UMP Sultra Lebih Kecil dari Gorontalo yang Baru Mekar Tahun 2000

63
HARI BURUH. Sejumlah buruh melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi DI Yogyakarta, Selasa (1/5/2012). Dalam aksi yang diikuti oleh ratusan buruh darui berbagai aliansi tersebut dalam rangka memperingati hari buruh dan menuntut untuk peningkatan kesejahteraaan bagi kaum buruh.
Tribun Jogja / Hasan Sakri Ghozali

Kendari, BKK- Besaran upah minimum provinsi (UMP) 2022, Sulawesi Tenggara (Sultra) menduduki urutan keempat dari 6 provinsi di Pulau Sulawesi.

Dirangkum dari berbagai media nasional, UMP tertinggi diduduki Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), disusul Sulawesi Selatan (Sulsel), kemudian Gorontalo, setelah itu Sultra, Sulawesi Barat (Sulbar), dan paling rendah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Berdasarkan data itu, UMP Sultra dikalahkan Gorontalo yang baru mekar tahun 2000 lalu atau baru berusia 21 tahun. Sultra sendiri mempunyai hari jadi pada 1964 atau mekar 57 tahun lalu.

Ada 3 provinsi di Sulawesi memutuskan tidak menaikkan UMP, yaitu Sulsel, Sulut, dan Sulbar.
Tiga provinsi lainnya yang menaikkan UMP adalah Sultra 0.7%, Gorontalo 0,42%, dan Sulteng 1%.

Secara persentase, kenaikan UPM Gorontalo naik 0,42% lebih kecil dari Sultra yang naik 0,7%, tapi secara total UMP Sultra lebih kecil dari Gorontalo.

UMP 2022 Sultra ditetapkan naik Rp15 ribu dari Rp2.552.014 pada tahun ini menjadi Rp2.710.595 tahun depan.

UMP 2022 Gorontalo naik Rp12.580 dari UMP 2021 sebesar Rp2.788.000 menjadi Rp2.800.580.
Lalu, UMP 2022 Sulteng naik Rp87.028 dari Rp 2.303.711 pada 2021 menjadi Rp2.390.739. (*/iis)

Facebook Comments Box