AJI Kendari Minta Pelaku Penganiayaan Jurnalis Tempo Dihukum Seberat-beratnya

321
Koordinator Divisi Advokasi AJI Kendari La Ode Kasman Angkosono berorasi di Depan Kantor Kejati Sultra. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari melakukan long march dan aksi unjuk rasa di Depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (1/12).

Aksi damai tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas menuntut keadilan atas aksi kekerasan yang dilakukan dua oknum polisi kepada Nurhadi, Jurnalis Tempo di Surabaya.

Diketahui dua terdakwa diadili ini merupakan dua oknum anggota polisi aktif bernama Bripka Purwanto dan Brigadir Muhammad Firman Subkhi.

Aksi damai yang berlangsung secara serentak di seluruh Kota di Indonesia ini sengaja dilakukan sehari sebelum tuntutan terhadap kedua terdakwa. Sidang putusan akan dilakukan hari ini, Kamis (2/12) hari ini, di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dalam tuntutannya, AJI Kendari bersama komunitas pers di Kendari mendesak pihak Kejati Sultra untuk mendorong pihak Kejati Surabaya menuntut kedua terdakwa dengan hukuman seberat-beratnya.

“Kami meminta komitmen kejaksaaan untuk menuntut seberat-beratnya terhadap terdakwa. Jika putusan tidak sesuai dengan tuntutan, kami meminta agar JPU (jaksa penuntut umum) melakukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung ,” teriak Koordinator Divisi Advokasi AJI Kendari La Ode Kasman Angkoso, melalu pengeras suara.

“Kami meminta jaksa dalam tuntutannya menerapkan pasal berlapis, delik pers dan pasal KUHP tentang penganiayaan,” tambahnya.

Kasman menjelaskan, jurnalis dalam bekerja dilindungi Undang-Undang (UU) Pers Nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.

Olehnya itu, sambung dia, jurnalis bekerja mewakili publik untuk memperoleh hak atas informasi, perlu dijaga dan dilindungi.

Disebutkan, Jurnalis Tempo Nurhadi, mendapat penganiayaan saat melakukan peliputan investigasi atas dugaan koripsi di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Kasman berharap, putusan terhadap kedua terdakwa bisa memberikan rasa keadilan bagi korban. Sebab, kasus ini telah menciderai demokrasi dan kebebasan pers.

Senada dengan itu, Sekretaris AJI Kendari Ramadhan meminta, Kejaksaan dan Pengadilan memberikan hukuman yang berat buat terdakwa penganiayaan Nurhadi.

“Keadilan harus ditegakan kepada siapapun. Apalagi Nurhadi bekerja sebagai jurnalis yang mewakili kepentingan publik hak atas informasi,”ujar Ramadan.

AJI meminta kepada pihak-pihak yang keberatan dengan produk jurnalistik untuk merujuk UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pokok Pers dalam menyelesaikannya, bukan menempuh jalur lain. Apalagi, dengan aksi kekerasan, seperti kasus yang dialami Jurnalis Nurhadi. (cr2/nir)

Facebook Comments Box