PT KTR Dituding Menambang Tidak Sesuai SOP

84
Jalan Trans Sulawesi digenangi lumpur tambang PT KTR di Desa Mosiku (foto: Mansiral/BKK)

LASUSUA, BKK – PT Kasmar Tiar Raya (KTR) di Kecamatan Batu Putih Desa Mosiku dituding tidak mematuhi kaidah pertambangan atau standar operasional prosedur (SOP) yang baik dan benar.

Pasalnya, sediment pond yang dibuat asal-asalan sehingga lumpur menggenangi jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Desa Mosiku dan Desa Lelewawo.

Kabid Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup (PPLH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kolut, Ukkas mengatakan luapan lumpur dari aktifitas pertambangan yang diketahui dilakukan PT KTR sempat menutupi area jalan raya.

Sehingga, sambung dia, banyak dikeluhkan pengguna jalan karena membuat lintasan menjadi licin dan mengancam pengguna jalan baik itu roda dua maupun roda empat.

“Pasca kejadian itu pihak perusahaan langsung lakukan pembersihan. Kami melihat sediment pont-nya belum memadai,” katanya.

Menurut dia, kolam endapan yang dibuat perusahaan memang tidak cukup menampung limbah buangan dari aktifitas perusahaan. Olehnya itu, tidak mengherankan jika musim hujan seperti yang berlangsung saat ini, luapan lumpurnya menggenangi jalan raya dan lahan sekitar.

“DLH sendiri telah menyampaikan hal itu ke pihak PT Kasmar Tiar Raya. Akan tetapi, pihak perusahaan beralibi jika masih berkomunikasi dengan pemilik lahan,” ujarnya.

Selain itu, jelas dia, sediment pond perusahaan sama sekali tidak bisa menampung OB hasil buangan yang sebagaimana harus disesuaikan, agar tidak sampai jatuh di jalan Trans Sulawesi.

“DLH disampaikan akan menyurati kembali PT Kasmar terkait hal tersebut termasuk perusahaan lain yang beroperasi di Kecamatan Batu Putih. Mereka diminta memperhatikan dampak lingkungan yang bisa mencemarkan lingkungan sekitarnya termasuk potensi pencemaran di perairan setempat,” tuturnya.

Untuk diketahui, sediment pond merupakan kolam endap yang dirancang untuk mengendapkan bahan-bahan padat dari air buangan tambang (air tercemar oleh tanah dan bahan padat lainnya). Ada beberapa catatan yang harus diperhatikan pihak perusahaan agar tidak menjadi menyumbang pencemaran lingkungan di sekitar IUP yang dikelolah. (ral/nan)

Facebook Comments Box