Polisi Tetapkan 10 Tersangka Kasus Kerusuhan di Buton

76
Bentrok antarawarga di Desa Lasalimu, Buton, menyebabkan 2 rumah terbakar.

KENDARI, BKK- Kepolisian Resor (Polres) Buton menetapkan 10 orang tersangka terkait kerusuhan yang terjadi di Desa Lasalimu Pantai Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton pada Senin (22/11) malam lalu.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Buton Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Gunarko menuturkan, setelah mengamankan 8 orang, pihaknya kembali menjemput 12 orang lagi yang diduga terlibat dalam kerusuhan itu.

Dari 20 orang yang diamankan tersebut, sambung dia, pihaknya menetapkan 10 orang tersangka.

“Dari sekian yang kita ambil keterangan itu, 10 kita tetapkan sebagai tersangka. Sementara, 10 orang lain yang kita amankan masih kita dalami keterangannya di Polres,” terang Gunarko melalui sambungan telepon, Rabu (24/11).

Gunarko menuturkan, para tersangka ini diduga melakukan perusakan dan pembakaran barang secara bersama-sama.

“Rencana 10 tersangka ini kita akan lakukan penahanan,” ujar Gunarko.

Terkait situasi di lokasi kejadian, lanjut Gunarko menuturkan anggota masih disiagakan melakukan penjagaan.

“Masih ada 1 kompi anggota Polres Buton sekitar 80 personel masih di lokasi. Sementara, personel Polres Baubau dan Brimob Batauga sudah dipulangkan. Alhamdulillah sudah kondusif. InsyaAllah tidak ada aksi balasan (dari korban),” tutupnya.

Diberitakan, kerusuhan terjadi di Kabupaten Buton tepatnya Desa Lasalimu Pantai Kecamatan Lasalimu Selatan pada Senin (22/11) malam.

Kejadian tersebut diduga buntut dari sengketa tanah yang melibatkan 2 pihak warga setempat.

Diketahui, sengketa tanah antara warga Wa Ode Amalah cs sebagai penggugat melawan Kepala Desa Lasalimu Hanudin cs sebagai tergugat.

Pengadilan Negeri (PN) Pasarwajo dalam putusannya memenangkan pihak penggugat, sehingga pihak tergugat melakukan tindakan yang mengakibatkan kerusuhan.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Buton Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Gunarko menuturkan saat kejadian pihaknya langsung ke lokasi untuk mengendalikan situasi.

Dia merinci, akibat kejadian tersebut, 2 rumah terbakar, 6 rumah rusak, 3 kendaraan motor terbakar, 3 mobil rusak dan 1 mobil terbakar.

“Iya, dugaan sementara penyebab kerusuhan itu karena sengketa tanah,” ujar Gunarko melalui sambungan telepon, Selasa (23/11).

Gunarko menegaskan kondisi disana sudah mulai terkendali, masyarakat sudah menarik diri.

Namun demikian, kata dia, petugas kepolisian masih tetap disiagakan di lokasi kejadian.

“Jumlah personel yang dikerahkan mencapai 180 orang, gabungan dari Polres Buton, Polres Baubau, dan Brimob Batauga. Anggota masih bersiaga di lokasi,” tutupnya. (cr2/iis)

Facebook Comments Box