengemuka di lapangan adalah soal pelestarian jati diri. Banyak anak muda Tolaki di Kendari yang lahir dan besar di kota, tapi belum pernah menyaksikan bentuk asli Rumah Adat Tolaki secara langsung. Dengan adanya bangunan ini, identitas tidak hanya dicerita-cerita ji, tapi bisa disentuh, difoto, dan dirasakan auranya. Kassian kalau generasi muda putus mata rantai budayanya, Toh?
Dampak Rumah Adat Tolaki bagi Kota Lulo
Kalau melihat keseriusan perencanaan di Baruga hari ini, gelagatnya Rumah Adat Tolaki akan jadi salah satu proyek kebudayaan paling disorot di Kendari tahun-tahun ke depan. Dari perspektif ekonomi, kawasan sekitarnya berpotensi berkembang: pedagang kecil, pelaku UMKM suvenir, sampai pemandu wisata lokal bisa kebagian rezeki. Aih, kalau sudah ramai pengunjung, situasinya bisa jadi lautan manusia tiap akhir pekan.
Dari sisi sosial, kehadiran rumah adat ini bisa jadi ruang temu lintas etnis. Warga bukan Tolaki pun bisa datang, belajar, dan menikmati pertunjukan seni. Inilah wajah Kendari sebagai kota yang majemuk tapi saling menghargai akar budaya masing-masing. Di tengah gempuran bangunan modern, keberadaan rumah adat di Baruga akan menjadi penanda bahwa kota ini masih punya akar yang kokoh, bukan kota instan yang lupa sejarah.
Warga Kota Lulo, bersiap-siap mi. Kalau semua tahap perencanaan dan koordinasi selesai, pembangunan fisik bisa saja digeber dalam waktu dekat. Tinggal kita kawal bersama, jangan biarkan ini cuma jadi gambar di kertas. Mantap djiwa kalau suatu hari nanti kita bisa bilang ke tamu dari luar daerah: “Mau lihat jantung budaya Tolaki? Ke Baruga ji, di situ berdiri gagah Rumah Adat Tolaki kebanggaan kita semua.”






Average Rating