Polres Kendari Bekuk 5 Kurir Sabu-Sabu yang Semula sebagai Pemakai

107
Lima tersangka pengedar sabusSabu diamankan di Mapolres Kendari. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Kendari meringkus 5 orang pengedar narkoba jenis sabu-sabu pada waktu dan tempat berbeda.

Tersangka Muh Syafaryadi Said (21) dibekuk di Depan Lapangan Benubenua Jalan Diponegoro Kelurahan Punggaloba Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari pada Selasa (26/10) sekitar pukul 22 Wita.

Dihari yang sama sekitar pukul 23.00 Wita, tersangka Muh Rivan (31) ditangkap di depan sebuah rumah makan di Jalan Sultan Hassanuddin Kelurahan Punggaloba Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari.

Kemudian, dua tersangka Andi Awi Prasetya (18) dan Muh Aldi Pelangi (23) ditangkap di dalam salah satu rumah bilangan Jalan KH Ahmda Dahlan Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wuawua Kendari pada Rabu (3/11) sekitar pukul 23.00 Wita.

Sementara, Andi Erik Saputra ditangkap di Jalan Mekar Kelurahan Kadia Kecamatan Kadia Kota Kendari pada Selasa (9/11) sekitar pukul 11.50 Wita.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatnarkoba) Polres Kendari Inspektur Polisi Satu (Iptu) Muh Ridwan menuturkan, para tersangka ini awalnya sebagai pengguna. Kemudian, sambung dia, ditawari orang yang mereka tidak kenal untuk menjadi kurir pengedar sabu-sabu.

“Dari hasil penyelidikan, mereka tidak kenal pengendali ini. Sistem jaringannya terputus,” ujar Ridwan saat ditemui di Mapolres Kendari, Kamis (18/11).

Ridwan mengungkapkan, rata-rata dari mereka memperoleh sabu-sabu dengan sistem tempel. Awalnya diberi 10 gram untuk diedarkan, jika habis akan diberi lagi 10 gram. Imbalannya, pertama diberi sabu-sabu gratis, kemudian jika terjual habis untuk per 10 gram diberi upah Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Dari para tangan tersangka ini, kata Ridwan pihaknya menyita 31,53 gram sabu-sabu dan 0,6 gram narkoba jenis tembakau sintesis.

Sabu-sabu yang diamankan tersebut merupakan sisa dari paket sabu yang diterima tersangka dari pengedali, sebagian telah diedarkan.

“Untuk pengendali masing-masing tersangka berbeda-beda. Saat ini kita masih melakukan pengembangan mengungkap jaringan mereka ini,”ujarnya.

Ridwan mengatakan, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Subsider Pasal 112 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (cr2/man)

Facebook Comments Box