Beritakotakendari.com – Kendari pusat ekraf bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Dari tepian Teluk Kendari yang berkilau sampai sudut-sudut UMKM di Mandonga dan Korumba, kabar dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) agar Kendari jadi pusat ekraf baru di kawasan Asia Pasifik langsung menyala, weh, seperti lampu stadion saat final sepak bola!
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung di jantung kota, mengamati detik demi detik suasana yang nyaris seperti pesta akbar ini. Pelaku UMKM senyum-senyum, pegiat seni sibuk gladi karya, dan pejabat Pemkot mondar-mandir rapat koordinasi. Aih, situasi senam jantung ji, tapi bikin bangga toh!
Kendari Pusat Ekraf Asia Pasifik: Apa Sebenarnya yang Terjadi?
Dukungan Menparekraf untuk menjadikan Kendari pusat ekraf di kawasan Asia Pasifik bukan omongan kosong di? Ini bagian dari upaya pemerintah pusat mencari poros ekonomi kreatif baru di luar Jawa. Kendari dinilai punya kombinasi maut: kekayaan budaya Lulo, kuliner khas seperti sinonggi dan ikan bakar, ditambah letak strategis sebagai gerbang Sulawesi Tenggara.
Dalam forum resmi yang dihadiri perwakilan pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan pelaku usaha, Menparekraf menyampaikan sinyal kuat: Kendari akan didorong jadi simpul baru ekosistem ekonomi kreatif regional. Artinya apa, Bosku? Potensi masuknya investasi, program pendampingan, promosi internasional, sampai peningkatan event bertaraf Asia Pasifik bisa makin kencang mi.
Baca Juga: Rencana Pemkot Kendari Benahi Kawasan Tepian Teluk
5 Pilar Utama yang Bikin Kendari Layak Jadi Pusat Ekraf
Aih, supaya jelas mi, kita bedah lima pilar kenapa Kendari “naik kelas” di mata Menparekraf:
- Budaya Lulo dan Identitas Kuat
Tari Lulo bukan sekadar hiburan ji. Di kancah pariwisata, ini bisa jadi brand kelas dunia. Bayangkan festival Lulo internasional di Kendari, dihadiri komunitas kreatif dari Asia Pasifik. Geger geden pasti! - UMKM dan Kuliner Menggoda
Dari lapak ikan bakar di sekitar Teluk sampai penjual sinonggi di pasar tradisional, semua punya potensi di-packaging jadi produk ekraf kuliner yang siap ekspor. Tinggal penguatan branding dan standar kualitas mi. - Talenta Muda Digital
Anak-anak muda Kendari yang jago desain, video, dan konten digital mulai banyak. Kalau difasilitasi dengan inkubator, co-working, dan akses pasar global, bisa jadi amunisi utama untuk mengokohkan Kendari pusat ekraf. - Event Kreatif Rutin
Mulai dari festival musik, pameran kriya, sampai lomba foto Teluk Kendari, semua bisa dikurasi jadi kalender event resmi yang menarik wisatawan regional. - Dukungan Regulasi dan Infrastruktur
Nah, ini PR utama. Menparekraf beri dukungan, tapi Pemkot dan Pemprov harus lari kencang: perizinan dipermudah, ruang kreatif disiapkan, serta infrastruktur seperti taman kota kreatif dan creative hub dipercepat. Tunggu pi kalau semua nyambung, mantap djiwa!
Baca Juga: Revitalisasi Pasar Tradisional dan Peluang Ekraf Kendari
Suasana Lapangan di Kendari: Lautan Pelaku Kreatif Berstrategi
Di lapangan, suasananya betul-betul seperti lautan manusia kreatif, Saudara-saudaraku. Di satu sisi, komunitas musik diskusi tentang hak cipta dan panggung reguler. Di pojok lain, perajin anyaman, pengrajin perak, dan pelukis lokal sibuk memotret produk dan belajar bikin katalog digital.
Salah satu pelaku ekraf di Mandonga bilang ke reporter: “Kalau betul-betul difokuskan Kendari pusat ekraf, bukan mimpi lagi kita kirim produk sampai ke Singapura, bahkan Australia pi.” Aih, ngeri! Semangatnya menyala abangku.
Suasana rapat koordinasi dengan Pemkot juga tak kalah tegang. Slide demi slide dipaparkan: data kunjungan wisatawan, potensi belanja ekraf, hingga rencana koridor kreatif di beberapa titik kota. Di? Ini bukan wacana santai. Alarm keseriusan berbunyi nyaring, Bosku!
Peran Pemkot Kendari: Dari Regulasi sampai Ruang Kreatif
Untuk mengunci status Kendari pusat ekraf Asia Pasifik, Pemkot pegang kunci penting. Beberapa langkah yang sedang dan perlu digenjot antara lain:
- Penyediaan Ruang Publik Kreatif seperti taman tematik, area mural legal, dan sentra pameran UMKM.
- Pelatihan & Sertifikasi untuk pelaku ekraf: desain, pemasaran digital, keuangan usaha. Bukan bimtek formalitas ji, tapi yang betul-betul praktik.
- Kolaborasi dengan Kampus & Komunitas agar riset dan inovasi produk jalan terus toh, tidak macet di tengah jalan.
Baca Juga: Program Terbaru Pemkot Kendari Dukung UMKM
Dampak ke Warga Kota Lulo: Dari Lapak Kecil ke Pasar Global
Sobat Kendari, kalau ini semua berjalan, dampaknya bukan ke pelaku seni saja. Penjahit, tukang kue, pembuat souvenir, sampai tukang foto keliling pun bisa kecipratan rezeki. Ekraf itu rantainya panjang. Satu event saja bisa menggerakkan hotel, transportasi, kuliner, hingga jasa digital.
Tentu, ada juga kekhawatiran. “Jangan sampai cuma foto-foto dan seremoni ji, toh,” kata seorang pedagang di sekitar Teluk Kendari. Kekhawatiran wajar, kassian, mengingat sebelumnya banyak program yang hangat-hangat tahi ayam. Tapi kali ini, dengan spotlight nasional bahkan regional mengarah ke Kendari, tekanan publik untuk serius jauh lebih besar mi.
Harapan ke Depan: Kendari Menyala di Peta Ekraf Dunia
Warga Kota Lulo, ini momentum emas. Dukungan Menparekraf untuk menjadikan Kendari pusat ekraf Asia Pasifik adalah tiket awal, bukan jaminan akhir. Tinggal bagaimana Pemkot, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan warga biasa bahu-membahu.
Kalau semua kompak, tidak heran pi beberapa tahun lagi kita dengar nama Kendari sejajar dengan kota-kota kreatif dunia. Dari Teluk Kendari, ide-ide besar bisa berlayar ke seluruh Asia Pasifik. Aih, nda ada obatnya kalau sudah begitu!
Untuk sekarang, tugas kita satu: kawal bersama, kritisi kalau melenceng, dan dukung kalau programnya jelas. Supaya mimpi besar Kendari pusat ekraf bukan cuma slogan di baliho, tapi kenyataan yang bisa dinikmati sampai ke penjual kopi pinggir jalan.






Average Rating