Irigasi Ditutup, 4 Kecamatan di Konawe Tidak Mengolah Sawah

51
Gunawan Samad.

UNAAHA, BKK- Pemerintah Kabupaten Konawe mengumumkan sejumlah kecamatan basis persawahan terpaksa tidak akan melakukan kegiatan persawahan di musim tanam (MT) pertama 2022 ini.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Konawe H Gunawan Samad menjelaskan, hal itu dikarenakan adanya perbaikan irigasi sekunder.

“Adalah Kecamatan Wawotobi, Wongeduku, Wongeduku Barat, dan Pondidaha, itu untuk MT pertama. Kemudian menyusul di MT ke-2 yakni Kecamatan Unaaha, Anggaberi dan Tongauna,” paparnya, Selasa (11/1).

Dijelaskan lebih jauh, perbaikan irigasi sekunder ini penting dilakukan, supaya dapat memaksimalkan aliran air ke wilayah persawahan.

“Meski ada dampak yang harus diterima para petani, karena tidak melakukan pembukaan sawah selama 6 bulan ke depannya,” ucapnya.

Berkait itu, kata dia, Distan setempat sudah mengantisipasi dengan cara mencarikan solusi supaya lahan-lahan tersebut tetap berproduksi dengan kegiatan pertanian lainnya, misal, menggantikan dengan tanaman jangka pendek seperti tanaman palawija, jagung, dan kedelai.

“Kita sudah melakukan rapat dengan sejumlah kelompok tani di area yang terkena dampak pembangunan irigasi itu. Dan telah disepakati akan dikonversi dengan tanaman lainnya. Kemudian kami akan menyalurkan bantuan bibit subsidi,” katanya.

Ia mengaku, saat ini pihaknya sudah menyusun alokasi dana bantuan bibit yang akan disalurkan kepada petani, baik yang bersumber dari pemerintah provinsi (pemprov) maupun APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara), dengan target seluas 5 hektare (ha).

Selian itu, lanjut dia, saat ini pihaknya sedang melengkapi berkas pendataan CPCL (calon petani calon lahan) yang akan mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah itu.

“Sementara, bentuk bibit yang akan disalurkan akan disesuaikan dengan permintaan para kelompok tani setempat,” katanya.

“Sebenarnya, kalau untuk jagung kita sudah menyalurkan ke petani pada akhir 2021 lalu. Sebanyak 100 hektare atau 1,5 ton, di beberapa kecamatan yakni Anggaberi, Anggotoa, Wonggeduku, dan Pondidaha. Semua ini dilakukan untuk mendukung kegiatan pertanian di Konawe tetap berjalan maksimal,” tambahnya. (irm/nir)

Facebook Comments Box