Polisi Tetapkan Lagi 3 Tersangka Kerusuhan di Buton

565

KENDARI, BKK– Kepolisian Resor (Polres) Buton kembali menetapkan 3 tersangka lagi dalam kasus kerusuhan di Desa Lasalimu Pantai Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton pada Senin (22/11) malam.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan 10 tersangka. Dengan demikian, jumlah tersangka kini menjadi 13 orang.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Buton Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Gunarko menuturkan, pihaknya telah memeriksa 26 orang terkait kejadian tersebut.

“Dari 26 orang yang diperiksa, dimintai keterangan, sebanyak 13 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Gunarko melalui sambungan telepon, Kamis (25/11).

Gunarko mengatakan, para tersangka merupakan warga setempat yang diduga melakukan perusakan dan pembakaran.

“Semua (tersangka) adalah warga. Untuk kepala desa masih dalam proses penyelidikan,” terang Gunarko.

“Dari ke-13 tersangka, 9 orang dilakukan penahanan, 4 orang anak di bawa umur dikenakan wajib lapor,” tambahnya.

Gunarko melanjutkan, para tersangka dijerat pasal 187 dan pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Perusakan secara Bersama-sama, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Diberitakan, kerusuhan pecah Senin (22/11) malam di Desa Lasalimu Pantai Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton, diduga buntut sengketa tanah yang melibatkan 2 warga setempat.

Sengketa tanah dengan nomor: Perkara 14/Pdt.G/2021/PN Psw antara warga Wa Ode Amalah cs sebagai penggugat melawan Kepala Desa Lasalimu Hanudin cs sebagai tergugat.

Pengadilan Negeri (PN) Pasarwajo dalam putusannya memenangkan pihak penggugat. Sehingga, pihak tergugat melakukan tindakan yang mengakibatkan kerusuhan.

Akibat kejadian tersebut, 2 rumah terbakar, 6 rumah rusak, 3 kendaraan motor terbakar, 3 mobil rusak dan 1 mobil terbakar.

Kini situasi mulai kondusif, personel dari Polres Baubau dan Brimob Batauga ditarik dari lokasi kejadian. (cr2/iis)

Facebook Comments Box